Kemenkop, Kementan, dan LPDB Koperasi Satukan Langkah Perkuat Ekosistem Gula Nasional dari Koperasi

Globalnetwork.id , SEMARANG – Upaya memperkuat kemandirian industri gula nasional terus dipercepat melalui penguatan koperasi petani tebu. Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi bersama Kementerian Koperasi menggelar Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Dana Bergulir Koperasi sekaligus dengan Rembuk Petani Tebu Rakyat dalam Penguatan Ekosistem Industri Gula melalui Sinergi Koperasi, LPDB Koperasi, dan PT PG Rajawali I di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto, Direktur Pembiayaan Syariah LPDB Koperasi Ari Permana, Direktur Umun dan Hukum LPDB Koperasi Deva Rachman, PT PG Rajawali I, serta diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri dari pengurus dan manajer 50 koperasi petani tebu dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Barat.

Forum ini menjadi langkah konkret memperkuat tata kelola koperasi petani tebu sekaligus membangun rantai pasok industri gula nasional yang terintegrasi, mulai dari petani, koperasi, pembiayaan, hingga offtaker industri.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari transformasi koperasi petani tebu agar mampu menjadi kelembagaan ekonomi yang semakin profesional, produktif, dan memiliki daya saing tinggi.

“Kami memiliki BLU LPDB Koperasi sebagai lembaga yang akan mempercepat proses transformasi agar koperasi-koperasi petani tebu semakin produktif dan profesional. LPDB Koperasi tidak hanya menyalurkan dana bergulir, tetapi juga membangun kapasitas koperasi melalui program inkubasi, pendampingan, dan peningkatan tata kelola sehingga koperasi menjadi lembaga yang sehat dan mampu memperbesar skala usahanya,” ujar Ferry.

Menkop Apresiasi LPDB Koperasi

Menurutnya, sosialisasi dan bimbingan teknis yang dilaksanakan LPDB Koperasi menjadi langkah awal dalam memperkuat koperasi petani tebu di berbagai daerah.

“Saya mengapresiasi LPDB Koperasi yang mendampingi koperasi petani tebu agar semakin baik tata kelolanya, meningkat produksinya, kemudian hasil panennya dapat di-offtake oleh PT PG Rajawali I. Selanjutnya gula yang dihasilkan diharapkan menjadi produk yang diprioritaskan untuk dipasarkan melalui gerai-gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” katanya.

Ferry menambahkan, sinergi antara Kementerian Koperasi dan Kementerian Pertanian akan terus diperkuat sebagai bagian dari implementasi visi Presiden Prabowo Subianto dalam membangun koperasi sebagai pilar ekonomi nasional.

“Pak Presiden memberikan perhatian besar terhadap koperasi sebagai badan usaha rakyat yang mampu berjalan berdampingan dengan BUMN maupun swasta. Karena itu, kami akan merajut sinergi yang semakin kuat antara Kementerian Koperasi dan Kementerian Pertanian agar mampu menghadirkan solusi nyata bagi sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Swasembada Gula Konsumsi

Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menegaskan Indonesia telah berhasil mencapai swasembada gula konsumsi. Tantangan berikutnya adalah memenuhi kebutuhan gula industri dan bioetanol melalui peningkatan produktivitas petani tebu.

“Arahan Presiden jelas, seluruh kebutuhan gula konsumsi maupun gula industri secara bertahap harus mampu dipenuhi dari dalam negeri. Bahkan ke depan kebutuhan bioetanol untuk program E10 dan E20 juga akan berasal dari tebu. Kesempatan ini sangat besar karena Indonesia memiliki lahan yang luas, tanah yang subur, dan petani yang sangat rajin. Yang dibutuhkan sekarang adalah dukungan yang terintegrasi,” ujarnya.

Menurut Sudaryono, peningkatan produktivitas lahan dan rendemen menjadi kunci agar produksi gula nasional semakin efisien tanpa mengurangi kesejahteraan petani.

“Kalau produktivitas per hektare dan rendemen terus meningkat, biaya produksi gula akan semakin rendah sehingga ke depan harga gula bisa semakin kompetitif tanpa mengurangi pendapatan petani. Di sinilah pentingnya koperasi sebagai jalur bisnis yang menghubungkan petani dengan industri dan pasar,” katanya.

Koperasi Pertanian Tebu

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto menegaskan koperasi sektor pertanian tebu memiliki posisi strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung pengembangan industri gula nasional.

“Koperasi di sektor pertanian tebu memiliki peran strategis dalam memperkuat perekonomian masyarakat melalui pengembangan usaha berbasis agribisnis. Dengan kelembagaan yang kuat dan tata kelola yang profesional, koperasi diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat rantai pasok industri gula nasional, serta meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Krisdianto.

Ia menegaskan LPDB Koperasi tidak hanya hadir sebagai penyedia pembiayaan, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam penguatan kelembagaan koperasi.

“Sebagai lembaga pengelola dana bergulir, LPDB Koperasi berkomitmen mendukung koperasi sektor pertanian tebu melalui pembiayaan yang mudah diakses, pendampingan usaha, dan peningkatan kapasitas kelembagaan sehingga koperasi menjadi semakin profesional, produktif, dan berdaya saing,” katanya.

