BTN CETAK KINERJA CEMERLANG, LABA BERSIH SEMESTER I/2026 MELESAT 40,8% DAN NPL TURUN JADI 2,99%

Globalnetwork.id , JAKARTA – Di tengah dinamika ekonomi global, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) berhasil mencatatkan kenaikan laba bersih dan perbaikan kualitas aset pada semester I/2026.

Perseroan mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp2,40 triliun atau tumbuh 40,8% secara tahunan (year-on-year/yoy) per semester I/2026 dari Rp1,70 triliun di periode yang sama tahun lalu.

Sementara non-performing loan (NPL) turun dari 3,3% pada semester I/2025 menjadi 2,99% di semester I/2026.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan kinerja positif tersebut menunjukkan strategi transformasi BTN yang selaras dengan arah transformasi Danantara Indonesia, telah berjalan sesuai target.

Menurut Nixon, BTN tidak hanya terus memperkuat posisinya sebagai pemimpin pembiayaan perumahan nasional, tetapi juga membangun ekosistem layanan keuangan yang terintegrasi guna mendukung program prioritas pemerintah, termasuk Program 3 Juta Rumah, sekaligus memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat.

“Pencapaian ini merupakan hasil dari transformasi selama satu dekade yang secara konsisten kami lakukan. Kami optimistis hingga akhir tahun nanti, kinerja BTN tetap on track melanjutkan catatan positif di paruh pertama tahun ini,” ujar Nixon dalam Konferensi Pers Paparan Kinerja per 30 Juni 2026 di Jakarta, Kamis (16/7).

Transformasi BTN

Nixon menjelaskan transformasi BTN secara bertahap selama lebih dari satu dekade, telah dimulai dari penguatan posisi sebagai housing specialist, dilanjutkan dengan transformasi operasional, hingga kini memasuki fase beyond mortgage untuk membangun ekosistem layanan keuangan yang lebih terintegrasi bagi keluarga Indonesia.

Sejalan dengan arah tersebut, Perseroan juga terus memperkuat fondasi tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan melalui digitalisasi proses, optimalisasi neraca, penguatan pengendalian risiko, serta implementasi AI Governance guna memastikan pertumbuhan yang sehat, tangguh, dan berkelanjutan.

Hingga semester I/2026, BTN mencatatkan penyaluran kredit dan pembiayaan konsolidasi sebesar Rp418,11 triliun, meningkat 11,2% yoy dari Rp376,11 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut ditopang kenaikan di sektor kredit perumahan sebesar 4,8% yoy dari 317,77 triliun menjadi Rp332,88 triliun per Juni 2026 dan lonjakan kredit non-perumahan sebesar 46,1% yoy dari Rp58,34 triliun pada Juni 2025 menjadi Rp85,22 triliun di Juni 2026.

Kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi masih menjadi mesin pendorong kredit perumahan dengan kenaikan sebesar 8,1% yoy dari Rp182,17 triliun menjadi Rp196,96 triliun per Juni 2026.

Selain itu, Kredit Program Perumahan (KPP) yang disalurkan BTN juga tercatat mencapai Rp4,1 triliun per Juni 2026, sejak dirilis pada akhir Oktober 2025.

Kredit Non Perumahan

Untuk peningkatan kredit non-perumahan, lanjut Nixon, mayoritas didukung perluasan penetrasi pada berbagai sektor seperti pendidikan, kesehatan, pemerintahan, lembaga keuangan, hingga ritel.

Perseroan juga menggandeng perusahaan multifinance untuk memperluas pembiayaan kendaraan bermotor sebagai bagian dari strategi diversifikasi bisnis beyond mortgage sekaligus meningkatkan cross selling kepada nasabah eksisting.

Sejalan dengan ekspansi pembiayaan, total aset konsolidasi BTN meningkat dari Rp484,96 triliun menjadi Rp545,16 triliun per semester I/2026 atau tumbuh 12,4% yoy.

Pertumbuhan tersebut mencerminkan semakin kuatnya kapasitas Perseroan dalam mendukung pembiayaan sektor perumahan nasional sekaligus memperluas bisnis pada ekosistem terkait.

Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun BTN juga mencapai Rp433,00 triliun per semester I/2026 atau tumbuh 6,6% yoy dari Rp406,38 triliun di periode yang sama tahun lalu.

Nixon menjelaskan BTN juga terus memperkuat struktur dana murah sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang. BTN telah menggelar berbagai inisiatif seperti akuisisi dana ritel, peningkatan transaksi digital, penguatan payroll, hingga perluasan kerja sama dengan pemerintah daerah dan institusi.

