Jejak Syarikat Islam Jadi Akar Penguatan Ekonomi Melalui Koperasi
Globalnetwork.id, BANJARNEGARA – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono kembali menegaskan, perjuangan membangun ekonomi bangsa kini bertumpu pada tiga pilar kekuatan, yakni ekonomi syariah, koperasi, serta pengelolaan zakat dan wakaf.
“Ketiga kekuatan ini kini tumbuh bersamaan dan berakar kuat di lingkungan Syarikat Islam (SI), sehingga diharapkan mampu mengangkat peran SI dari sekadar kelompok masyarakat menjadi kekuatan ekonomi yang membanggakan umat,” kata Menkop saat memberikan ‘Arahan dan Kajian Ekonomi Keumatan Pada Acara Kajian Slapanan Ahad Pon SI’ di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah (Jateng), Minggu (13/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Menkop Ferry didampingi Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Destry Anna Sari serta dihadiri beberapa tokoh seperti, Wakil Ketua Dewan Pusat SI KH. Barna Soemantri, Wakil Sekretaris Jenderal SI Yudhi Irsyadi Syafii, Wakil Sekretaris Jenderal Si Hablul Mawadi, serta para pengurus serta Pimpinan Cabang SI Banjarnegara.
Semangat Pendiri SI
Menkop mengatakan, dengan semangat yang diturunkan dari pendiri Syarikat Dagang Islam, Menkop optimistis cita-cita menjadikan SI sebagai organisasi yang besar dengan kekuatan ekonomi yang luar biasa dapat tercapai, seiring dukungan dan doa seluruh masyarakat.
“Akar koperasi di Indonesia tidak dapat dipisahkan dari perjuangan tokoh-tokoh Syarikat Islam. Sejak tahun 1913, Syarikat Dagang Islam telah merintis berdirinya koperasi,” ungkapnya.
Di Surabaya, Haji Umar Said Cokroaminoto, Ketua Umum pertama SI mendirikan Koperasi Setia Budi Utama, yang kemudian menjadi rintisan tumbuhnya koperasi-koperasi serupa di berbagai wilayah
. “Bung Hatta kemudian melanjutkan semangat tersebut dan memasukkannya ke dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945. Beliau pun ditetapkan sebagai Bapak Koperasi Indonesia pada Kongres Koperasi Kedua di Bandung tahun 1952,” papar Menkop.
Bahkan, kata Menkop, posisi Menteri Koperasi saat ini yang dijabatnya adalah bukanlah kebetulan semata, melainkan kelanjutan perjuangan para pendiri.
Dirinya berterima kasih kepada kaum SI yang telah merintis berdirinya koperasi di Indonesia. Kini, cita-cita para pendiri akan dilanjutkan dan buktikan. “Koperasi mampu memberi manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat, menciptakan keadilan,” ujarnya.
Menkop Ferry menyampaikan, di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, pengembangan koperasi menjadi prioritas utama. Ia menekankan, koperasi tidak boleh lagi hanya bergerak di bidang simpan pinjam. Kini koperasi didorong kembali masuk ke sektor produksi, distribusi, dan industri.
“Kami juga memohon doa dan dukungan agar langkah pengembalian koperasi sebagai tulang punggung ekonomi rakyat dapat berjalan lancar, demi mewujudkan keadilan ekonomi,” ucapnya.**