Penyaluran Dana Bergulir

Krisdianto menjelaskan, hingga 30 Juni 2026 LPDB Koperasi telah menyalurkan dana bergulir sebesar Rp22,4 triliun, terdiri atas Rp17,4 triliun untuk skim Simpan Pinjam dan Rp5 triliun untuk skim Sektor Riil.

Sementara sepanjang Januari hingga Juni 2026 realisasi penyaluran mencapai Rp1,07 triliun, dengan rincian Rp313,6 miliar untuk Simpan Pinjam dan Rp760,1 miliar untuk Sektor Riil.

Di sisi lain, penyaluran pembiayaan syariah sejak 2020 hingga 30 Juni 2026 telah mencapai Rp5,5 triliun, sedangkan sepanjang semester I 2026 realisasinya sebesar Rp506,7 miliar, sebagai bagian dari target pembiayaan syariah tahun 2026 sebesar Rp900 miliar.

Lebih lanjut, Krisdianto menjelaskan bahwa kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Dana Bergulir ini dirancang untuk meningkatkan kualitas tata kelola koperasi petani tebu sehingga mampu memenuhi aspek kelayakan pembiayaan dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

“Melalui kegiatan ini kami ingin meningkatkan kapasitas pengurus dan manajer koperasi agar mampu mengelola usaha secara profesional, akuntabel, dan berdaya saing. Dengan tata kelola yang semakin baik, koperasi akan lebih siap mengakses pembiayaan LPDB Koperasi untuk memperbesar kapasitas usahanya,” jelasnya.

Menurut Krisdianto, kolaborasi antara koperasi, pemerintah, lembaga pembiayaan, dan industri menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem gula nasional yang berkelanjutan.

“Penguatan ekosistem bisnis koperasi akan melahirkan koperasi yang sehat, modern, dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat. LPDB Koperasi akan terus hadir mendukung penguatan ekonomi kerakyatan melalui pembiayaan bergulir yang akuntabel, mudah diakses, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan petani serta kemajuan koperasi Indonesia,” tutupnya.

Melalui sinergi antara Kementerian Koperasi, Kementerian Pertanian, LPDB Koperasi, PT PG Rajawali I, dan koperasi petani tebu, pemerintah optimistis industri gula nasional akan semakin kuat, produktivitas petani meningkat, dan cita-cita swasembada gula secara menyeluruh dapat diwujudkan, sekaligus memperkuat peran koperasi sebagai pilar pembangunan ekonomi nasional.**

Kemenkop, Kementan, dan LPDB Koperasi Satukan Langkah Perkuat Ekosistem Gula Nasional dari Koperasi