Berbagai inisiatif tersebut berhasil menjaga cost of fund berada di kisaran 3,01% sepanjang semester I/2026.

Menurut Nixon, penguatan struktur pendanaan tersebut menjadi salah satu prioritas utama Perseroan pada tahun ini.

“Kami tidak hanya mengejar pertumbuhan kredit, tetapi juga memastikan pertumbuhan tersebut didukung struktur pendanaan yang semakin kuat sehingga mampu menjaga profitabilitas dan keberlanjutan bisnis Perseroan dalam jangka panjang,” ujar Nixon.

Sejalan dengan penguatan struktur pendanaan, hingga semester I/2026, supperapps Bale by BTN telah digunakan lebih dari 4,3 juta pengguna.

Peningkatan pengguna tersebut didukung lebih dari 344 ribu merchant, lebih dari 14 ribu developer, dan 59 pemerintah daerah. Secara transaksi, jumlah dan nominal transaksi menggunakan Bale by BTN tumbuh masing-masing sebesar 41,6% yoy dan 55,3% yoy per Juni 2026.

Seiring pertumbuhan bisnis, kualitas aset BTN juga terus membaik. Selain NPL yang membaik, perseroan juga sukses menurunkan Loan at Risk (LAR) menjadi 18,6% di semester I/2026 dari 20,2% di periode yang sama tahun lalu.

Per semester I/2026, perseroan juga menekan Cost of Credit (CoC) menjadi 0,7% dari 2,0% di semester I/2025. Perbaikan kualitas aset tersebut mencerminkan keberhasilan BTN dalam menerapkan prinsip kehati-hatian, memperkuat manajemen risiko, serta meningkatkan kualitas portofolio pembiayaan.

“Transformasi yang kami jalankan bukan hanya bertujuan memperbesar bisnis, tetapi membangun fondasi pertumbuhan yang sehat, efisien, dan berkelanjutan.

Dengan kualitas aset yang semakin baik, struktur pendanaan yang semakin kuat, serta ekosistem digital yang terus berkembang, BTN optimistis mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Nixon.

AKUISISI PORTOFOLIO SMBC INDONESIA DONGKRAK NASABAH BTN DAN PERKUAT PROFITABILITAS BTN

Sebagai bagian dari strategi beyond mortgage dan memperkuat pertumbuhan anorganik, BTN telah menyelesaikan akuisisi tahap pertama portofolio kredit pensiun PT Bank SMBC Indonesia Tbk dengan nilai transaksi sekitar Rp12,6 triliun.

Nixon menjelaskan, akuisisi tersebut memperkuat komposisi portofolio kredit non-perumahan BTN sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan baru dengan profil imbal hasil yang lebih tinggi dan risiko yang tetap terjaga. Seluruh portofolio yang diakuisisi merupakan kredit berkualitas (performing loan), sehingga mendukung perbaikan kualitas aset Perseroan dan memberikan kontribusi positif terhadap profitabilitas.

“Strategi beyond mortgage tidak berarti meninggalkan bisnis inti pembiayaan perumahan, tetapi melengkapinya sehingga nasabah BTN bisa mengakses kredit dari masa produktif hingga masa pensiun. Langkah ini juga akan meningkatkan daya tahan bisnis BTN dalam jangka panjang,” ujar Nixon.

BTN juga akan melanjutkan akuisisi tahap kedua pada kuartal III-2026 senilai sekitar Rp7,34 triliun, sehingga secara keseluruhan Perseroan akan mengelola sekitar 344,6 ribu rekening kredit pensiun.

Nixon menjelaskan, melalui strategi pertumbuhan anorganik tersebut, BTN menargetkan porsi kredit non-perumahan meningkat secara bertahap hingga sekitar 30% dari total portofolio kredit dalam lima tahun ke depan, sehingga struktur bisnis Perseroan menjadi semakin seimbang, resilien, dan mampu menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.**

BTN Cetak Kinerja Cemerlang, Laba Bersih Semester I/2026 Melesat 40,8% dan NPL Turun Jadi 2,99%

