Penyaluran KUR Hingga Juli 2026 Capai Ro 159,8 Ttiliun dan Jangkau 2,5 Juta Debitur atau 54,2% dari target nasional sebesar Rp 295 triliun.
Globalnetwork.id , JAKARTA — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mencatat tren positif dalam perluasan akses permodalan bagi pelaku usaha domestik.
Hingga 12 Juli 2026, realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara nasional telah menembus Rp 159,8 triliun.
Pencapaian tersebut setara dengan 54,2% dari total target penyaluran nasional yang dipatok pemerintah sebesar Rp 295 triliun untuk sepanjang tahun 2026.
Sekretaris Kementerian UMKM, Loto Srinaita Ginting, menjelaskan bahwa stimulus pembiayaan bersubsidi ini telah disalurkan kepada sekitar 2,5 juta debitur UMKM di seluruh Indonesia.
Dari jumlah tersebut, penambahan pelaku usaha baru yang tersentuh akses perbankan mencatatkan raport yang cukup tinggi.
Dari jumlah tersebut, 1,1 juta merupakan debitur baru atau 83,5% dari target tahun ini.
“Sementara debitur graduasi (UMKM yang naik kelas) mencapai 511.208 debitur atau 46,2% dari target,” ungkap Loto dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta, Senin (13/7).
Lebih lanjut Loto mengatakanPada tahun anggaran 2026, pemerintah memang memperketat alokasi KUR.
dengan mengarahkan minimal 65% dari total dana ke sektor-sektor produktif, seperti pertanian, kelautan, industri pengolahan, dan jasa produksi.
Hingga pertengahan Juli ini, penyaluran ke sektor produksi tercatat sudah mencapai Rp 103,2 triliun atau merepresentasikan 64,6% dari target.
Manajemen Kementerian UMKM optimistis porsi sektor produktif ini akan terus merangkak naik
dan mampu melampaui ambang batas psikologis 65% dalam beberapa bulan ke depan.
Sebagai informasi, program KUR menyediakan plafon pinjaman modal kerja dan investasi.
bagi pelaku usaha mikro hingga menengah dengan batas maksimal pinjaman mencapai Rp 500 juta per debitur. **




