Dah Sampai Bandung
Synergy Roadshow 2026, BPKH dan Bank Muamalat ke Enam Kota. Jakarta, Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan Medan.
Direktur Utama PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Imam Teguh Saptono (berdiri, ketiga kiri) bersama Direktur Bank Muamalat Karno (berdiri, ketiga kanan), Direktur Bank Muamalat Ricky Rikardo Mulyadi (berdiri, kedua kanan) dan SEVP Operations Bank Muamalat Dedy Suryadi Dharmawan (berdiri, kedua kiri) berfoto dengan peserta Synergy Roadshow 2026 di Bandung, Kamis (16/7/2026).
BPKH dan Bank Muamalat menggelar Synergy Roadshow 2026 di enam kota yakni Jakarta, Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Makassar dan Medan. Adapun Bandung menjadi lokasi ketiga penyelenggaraan kegiatan ini.
Forum bersama para pimpinan dan tim penjualan di kantor wilayah dan cabang Bandung ini bertujuan untuk menyampaikan strategi, prioritas bisnis dan arahan manajemen kepada seluruh insan Muamalat dalam rangka peningkatan kemampuan tim.
Sasarannya sangat jelas yakni membangun semangat dan optimisme menghadapi semester kedua tahun ini, di tengah kondisi perekonomian nasional yang menantang dan kondisi global yang masih bergejolak.
Pertumbuhan yang Berkelanjutan
Direktur Utama Bank Muamalat Imam Teguh Saptono menekankan pentingnya pertumbuhan yang berkelanjutan.
Oleh karena itu, bank pertama murni syariah di Indonesia ini menjalankan strategi bisnis yang berfokus pada segmen ritel, baik consumer maupun small medium enterprise (SME), yang terbukti lebih resilien, tanpa mengabaikan pengembangan segmen korporasi yang sehat.
Produk unggulan consumer seperti pembiayaan Solusi Emas Hijrah dan SME mencatat kenaikan yang solid. Pembiayaan Solusi Emas Hijrah melonjak lebih dari 11 kali lipat secara tahunan (year on year/yoy) mencapai Rp1,7 triliun pada akhir Maret 2026. Jumlah rekening nasabah pun meningkat tajam 274% yoy.
Pionir bank syariah di Tanah Air ini juga terus memacu pertumbuhan pembiayaan ke sektor SME. Hingga Maret 2026, outstanding pembiayaan SME nilainya mencapai Rp3,1 triliun, tumbuh 33% dibandingkan tahun sebelumnya.
“SME merupakan sektor yang sangat prospektif untuk dikembangkan karena memiliki peran krusial sebagai penopang stabilitas ekonomi nasional. Sektor ini juga mempunyai manajemen atau penyebaran risiko yang baik,” ujar Imam.