Related Posts

news-1701

yakinjp

yakinjp

maujp

wild bandito princess starlight perbedaan cara membangun dunia imajinatif permainan

pengguna kota metro membahas mengapa durasi jam bermain tidak menjamin hasil menguntungkan

mahjong ways kabupaten kutai kartanegara mengulas hubungan desain permainan persepsi pola

sweet bonanza kota ternate peran warna cerah menciptakan daya tarik visual

gates of olympus kabupaten serdang bedagai memahami mengapa multiplier tidak sama kepastian hasil

lucky neko kabupaten lampung selatan perpaduan identitas jepang gaya animasi kontemporer

mahjong wins kabupaten kubu raya mengamati kebiasaan berbagi pengalaman melalui media sosial

wild bandito kabupaten pamekasan bagaimana tema petualangan membentuk identitas visual

princess starlight kabupaten banyuasin menelaah pengaruh musik cahaya terhadap pengalaman digital

sweet bonanza kabupaten kutai timur memahami mengapa hasil sebelumnya tidak menentukan hasil berikutnya

mahjong ways kota banjarbaru membedakan fungsi simbol dekoratif simbol fungsional

lucky neko kabupaten indragiri hulu mengkaji daya tarik simbol keberuntungan perspektif budaya

gates of olympus kabupaten aceh tengah menentukan batas hiburan ekspektasi finansial

wild bandito kabupaten buru selatan mengulas fungsi ilustrasi menyampaikan tema permainan

mahjong pgsoft kabupaten konawe menelusuri transformasi unsur tradisional media digital

pemodelan mahjong ways menganalisis konsistensi frekuensi simbol data simulasi

observasi mahjong ways 2 mengkaji variansi outcome serangkaian percobaan

studi gates of olympus mengulas distribusi multiplier berdasarkan sampel hasil putaran

uji sweet bonanza membandingkan frekuensi kombinasi berbagai sesi

analisis starlight princess meninjau pola distribusi freespin melalui data simulasi

pemetaan lucky neko mengamati fluktuasi simbol interval pengamatan berbeda

simulasi pg soft mengkaji keterkaitan variansi frekuensi outcome permainan

kajian pragmatic play memetakan karakteristik distribusi simbol berdasarkan sampel data

observasi microgaming mengkaji sebaran hasil serangkaian percobaan acak

pemodelan playtech mengevaluasi frekuensi aktivasi fitur khusus sampel data

studi netent menganalisis dinamika volatilitas selama periode pengamatan

analisis mahjong wins memetakan sebaran multiplier serangkaian simulasi

uji bonanza gold membandingkan outcome berdasarkan perbedaan interval pengamatan

kajian scatter hitam mengevaluasi frekuensi aktivasi fitur data permainan

studi game online menganalisis pengaruh persepsi risiko terhadap proses pengambilan keputusan

penelitian teknologi informasi 00000001

penelitian teknologi informasi 00000002

penelitian teknologi informasi 00000003

penelitian teknologi informasi 00000004

penelitian teknologi informasi 00000005

penelitian teknologi informasi 00000006

penelitian teknologi informasi 00000007

penelitian teknologi informasi 00000008

penelitian teknologi informasi 00000009

penelitian teknologi informasi 00000010

penelitian teknologi informasi 00000011

penelitian teknologi informasi 00000012

penelitian teknologi informasi 00000013

penelitian teknologi informasi 00000014

penelitian teknologi informasi 00000015

penelitian teknologi informasi 00000016

penelitian teknologi informasi 00000017

penelitian teknologi informasi 00000018

penelitian teknologi informasi 00000019

penelitian teknologi informasi 00000020

penelitian teknologi informasi 00000021

penelitian teknologi informasi 00000022

penelitian teknologi informasi 00000023

penelitian teknologi informasi 00000024

penelitian teknologi informasi 00000025

penelitian teknologi informasi 00000026

penelitian teknologi informasi 00000027

penelitian teknologi informasi 00000028

penelitian teknologi informasi 00000029

penelitian teknologi informasi 00000030

penelitian teknologi informasi 00000031

penelitian teknologi informasi 00000032

penelitian teknologi informasi 00000033

penelitian teknologi informasi 00000034

penelitian teknologi informasi 00000035

penelitian teknologi informasi 00000036

penelitian teknologi informasi 00000037

penelitian teknologi informasi 00000038

penelitian teknologi informasi 00000039

penelitian teknologi informasi 00000040

penelitian teknologi informasi 00000041

penelitian teknologi informasi 00000042

penelitian teknologi informasi 00000043

penelitian teknologi informasi 00000044

penelitian teknologi informasi 00000045

Volatilitas dan Pola Kemenangan di Bandung Memahami Hubungan Keduanya

Cerita Player Semarang saat Menemukan Simbol Scatter Hitam

Gates of Olympus di Makassar Bagaimana Fitur Tumble Membentuk Dinamika Permainan

Mahjong Wins Palembang Menilik Fitur Free Spins yang Paling Dinantikan

Game PG Soft di Yogyakarta Membahas Faktor di Balik Nilai RTP yang Tinggi

Starlight Princess 1000 di Wilayah Denpasar Mengenal Fitur Multiplier x1000

Pola Gacor dan Tips Bermain Aman Pembahasan untuk Komunitas di Malang

Mahjong Ways 3 Pekanbaru Pengalaman Pemain dalam Memahami Fitur Maxwin

Simbol Scatter dan Wild di Balikpapan Perannya dalam Mengaktifkan Fitur Bonus

Memahami Sistem RNG dan Prinsip Keacakan Putaran dalam Game di Pontianak

Mahjong Wins 3 Batam Membahas Kemunculan Scatter Hitam dan Persepsi Keberuntungan

