Globalnetwork.id, JAKARTA — Kementerian Koperasi (Kemenkop) mendorong koperasi di Indonesia untuk meningkatkan kapasitas usaha hingga mampu menembus pasar global.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah membuka akses promosi dan jejaring internasional melalui pameran China International E-Commerce Industry (CIEIE) Indonesia 2 Sessie di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta.
Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah mengatakan, hasil pendataan dan pendampingan terhadap koperasi di berbagai daerah
menunjukkan masih terdapat tiga tantangan utama agar koperasi dapat naik kelas menjadi pemain global, yakni kualitas sumber daya manusia (SDM), pembiayaan, dan akses pasar.
“Setelah kita keliling di seluruh Indonesia dan mendatabase koperasi-koperasi, ada beberapa tantangan koperasi untuk bisa naik kelas dan menjadi kelas global. Yang pertama adalah SDM-nya, yang kedua pembiayaan, yang ketiga pasar,” ujar Wamenkop saat menghadiri CIEIE Indonesia 2 Sessie di Forum Area Hall C3, JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (4/9).
Menurut Wamenkop, pihaknya menghadirkan sejumlah koperasi binaan dalam ajang tersebut
untuk memperluas peluang bisnis melalui pertemuan antara produsen dengan konsumen maupun antarprodusen.
Pameran internasional menjadi salah satu sarana strategis untuk memperkenalkan produk koperasi ke pasar yang lebih luas.
Ia berharap koperasi yang telah memiliki produk berkualitas dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk menembus pasar ekspor.
Sementara bagi koperasi yang belum masuk pasar global, pameran mampu memberikan inspirasi dan mendorong mereka mempersiapkan diri menjadi pelaku usaha berorientasi ekspor.
Namun, Wamenkop menegaskan bahwa memasuki pasar global membutuhkan kesiapan, terutama dalam memenuhi standar mutu dan sertifikasi internasional.
Karena itu, Kemenkop terus memberikan pendampingan agar koperasi dapat memenuhi berbagai persyaratan yang dibutuhkan.
“Kita dorong koperasi-koperasi yang memang memiliki produk kualitasnya sudah oke, tinggal memenuhi prasyarat sertifikasi-sertifikasi yang kemudian dilayani dan didampingi oleh Kementerian Koperasi agar memenuhi standar tersebut,” katanya.
Ruang Pembelajaran
Selain membuka akses pasar, Farida menyebut pameran internasional juga menjadi ruang pembelajaran bagi koperasi.
Melalui ajang tersebut, koperasi dapat melihat praktik usaha dari pelaku lain yang telah lebih dulu berhasil menembus pasar ekspor.
Ia berharap koperasi yang sudah menjadi eksportir dapat berperan sebagai penggerak bagi koperasi lainnya.
Dengan demikian, akan terbentuk kerja sama antarkoperasi dalam memperluas jaringan bisnis dan mempercepat proses masuk ke pasar global.
“Kalau mereka sudah masuk ke pasar global, sudah bisa menjadi eksportir agar bisa menarik teman koperasinya yang lain.
Sehingga ada kooperatif antara koperasi yang sudah ekspor dengan koperasi-koperasi yang baru mau masuk ke pasar global,” ujar Farida.
Farida menegaskan, pemerintah tengah membangun ekosistem agar kesempatan berkembang tidak hanya oleh sebagian kecil koperasi,
melainkan seluruh koperasi produsen di Indonesia.
Melalui penguatan kapasitas, akses pembiayaan, pendampingan sertifikasi, dan pembukaan pasar global
koperasi mampu tumbuh menjadi kekuatan ekonomi kerakyatan yang berdaya saing internasional.*