Related Posts

news-1701

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

SLOT MAHJONG

sabung ayam online

CUAN100

CUAN100

article 10000486

article 10000487

article 10000488

article 10000489

article 10000490

article 10000491

article 10000492

article 10000493

article 10000494

article 10000495

article 10000496

article 10000497

article 10000498

article 10000499

article 10000500

article 10000501

article 10000502

article 10000503

article 10000504

article 10000505

article 10000506

article 10000507

article 10000508

article 10000509

article 10000510

article 10000511

article 10000512

article 10000513

article 10000514

article 10000515

article 10000516

article 10000517

article 10000518

article 10000519

article 10000520

article 10000521

article 10000522

article 10000523

article 10000524

article 10000525

article 10000526

article 10000527

article 10000528

article 10000529

article 10000530

article 10000531

article 10000532

article 10000533

article 10000534

article 10000535

article 10000536

article 10000537

article 10000538

article 10000539

article 10000540

article 10000541

article 10000542

article 10000543

article 10000544

article 10000545

mahjong 000106

mahjong 000107

mahjong 000108

mahjong 000109

mahjong 000110

mahjong 000111

mahjong 000112

mahjong 000113

mahjong 000114

mahjong 000115

mahjong 000116

mahjong 000117

mahjong 000118

mahjong 000119

mahjong 000120

mahjong 000121

mahjong 000122

mahjong 000123

mahjong 000124

mahjong 000125

mahjong 000126

mahjong 000127

mahjong 000128

mahjong 000129

mahjong 000130

mahjong 000131

mahjong 000132

mahjong 000133

mahjong 000134

mahjong 000135

mahjong 000136

mahjong 000137

mahjong 000138

mahjong 000139

mahjong 000140

mahjong 000141

mahjong 000142

mahjong 000143

mahjong 000144

mahjong 000145

mahjong 2990591

mahjong 2990592

mahjong 2990593

mahjong 2990594

mahjong 2990595

mahjong 2990596

mahjong 2990597

mahjong 2990598

mahjong 2990599

mahjong 2990600

mahjong 2990601

mahjong 2990602

mahjong 2990603

mahjong 2990604

mahjong 2990605

mahjong 2990606

mahjong 2990607

mahjong 2990608

mahjong 2990609

mahjong 2990610

mahjong 2990611

mahjong 2990612

mahjong 2990613

mahjong 2990614

mahjong 2990615

mahjong 2990616

mahjong 2990617

mahjong 2990618

mahjong 2990619

mahjong 2990620

mahjong 2990621

mahjong 2990622

mahjong 2990623

mahjong 2990624

mahjong 2990625

mahjong 2990626

mahjong 2990627

mahjong 2990628

mahjong 2990629

mahjong 2990630

article 2000521

article 2000522

article 2000523

article 2000524

article 2000525

article 2000526

article 2000527

article 2000528

article 2000529

article 2000530

article 2000531

article 2000532

article 2000533

article 2000534

article 2000535

article 2000536

article 2000537

article 2000538

article 2000539

article 2000540

article 2000541

article 2000542

article 2000543

article 2000544

article 2000545

article 2000546

article 2000547

article 2000548

article 2000549

article 2000550

article 2000551

article 2000552

article 2000553

article 2000554

article 2000555

article 2000556

article 2000557

article 2000558

article 2000559

article 2000560

article 7700331

article 7700332

article 7700333

article 7700334

article 7700335

article 7700336

article 7700337

article 7700338

article 7700339

article 7700340

article 7700341

article 7700342

article 7700343

article 7700344

article 7700345

article 7700346

article 7700347

article 7700348

article 7700349

article 7700350

article 7700351

article 7700352

article 7700353

article 7700354

article 7700355

article 7700356

article 7700357

article 7700358

article 7700359

article 7700360

article 7700361

article 7700362

article 7700363

article 7700364

article 7700365

article 7700366

article 7700367

article 7700368

article 7700369

article 7700370

article 7700371

article 7700372

article 7700373

article 7700374

article 7700375

article 7700376

article 7700377

article 7700378

article 7700379

article 7700380

article 7700381

article 7700382

article 7700383

article 7700384

article 7700385

article 7700386

article 7700387

article 7700388

article 7700389

article 7700390

article 7700391

article 7700392

article 7700393

article 7700394

article 7700395

article 7700396

article 7700397

article 7700398

article 7700399

article 7700400

article 238000561

article 238000562

article 238000563

article 238000564

article 238000565

article 238000566

article 238000567

article 238000568

article 238000569

article 238000570

article 238000571

article 238000572

article 238000573

article 238000574

article 238000575

article 238000576

article 238000577

article 238000578

article 238000579

article 238000580

article 238000581

article 238000582

article 238000583

article 238000584

article 238000585

article 238000586

article 238000587

article 238000588

article 238000589

article 238000590

mahjong 238000591

mahjong 238000592

mahjong 238000593

mahjong 238000594

mahjong 238000595

mahjong 238000596

mahjong 238000597

mahjong 238000598

mahjong 238000599

mahjong 238000600

mahjong 238000601

mahjong 238000602

mahjong 238000603

mahjong 238000604

mahjong 238000605

mahjong 238000606

mahjong 238000607

mahjong 238000608

mahjong 238000609

mahjong 238000610

mahjong 238000611

mahjong 238000612

mahjong 238000613

mahjong 238000614

mahjong 238000615

mahjong 238000616

mahjong 238000617

mahjong 238000618

mahjong 238000619

mahjong 238000620

article 838000743

article 838000744

article 838000745

article 838000746

article 838000747

article 838000748

article 838000749

article 838000750

article 838000751

article 838000752

article 838000753

article 838000754

article 838000755

article 838000756

article 838000757

article 838000758

article 838000759

article 838000760

article 838000761

article 838000762

article 838000763

article 838000764

article 838000765

article 838000766

article 838000767

article 838000768

article 838000769

article 838000770

article 838000771

article 838000772

mahjong 838000773

mahjong 838000774

mahjong 838000775

mahjong 838000776

mahjong 838000777

mahjong 838000778

mahjong 838000779

mahjong 838000780

mahjong 838000781

mahjong 838000782

mahjong 838000783

mahjong 838000784

mahjong 838000785

mahjong 838000786

mahjong 838000787

mahjong 838000788

mahjong 838000789

mahjong 838000790

mahjong 838000791

mahjong 838000792

mahjong 838000793

mahjong 838000794

mahjong 838000795

mahjong 838000796

mahjong 838000797

mahjong 838000798

mahjong 838000799

mahjong 838000800

mahjong 838000801

mahjong 838000802

article 9998000661

article 9998000662

article 9998000663

article 9998000664

article 9998000665

article 9998000666

article 9998000667

article 9998000668

article 9998000669

article 9998000670

article 9998000671

article 9998000672

article 9998000673

article 9998000674

article 9998000675

article 9998000676

article 9998000677

article 9998000678

article 9998000679

article 9998000680

article 9998000681

article 9998000682

article 9998000683

article 9998000684

article 9998000685

article 9998000686

article 9998000687

article 9998000688

article 9998000689

article 9998000690

article 9998000691

article 9998000692

article 9998000693

article 9998000694

article 9998000695

article 9998000696

article 9998000697

article 9998000698

article 9998000699

article 9998000700

news-1701