Tren Gacor Mahjong Ways Kembali Menjadi Perbincangan di Kalangan Player Bogor

Mahjong Wins 2 Surakarta Mengulas Fitur Free Spins yang Menarik Perhatian

Gates of Olympus Versi Bandar Lampung Membahas Momen Maxwin Spektakuler

Tingkat Volatilitas dan Hasil Sesi Permainan Kajian dari Kota Padang

Sweet Bonanza 1000 Wilayah Samarinda Mengenal Mekanisme Tumble Beruntun

Angka RTP Harian di Banjarmasin Memahami Informasi untuk Mengenali Karakteristik Game

Simbol Multiplier dan Petir Zeus di Manado Menelusuri Daya Tarik Elemen Visual

Game Modern di Mataram Mengulas Keistimewaan Fitur Cluster Pays

Strategi Membaca Pola Gacor ala Gamers Profesional dalam Perbincangan di Cirebon

Mahjong Ways Bekasi Mengenal Fitur Free Spins dengan Kemunculan Simbol Emas

Mahjong Wins 3 Wilayah Tangerang Mengulas Fenomena Maxwin yang Tidak Terduga

Volatilitas dan Durasi Bermain di Depok Memahami Pengaruh Karakteristik Permainan

Komunitas Serang Berbagi Pengalaman tentang Fitur Scatter Hitam

Starlight Princess di Purwokerto Faktor di Balik Popularitas Fitur Multiplier Besar

Tren Gacor dan RTP Live di Tasikmalaya Membahas Informasi yang Beredar di Komunitas

Mahjong Wins 2 Jambi Mengulas Momen Menegangkan saat Fitur Free Spins Aktif

Mahjong Ways 2 Bengkulu Memahami Kombinasi Simbol dan Mitos tentang Maxwin

Sistem RNG dan Keacakan Simbol pada Game Online Pembahasan dari Cimahi

Tumble Beruntun di Salatiga Memahami Mekanisme Permainan dan Persepsi Kemenangan Besar

informasi terbaru kabupaten belu 00000001

informasi terbaru kabupaten belu 00000002

informasi terbaru kabupaten belu 00000003

informasi terbaru kabupaten belu 00000004

informasi terbaru kabupaten belu 00000005

informasi terbaru kabupaten belu 00000006

informasi terbaru kabupaten belu 00000007

informasi terbaru kabupaten belu 00000008

informasi terbaru kabupaten belu 00000009

informasi terbaru kabupaten belu 00000010

informasi terbaru kabupaten belu 00000011

informasi terbaru kabupaten belu 00000012

informasi terbaru kabupaten belu 00000013

informasi terbaru kabupaten belu 00000014

informasi terbaru kabupaten belu 00000015

informasi terbaru kabupaten belu 00000016

informasi terbaru kabupaten belu 00000017

informasi terbaru kabupaten belu 00000018

informasi terbaru kabupaten belu 00000019

informasi terbaru kabupaten belu 00000020

informasi terbaru kabupaten belu 00000021

informasi terbaru kabupaten belu 00000022

informasi terbaru kabupaten belu 00000023

informasi terbaru kabupaten belu 00000024

informasi terbaru kabupaten belu 00000025

informasi terbaru kabupaten belu 00000026

informasi terbaru kabupaten belu 00000027

informasi terbaru kabupaten belu 00000028

informasi terbaru kabupaten belu 00000029

informasi terbaru kabupaten belu 00000030

informasi terbaru kabupaten belu 00000031

informasi terbaru kabupaten belu 00000032

informasi terbaru kabupaten belu 00000033

informasi terbaru kabupaten belu 00000034

informasi terbaru kabupaten belu 00000035

informasi terbaru kabupaten belu 00000036

informasi terbaru kabupaten belu 00000037

informasi terbaru kabupaten belu 00000038

informasi terbaru kabupaten belu 00000039

informasi terbaru kabupaten belu 00000040

informasi terbaru kabupaten belu 00000041

informasi terbaru kabupaten belu 00000042

informasi terbaru kabupaten belu 00000043

informasi terbaru kabupaten belu 00000044

informasi terbaru kabupaten belu 00000045

informasi terbaru kabupaten belu 00000046

informasi terbaru kabupaten belu 00000047

informasi terbaru kabupaten belu 00000048

informasi terbaru kabupaten belu 00000049

informasi terbaru kabupaten belu 00000050

sumenep cerita perkembangan istilah maxwin percakapan forum mahjong ways

pembaruan grafis pg soft menjadi topik hangat kalangan pengamat digital singaraja

