Menjaga Kejayaan Tembakau Deli PTPN I (Persero)
Globalnetwork.id, MEDAN – Dewan Komisaris dan Direksi PTPN I (Persero) bergerak cepat memperkuat lini operasional di wilayah kerja Regional 1.
Langkah strategis ini melalui kunjungan kerja sekaligus rapat koordinasi intensif pada Kamis (18/6/2026), guna memastikan pencapaian target finansial serta menjaga kelestarian Tembakau Deli yang legendaris.
Hadir langsung dalam agenda tersebut jajaran Dewan Komisaris PTPN I, yakni Sultan Adil Hendra, Anita Ariyani, dan Noor Ida Khomsiyati.
Mendampingi mereka , Direktur Keuangan PTPN I Doni P. Gandamihardja, serta sambut oleh jajaran manajemen Regional 1 yaitu Regional Head Wispramono di kawasan Kebun Tembakau dan Kantor Regional 1.
Rangkaian kerja awali dengan peninjauan langsung (on the spot) ke area perkebunan untuk melihat dari dekat proses budi daya Tembakau Deli.
Tembakau Deli adalah warisan sejarah dengan reputasi global yang harus tetap pertahankan mutu dan eksistensinya di pasar internasional.
“Oleh karena itu, efisiensi operasional dan ketepatan agronomis harus terus tingkatkan demi mengamankan target laba korporasi,” ujar Komisaris Independen Sultan Adil Hendra.
Usai memantau kondisi fisik kebun, rombongan melanjutkan agenda dengan rapat evaluasi kinerja keuangan di Kantor Regional 1.
Baca Juga : PTPN I (Persero) Perkuat Rantai Pasok Kopi Global
Direktur Keuangan PTPN I Doni P. Gandamihardja menekankan pentingnya disiplin fiskal dan optimalisasi pendapatan dari seluruh lini bisnis.
Juga percepatan program-program strategis yang mampu mendongkrak profitabilitas Regional 1 secara berkelanjutan.
Regional Head Regional 1 Wispramono memaparkan progres terkini mengenai optimalisasi operasional serta rencana pengembangan komoditas ke depan.
Seluruh perumusan langkah taktis wajib mengacu pada prinsip GCG guna memastikan keberlanjutan usaha perkebunan yang bernilai tinggi ini.
Melalui sinkronisasi kebijakan antara Dewan Komisaris, Direksi, dan manajemen operasional tingkat regional ini.
PTPN I optimistis mampu mengawal transformasi bisnis yang bersih, akuntabel, dan berdaya saing tinggi, sekaligus memberikan kontribusi optimal bagi perekonomian nasional. (*)



