Globalnetwork.id  –  Koperasi Pesantren (Kopontren)  yang kini banyak berkembang,  potensial menjadi pilar ekonomi kerakyatan.

” Disinilah pentingnya profesionalisasi tata kelola koperasi pondok pesantren agar bisa menjadi pilar ekonomi kerakyatan” kata Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah,  dalam kunjungan kerjanya ke Koperasi Konsumen Mathlaul Anwar, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (16/6).

Menurut Wamenkop, pondok pesantren memiliki jaringan yang kuat dan sudah terbangun sejak sebelum Indonesia merdeka.

Namun, kekuatan jaringan terkonsentrasi pada sektor pendidikan dan sosial. Untuk itu perlu ke sektor ekonomi riil  melalui pengelolaan koperasi yang  profesional.

“Jaringan pesantren adalah jaringan yang  kuat dari dulu hingga sekarang. Jika pengelolaannya profesional, pesantren bisa menjadi mandiri dan tidak bergantung pada bantuan pemerintah atau donatur,” ujar Wamenkop.

Baca Juga : Wamenkop: Koperasi Jadi Kunci Pencapaian Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Dalam arahannya, ia mengingatkan pentingnya pemisahan antara urusan sosial dengan urusan bisnis.

Ia menyoroti seringnya praktik di lapangan di mana hasil usaha koperasi  untuk operasional pesantren sebelum melalui perhitungan sisa hasil usaha (SHU) yang tepat.

“Harus terpisah antara kantong bisnis dan sosial. Jangan sampai santri yang seharusnya fokus belajar malah urusan dengan teknis bisnis yang bukan keahliannya,” tegasnya.

Baca juga : Wamenkop Tegaskan Pentingnya Menjaga Kepercayaan Anggota Koperasi

Kementerian Koperasi telah menyiapkan  dukungan, salah satunya melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) dengan bunga rendah

Ia mendorong koperasi pesantren untuk meningkatkan kapasitas agar mampu memenuhi syarat akses permodalan tersebut. **

Koperasi Pesantren Jadi Pilar Ekonomi Kerakyatan

Related Posts

404 Not Found

404

Not Found

The resource requested could not be found on this server!


Proudly powered by LiteSpeed Web Server

Please be advised that LiteSpeed Technologies Inc. is not a web hosting company and, as such, has no control over content found on this site.