bandung hingga jakarta perjalanan percakapan komunitas mahjong wins indonesia

gianyar mengulas hubungan istilah populer komunitas identitas visual mahjong ways

nuansa asia klasik karya pragmatic play menarik perhatian pengamat kreatif klungkung

bangli membahas kembalinya mahjong wins 3 percakapan simbol naga scatter

amlapura menyoroti perkembangan tampilan grafis mahjong ways 2 sudut pandang desain

forum digital berbagai wilayah indonesia menghidupkan diskusi mahjong ways

badung mengulas alasan scatter hitam mahjong wins 3 memiliki daya tarik visual tersendiri

mataram membandingkan pendekatan pragmatic play pg soft mengolah tema mahjong

komunitas praya menyoroti perubahan pembahasan putaran gratis mahjong ways

selong tren diskusi mahjong wins tengah munculnya game digital baru

kreator konten tanjung mengangkat cerita perkembangan mahjong ways media sosial

sumbawa besar membahas tiga elemen visual mahjong wins 3 ubin emas naga scatter

komunitas digital semarang menelaah pengaruh animasi terhadap identitas game mahjong modern

yogyakarta menjadi sorotan diskusi perpaduan tradisi asia teknologi game

pengamat surabaya mengulas perubahan gaya ilustrasi seri mahjong digital

makassar membahas peran komunitas online menyebarkan tren konten mahjong

medan hingga palembang perbedaan perspektif penggemar terhadap visual mahjong ways

denpasar menyoroti perkembangan narasi budaya asia desain game mahjong kontemporer

sweet bonanza kabupaten pangkajene kepulauan mengenal mekanisme fitur putaran gratis

gates of olympus kabupaten muara enim perpaduan kisah mitologi teknologi animasi modern

lucky neko kota langsa cara simbol tradisional menyesuaikan diri selera generasi digital

wild bandito mahjong ways kabupaten garut perbandingan dua karakter visual berbeda

warga kabupaten lebak mengkaji cara membedakan klaim permainan informasi memiliki bukti

mahjong wins kota tanjungbalai menelaah fungsi simbol membentuk pengalaman visual

mengapa efek cahaya sering muncul fitur bonus pengamatan kabupaten tapanuli utara

lucky neko kabupaten hulu sungai selatan kombinasi karakter animasi ornamen bernuansa emas

gates of olympus kabupaten aceh besar memahami konsep peluang tanpa bergantung ramalan

sweet bonanza kota gorontalo menelusuri peran desain ceria membentuk identitas game

wild bandito kabupaten halmahera utara eksplorasi tema petualangan format interaktif

mahjong pgsoft kabupaten musi banyuasin perubahan pengalaman pengguna saat bermain melalui layar ponsel

princess starlight kota palangka raya mengulas fungsi cahaya elemen penceritaan

lucky neko sweet bonanza perbedaan pendekatan warna membangun identitas desain

warga kabupaten ende menelusuri pengaruh cerita budaya terhadap pembentukan karakter game digital

mengapa pemain lebih mudah mengingat kemenangan besar penjelasan bias ingatan kota madiun

bukan hanya hiburan warga kabupaten bekasi membahas pentingnya memahami batas pengeluaran digital

mahjong ways kabupaten magetan contoh memahami fenomena ilusi pola hasil acak

gates of olympus kota pagar alam menguraikan kesalahpahaman prediksi hasil permainan

warga kabupaten flores timur mengamati pengaruh notifikasi terhadap perhatian pengguna ponsel

sweet bonanza kota sukabumi membahas perbedaan ekspektasi pengguna peluang

wild bandito mahjong wins mengapa perbedaan desain bisa menarik kelompok pengguna beragam

lucky neko kabupaten tanah laut mengkaji simbol keberuntungan perspektif lintas budaya

literasi digital kabupaten sumbawa memahami rtp agar tidak terjebak penafsiran keliru

princess starlight kota tegal menelaah kontribusi tokoh pengalaman hiburan interaktif

news-1701