Anak Usaha Perseroan di Australia Jalan, BUMI Siap Panen
Globalnetwork.id, JAKARTA – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kembali mencatat perkembangan positif dalam strategi diversifikasi bisnisnya.
Anak usaha perseroan di Australia, Wolfram Limited, mengumumkan bahwa pengembangan proyek tambang Mt. Carlton di Queensland berjalan lebih cepat dari jadwal.
Aktivitas penambangan bawah tanah (underground mining) dan akses terhadap bijih berkadar lebih tinggi mulai produksi.
Hal itu setelah Menteri Pertambangan Queensland, Hon. Dale Last MP, meresmikan kembali operasional proyek Mt. Carlton pada 30 Juni 2026.
Peresmian tersebut menjadi tonggak penting dalam menghidupkan kembali salah satu aset emas, perak, dan tembaga terbesar di kawasan tersebut.
Baca Juga : Proyek Emas BUMI di Australia Jalan Lebih Cepat, BUMI Diuntungkan
Saat ini, proyek kembali mencapai tonggak baru dengan mulainya aktivitas penambangan bawah tanah.
Operasi tersebut menghasilkan bijih berkadar lebih tinggi sehingga dapat meningkatkan profil produksi Wolfram pada periode-periode mendatang.
Analis menilai percepatan pengembangan proyek tersebut menjadi indikator bahwa eksekusi operasional berjalan sesuai rencana.
Masuknya operasi underground merupakan milestone penting karena menunjukkan proyek berkembang lebih cepat dari target.
“Akses terhadap high-grade ore berpotensi meningkatkan produktivitas sekaligus memberikan leverage terhadap margin operasi,” ujar Cliff Nathaniel analis Panin Sekuritas.
Perkuat Transformasi BUMI
Menurut Cliff, perkembangan di Mt. Carlton semakin memperkuat transformasi BUMI menjadi perusahaan SDA yang memiliki eksposur lebih luas terhadap logam mulia dan logam dasar.
“Kami melihat ini memiliki nilai strategis karena dapat mengurangi ketergantungan terhadap siklus batu bara,” kata analis.
Analis menilai keberadaan kontrak penjualan konsentrat selama tujuh tahun dengan Glencore turut memberikan visibilitas terhadap pemasaran hasil produksi.
Hal ini mampu mengurangi risiko komersial pada tahap awal pengembangan proyek sekaligus mendukung keberlangsungan arus kas operasional.
“Ke depan, pasar akan mencermati potensi peningkatan volume produksi dari tambang bawah tanah, serta besarnya kontribusi proyek Mt. Carlton terhadap kinerja konsolidasi BUMI.” Ujar Cliff. **




