Jakarta, Globalnetwork.id. – Menteri Koperasi (Menkop). Ferry Juliantono menegaskan, sistem ekonomi nasional saat ini lebih condong ke sistem ekonomi kapitalistik
Namun secara perlahan-lahan untuk kembali ke sistem ekonomi pancasila dengan menjadikan koperasi sebagai salah satu pilar utama pembangunan ekonomi.
” Salah satu cara yang paling efektif adalah melalui pemahaman yang benar terkait koperasi bagi kalangan muda melalui sistem pendidikan insersi di sekolah, ” kata Menkop Ferry saat launching program insersi Pendidikan Perkoperasian, Jum’at di Semarang.
Baca Juga : Jateng Jadi Pelopor Insersi /Penyisipan Pendidikan Perkoperasian di Sekolah
Menkop Ferry juga menyinggung Undang-Undang Perkoperasian yang saat ini masih memberlakukan aturan lama yaitu UU No 25 tahun 1992.
Pwnyempurnaan Undang-undang ini perlu dalam rangka mewujudkan iklim koperasi yang berdaya saing tinggi serta sesuai dengan kondisi terkini.
Oleh karena itu Kemenkop bersama stakeholder lainnya berkomitmen untuk terus mengawal proses pembahasan RUU Perkoperasian di DPR agar dapat segera disahkan.
Sementara itu Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan koperasi adalah amanat konstitusi sekaligus sokoguru perekonomian nasional.
Menurutnya program ini mengintegrasikan materi koperasi ke dalam mata pelajaran yang sudah ada sehingga tanpa harus menambah mata pelajaran baru.
“Hari ini kita sedang menanam benih peradaban ekonomi masa depan. Kita sedang menyiapkan jutaan anak-anak Jawa Tengah agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, mandiri,” kata Ahmad Luthfi.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jateng Eddy S. Bramiyanto menambahkan proses penyusunan Program Insersi Pendidikan Perkoperasian ini secara bertahap dan kolaboratif sejak Triwulan IV Tahun 2025.
“Melalui sinergi yang kuat, Jawa Tengah akan menjadi pelopor pendidikan perkoperasian yang terintegrasi dalam pembelajaran, ” ucapnya. **




