Jakarta, Globalnetwork.id — Menyambut rangkaian long weekend nasional di bulan Mei Juni, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memperkuat kesiapan layanan di empat pelabuhan utama nasional, yakni Merak, Bakauheni, Ketapang, dan Gilimanuk.
Langkah ini untuk memastikan arus mobilitas masyarakat dan distribusi logistik tetap berjalan lancar, aman, terkendali.
Baca Juga :Trafik Libur Panjang Ramai, Ferry Jadi Moda Utama Pilihan Masyarakat
Sebelumnya, momentum libur panjang mulai dari Hari Buruh hingga Kenaikan Yesus Kristus tercatat mendorong peningkatan trafik pada lintasan strategis ASDP.
Jalur Merak–Bakauheni masih menjadi lintasan dengan volume pergerakan tertinggi.
Lonjakan penumpang tercatat meningkat lebih dari 60 persen dan kendaraan di atas 40 persen dibandingkan periode normal.
Sementara itu, lintasan Ketapang–Gilimanuk juga sama. Pada arus berangkat, kenaikan tercatat berkisar antara 13,5 persen hingga 36,1 persen. Sedangkan arus balik meningkat sekitar 22,3 persen hingga 24 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat antarwilayah yang terus tumbuh seiring meningkatnya aktivitas perjalanan dan pariwisata domestik.
Baca Juga : ASDP Antisipasi Lonjakan Penumpang pada Long Weekend Hari Buruh
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, menegaskan perusahaan telah melakukan langkah antisipasi secara menyeluruh.
Tujuannya untuk memastikan operasional penyeberangan tetap berjalan optimal selama periode libur panjang.
“Fokus kami bukan hanya menjaga kelancaran arus kendaraan dan penumpang, tetapi juga memastikan aspek keselamatan, kenyamanan, dan pengalaman perjalanan yang lebih baik ,” ujar Heru.
Sebagai langkah antisipatif, ASDP menyiapkan 28 hingga 33 kapal operasional yang menyesuaikan tingkat kepadatan pada masing-masing lintasan.
ASDP juga mengoptimalkan _delaying system_ di sejumlah titik buffer zone untuk mengatur distribusi kendaraan menuju pelabuhan agar antrean tetap terkendali.
Khusus di lintasan Merak–Bakauheni, ada sejumlah rekayasa layanan untuk mengurai kepadatan kendaraan.
Di Pelabuhan Merak, ada skema _one gate system_ guna mendukung kelancaran distribusi kendaraan menuju area pelabuhan.
Dalam kondisi padat hingga sangat padat, kendaraan dari layanan reguler maupun eksekutif, ada mekanisme refund sebagian sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara kendaraan golongan VI, VIII, dan IX akan melalui Pelabuhan BBJ ketika kondisi kepadatan meningkat signifikan.
Baca Juga : Cuaca Dinamis di Selat Bali, ASDP Tingkatkan Kesiapsiagaan Jelang Libur Idul Adha
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menambahkan pada lintasan Ketapang–Gilimanuk, ada perbantuan armada KMP Roditha untuk menjaga kelancaran arus penyeberangan di Selat Bali.
“Kami mengimbau seluruh pengguna jasa untuk membeli tiket secara mandiri melalui platform digital Ferizy dan datang ke pelabuhan sesuai jadwal keberangkatan pada tiket,” jelas Windy.
Dengan berbagai kesiapan diatas , ASDP optimistis layanan penyeberangan selama long weekend nanti dapat berjalan lebih lancar, tertib, dan nyaman bagi seluruh masyarakat. **




