Globalnetwork.id, Ternate — Realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara nasional.
Hngga 25 Juni 2026, mencapai Rp143,2 triliun atau 49,3 persen dari target tahun 2026 sebesar Rp290 triliun.
Pembiayaan tersebut telah menjangkau sekitar 2,2 juta debitur UMKM.
Dari jumlah tersebut, sekitar 1,1 juta merupakan debitur baru, sedangkan 511 ribu telah menjadi debitur graduasi.
Sementara itu, porsi penyaluran KUR ke sektor produksi telah mencapai 64,1 persen, atau hanya sedikit dibawah target tahun 2026 sebesar 65 persen.
Tren ini menunjukkan bahwa pembiayaan KUR semakin fokus untuk memperkuat sektor-sektor produktif yang memiliki nilai tambah tinggi.
“Juga meningkatkan produktivitas usaha, serta menciptakan lebih banyak lapangan kerja,” ungkap Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza, saat Rakor KUR wilayah Indonesia Bagian Timur, Jum’at (26/6) di Ternate Mauku Tengah.
Dalam kesempatan tersebut, Wamen Helvi juga mengingatkan seluruh lembaga penyalur agar bersama-sama mendukung pencapaian target nasional KUR tahun 2026, yaitu penyaluran sebesar Rp290 triliun.
Baca Juga : Wamen Helvi Berharap Rakor KUR Indonesia Timur Perluas Pembiayaan UMKM
Lalu porsi pembiayaan ke sektor produksi minimal 65 persen, sebanyak 1,3 juta debitur baru, dan 1,1 juta debitur graduasi.
Menurutnya, keberhasilan mencapai target tersebut memerlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah.
Lembaga penyalur, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan.
Tujuannya agar akses pembiayaan semakin inklusif, mendorong pertumbuhan usaha.
Serta mempercepat lahirnya UMKM yang tangguh dan berdaya saing. **




