Ketapang, Globalnetwork.id — Menjelang libur Idul Adha dan long weekend Hari Lahir Pancasila, lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk tetap bergerak dinamis di tengah tantangan cuaca perairan Selat Bali yang berubah cepat dalam beberapa hari terakhir.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan layanan penyeberangan terkendali dengan mengedepankan aspek keselamatan pelayaran secara maksimal.
Perubahan kondisi cuaca di Selat Bali sebelumnya berdampak pada penyesuaian operasional kapal.
terutama saat proses manuver sandar dan bongkar muat yang harus lebih hati-hati.
Situasi tersebut menyebabkan antrean kendaraan di sejumlah titik sekitar pelabuhan.
Namun, ASDP memastikan langkah penanganan cepat dan terukur agar arus kendaraan tetap bergerak.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale menegaskan keselamatan penumpang, awak kapal, dan kendaraan tetap menjadi prioritas utama. “Kami memahami adanya peningkatan waktu tunggu menjadi perhatian pengguna jasa.
Namun dalam kondisi cuaca yang dinamis, seluruh proses pelayanan harus dilakukan dengan prinsip kehati-hatian.
Keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap perjalanan penyeberangan,” ujarnya.
ASDP memastikan evaluasi operasional telah dilakukan secara menyeluruh bersama regulator dan seluruh pemangku kepentingan.
Penguatan prosedur keselamatan pelayaran, pengaturan pola operasi kapal, hingga kesiapsiagaan petugas lapangan terus ditingkatkan agar layanan tetap aman dan lancar.
ASDP juga mengoptimalkan fungsi kantong parkir Bulusan sebagai bagian dari manajemen trafik terpadu yang mampu menampung hingga 400 unit truk logistik.
Selain itu, penambahan personel BKO siaga dititik-titik krusial untuk memastikan arus kendaraan tetap bergerak dan tidak mengalami stagnasi panjang.
ASDP turut memperkuat layanan penyeberangan di lintasan Ketapang–Gilimanuk melalui penambahan armada perbantuan KMP Rodhita.
General Manager ASDP Ketapang, Arief Eko Kurniansjah menegaskan fokus utama adalah menjaga kelancaran distribusi kendaraan secara bertahap dan tertib.
“Antrean yang terbentuk harus tetap bergerak. Itu yang paling penting. Karena itu kami memastikan seluruh pola pengaturan kendaraan berjalan terkoordinasi sehingga kepadatan di area pelabuhan tetap terkendali,” jelasnya.. **




