Kasus PT DSI, Identifikasi Sejumlah Aset OJK Serahkan Hasil Riksus ke Bareskrim Polri
GLOBALNETWORK.ID — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendukung upaya penegakan hukum dan penyelesaian dana lender PT Dana Syariah Indonesia (PT DSI) melalui pelaksanaan pemeriksaan khusus (riksus).
Adapun hasil Riksus itu antara lain berhasil mengidentifikasi sejumlah aset yang pembeliannya menggunakan dana lender.
Riksus tersebut untuk menelusuri aliran dana lender serta mengidentifikasi aset PT DSI, pemegang saham dan pengurus PT DSI, serta pihak-pihak terafiliasi dari penggunaan dana lender.
Keterangan 32 Pihak
Dalam rangka memperkuat pembuktian, OJK telah meminta keterangan kepada 32 (tiga puluh dua) pihak yang terdiri atas pemegang saham, pengurus, dan pegawai PT DSI, serta pihak terkait lainnya.
Berdasarkan hasil riksus tersebut, OJK berhasil mengidentifikasi sejumlah aset dari penggunaan dana lender PT DSI.
OJK menyerahkan Hasil identifikasi aset tersebut kepada Bareskrim Polri pada periode Februari s.d. Mei 2026
sebagai bagian dari dukungan OJK terhadap proses penegakan hukum dan penyelesaian dana lender sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Riksus ini merupakan kelanjutan dari rangkaian tindakan pengawasan yang sebelumnya OJK terhadap PT DSI, antara lain:
melakukan pemeriksaan langsung pada Agustus hingga September 2025;
melakukan laporan kepada Bareskrim Polri pada 15 Oktober 2025 atas dugaan penyalahgunaan dana lender;
mengenakan sanksi administratif berupa peringatan tertulis, denda, dan pembatasan kegiatan usaha pada 15 Oktober 2025;
memfasilitasi beberapa kali pertemuan antara perwakilan lender dan PT DSI; menetapkan status pengawasan khusus pada 2 Desember 2025;
menerbitkan instruksi tertulis kepada pemegang saham, dewan komisaris, direksi, dan dewan pengawas syariah pada 10 Desember 2025; serta
melakukan pemeriksaan terhadap akuntan publik yang melakukan audit atas laporan keuangan tahunan PT DSI.
OJK juga terus memperkuat koordinasi dengan Bareskrim Polri, Kejaksaan Agung, PPATK, dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dalam rangka mendukung proses penegakan hukum serta mengoptimalkan penyelesaian dana lender PT DSI.
OJK berkomitmen untuk terus menjalankan fungsi pengaturan dan pengawasan secara konsisten guna melindungi kepentingan konsumen, mendukung penegakan hukum, dan menjaga integritas sektor jasa keuangan.**



