Bandung, Globalnetwork.id – Pemerintah berkomitmen menjadikan koperasi sebagai instrumen utama dalam mendorong target pertumbuhan ekonomi nasional 8 persen.
Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah menyampaikan pertumbuhan ekonomi yang tingg, tak akan berarti bila tak ada pemerataan.
Instrumen yang tepat untuk itu adalah koperasi , salah satunya Koperasi Kelurahan Desa Merah Putih (KDKMP). “KDKMP juga menjadi cara untuk memeratakan pertumbuhan ekonomi,” kata Wamenkop Farida dalam acara Sharing Session Rakor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Daerah di Bandung, Sabtu malam (6/6).
Wamenkop menjelaskan saat ini, jumlah koperasi aktif secara nasional mencapai 222 ribu unit dimana 83 ribu di antaranya adalah KDKMP.
Anggota aktif koperasi sekitar 31 juta orang, modal terkumpul sekitar Rp300 triliun, total aset Rp325 triliun dan SHU akumulatif hampir Rp8 triliun.
Untuk memaksimalkan peran koperasi sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi, koperasi perlu kembali masuk ke sektor produksi.
Dengan begitu multiplier effect bagi perekonomian akan semakin besar. Agar koperasi fokus menggarap sektor produktif , perl konsolidasi kelembagaan, peningkatan kapasitas SDM, serta akses pembiayaan yang lebih luas.
Pemerintah juga mendorong adopsi teknologi dan digitalisasi untuk memperkuat tata kelola. Perlu campur tangan pemerintah agar terwujud ekosistem koperasi yang lebih dinamis.
” Jadi perlu ada inkubasi koperasi yang masih skala kecil, dan penguatan koperasi yang produksinya sudah skala besar,” kata Wamenkop Farida.
Baca Juga : Wamenkop Tekankan Kolaborasi Koperasi Eksisting & KDKMP Dalam Pembiayaan Mikro
Ia menambahkan, Kemenkop akan memperkuat regulasi, fasilitasi, dan pembinaan.
Kemenkop berkomitmen memastikan seluruh sumber daya yang ada dapat mendukung penguatan koperasi eksisting termasuk KDKMP , dengan menggandeng stakeholder terkait lainnya seperti OJK.
Selain itu Kemenkop bersama Badan Layanan Umum (BLU)nya, Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), memastikan akan mendampingi koperasi-koperasi eksisting dan KDKMP agar mampu tumbuh dan bersaing.
“Dengan dukungan regulasi, pembiayaan, dan digitalisasi, koperasi mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi 8 persen yang merata,” ucapnya. **




