Jakarta, globalnetwork.id – Upaya Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dalam mengoptimalisasi aset-aset BUMN mulai membuahkan hasil.
,PT PELNI kini telah mengoptimalisasi aset mereka hingga menyisakan 14 persen yang masih dalam kondisi idle.
Bahkan, perusahaan jasa transportasi laut itu kini juga memanfaatkan aset-aset mereka berupa gedung yang tidak terpakai untuk disewakan.
Beberapa gedung di Kota Lama Semarang, kini juga telah dimanfaatkan menjadi resto hingga cafe dari brand ternama.
Direktur Usaha Angkutan Penumpang Pelni, Nuraini Dessy W menjelaskan, pihaknya memiliki sekitar 158 aset di darat.
Tidak semuanya bersifat komersial, karena sebagian digunakan untuk operasional kantor dan sisanya untuk kepentingan komersial.
Perusahaan membuka peluang kerja sama komersial seluas-luasnya untuk mengoptimalkan aset tersebut.
“Tahun ini kami menargetkan lima aset utama bisa disewa, yang berada di Belawan, Padang, Semarang, Balikpapan, dan Ternate,” terang Dessy dalam keterangan tertulis.
Menurut Nuraini, pemanfaatan aset komersial dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari minimarket, coffee shop, UMKM daerah hingga penyewaan untuk perkantoran dan kafe.
Selain aset optimalisasi aset di darat, Pelni juga mulai mengoptimalkan aset di kapal, seperti pemasangan iklan di badan kapal serta membuka peluang tenant komersial di atas kapal.
Sementara itu, Vice President Usaha Komersial Pelni, Berryl A. Insanul Firdaus, menambahkan pihaknya turut mendorong pelaku UMKM untuk berkembang melalui pemanfaatan aset perusahaan.
“Kami menyasar UMKM agar bisa mendapatkan lokasi usaha yang strategis melalui kerja sama ini,” katanya.
Ia mengungkapkan, kontribusi aset terhadap pendapatan perusahaan masih di bawah 10 persen dibandingkan bisnis utama pelayaran.
Meski begitu, optimalisasi aset sudah mulai dilakukan sejak 2024 melalui tahap inventarisasi dan pemetaan potensi, serta mulai menunjukkan progres kerja sama pada 2025.
“Karena keterbatasan anggaran, kami umumnya menggandeng investor yang bersedia melakukan renovasi secara mandiri. Pelni menyediakan aset, sementara biaya renovasi ditanggung penyewa,” jelasnya.(**L




