Jakarta – Analis menilai PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) menjadi salah satu emiten asuransi yang belum mendapatkan apresiasi yang sepadan dari pasar.
Analis KISI Sekuritas Muhammad Wafi mengatakan hal itu Jum’at (5/6) dalam riset terbarunya.
Ia menjelaskan, TUGU merupakan salah satu pemain utama industri asuransi umum Indonesia dengan posisi yang unik.
Baca juga : TUGU Jadi Salah Satu Saham yang Punya Liquidity Provider, Cek Manfaatnya
Keberadaan TUGU untuk mendukung kebutuhan manajemen risiko Pertamina dan hingga kini menjadi bagian penting dari ekosistem Pertamina.
PT Pertamina (Persero) tercatat sebagai pemegang saham pengendali sebesar 58,5%.
Selama lebih dari empat dekade, TUGU berkembang bersama Pertamina dalam mengelola berbagai risiko strategis, mulai dari energi, maritim, hingga aset properti.
Baca juga : Raih Hasil Jasa Asuransi Rp461 M, Ini 3 Sektor Penopang Kinerja TUGU di Q1 2026
Analis Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) menilai hubungan jangka panjang itu menjadi salah satu fondasi penting bagi model bisnis TUGU.
Meski memiliki fondasi bisnis yang kuat, valuasi saham TUGU masih belum mencerminkan nilai intrinsiknya.
Pada saat riset terbit, saham TUGU valuasi hanya 0,44 kali nilai buku, jauh di bawah estimasi nilai wajarnya.
Selain itu, TUGU juga diperkirakan memperoleh manfaat dari portofolio investasinya yang mencapai lebih dari Rp11 triliun.
Baca juga : FUNDAMENTAL TERJAGA, TUGU INSURANCE BUKUKAN LABA Rp265,62 MILIAR DI KUARTAL I-2026
Dari sisi imbal hasil bagi pemegang saham, TUGU juga menawarkan daya tarik. Perseroan membagikan dividen Rp100 per saham dari laba tahun buku 2025, setara dengan dividend yield sekitar 8,6%.
Riset KISI tersebut memberikan rekomendasi beli saham TUGU dengan target harga di Rp1.800 per saham. **




