Jakarta, Globalnetwork.id- Media Asuransi memberikan penghargaan Unitlink Award 2026 di industri asuransi jiwa dimana sebanyak 58 produk unitlink terpilih sebagai unitlink dengan kinerja terbaik. Secara keseluruhan ada 468 produk unitlink dari 35 perusahaan asuransi jiwa yang berhasil lolos dalam pemeringkatan untuk memperebutkan predikat unitlink berkinerja investasi terbaik tahun ini. Terjadi peningkatan dari tahun lalu, dimana ada 438 produk unitlink dari 33 perusahaan yang ikut pemeringkatan.
Berita Terkait :
Sebanyak 28 CEO Perusahaan Asuransi dan Reasuransi Raih CEO Award 2026 Media Asuransi
Penghargaan yang diserahkan untuk 21 perusahaan asuransi jiwa (konvensional dan syariah) tersebut diselenggarakan secara offline di Candi Singasari Ballroom, Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa, 21 April 2026. Berdasar data Lembaga Riset Media Asuransi (LRMA) sebenarnya jumlah produk unitlink yang saat ini beredar di pasaran dan jumlah asuransi yang memasarkan jauh lebih banyak, namun sebagian dari produk-produk tersebut tidak lolos persyaratan untuk ikut dinilai.
Dalam rapat perdana tanggal 10 Desember 2025, Dewan Juri memutuskan untuk tetap mempertahankan persyaratan penilaian seperti yang telah dilakukan dalam lima tahun terakhir, yakni sejak Unitlink Award 2022. Dewan Juri Unitlink Award 2026 menetapkan tiga syarat sebuah fund unitlink dapat diikutkan dalam pemeringkatan kali ini.
Pertama, produk tersebut sudah ada (dipasarkan) selama dua tahun terakhir atau paling lambat pada 30 Desember 2023 dan masih dipasarkan hingga 30 Desember 2025.
Kedua, selama dua tahun tersebut, 30 Desember 2023 hingga 30 Desember 2025, produk tersebut tidak menunjukkan anomali pergerakan atau anomali pertumbuhan NAB (nilai aktiva bersih).
Ketiga, perusahaan yang memiliki atau memasarkan produk tersebut tidak terlibat kasus hukum yang telah diputuskan oleh pengadilan dan berkekuatan tetap/mengikat atau tidak mendapat sanksi Pembekuan Kegiatan Usaha (PKU) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dewan Juri Unitlink Award 2026 Media Asuransi dalam rapat tanggal 27 Januari 2026, memutuskan bahwa produk unitlink dari unit syariah asuransi jiwa, tetap dinyatakan memenuhi syarat selama perusahaan induknya belum menyatakan secara resmi akan mengalihkan portofolionya ke perusahaan asuransi syariah yang lain.
Dewan Juri Unitlink Award 2026 Media Asuransi juga memutuskan untuk mengelompokkan produk unitlink yang ada berdasar jenis fund masing-masing. Pengelompokan ini untuk membuat penilaian menjadi lebih fair, karena masing-masing produk dibandingkan dengan produk lain yang memiliki karakteristik serupa.
Pertama saya ingin menyampaikan ucapan selamat kepada bapak dan ibu para pemenang. Tentunya kemenangan ini telah membuktikan kinerja tahun 2025 lalu sangat baik, jelas Plt. Direktur PT Media Asuransi Indonesia S. Edi Santosa dalam sambutannya mengatakan dalam beberapa tahun terakhir pamor unitlink agak menurun. Sebagaimana terjadi di negara-negara Eropa sejak dua dekade terakhir, masyarakat Indonesia saat ini cenderung memilih produk pelindungan tradisional. Hal ini antara lain terkonfirmasi dari cenderung terus meningkatnya proporsi premi asuransi tradisional di industri asuransi jiwa.
“Namun, unitlink dengan karakteristik produknya yang menggabungkan proteksi dan investasi, tetap diminati masyarakat. Oleh karena itu, Media Asuransi menganggap penting untuk memberikan penghargaan kepada perusahaan-perusahaan asuransi jiwa yang telah memasarkan produk unitlink dan mampu menjaga return investasinya tetap bagus, tambahnya.
Pengelompokan jenis fund unitlink yang dilakukan penilaian ada 12, yakni:
Saham berdenominasi Rupiah (117 produk)
Campuran berdenominasi Rupiah (64 produk)Pendapatan Tetap Berdenominasi Rupiah (65 produk) Pasar Uang berdenominasi Rupiah (34 produk)
Saham berdenominasi Dolar (45 produk)
Campuran berdenominasi Dolar (17 produk) Pendapatan Tetap Berdenominasi Dolar (31 produk) Pasar Uang berdenominasi Dolar (5 produk) Saham Syariah berdenominasi Rupiah (35 produk)Campuran Syariah berdenominasi Rupiah (23 produk) Pendapatan Tetap Syariah berdenominasi Rupiah (17 produk) Pasar Uang Syariah berdenominasi Rupiah (15 produk)
Indikator dan Cara penilaian:
Pertumbuhan NAB Fund Unitlink. Penilaian berdasar ranking pertumbuhan NAB fund unitlink di masing-masing kelompok berdasar jenis fund, menggunakan perhitungan yang dinormalisasi dengan standar normal.
Sharpe Ratio. Penilaian sharpe ratio ini untuk mengukur Risk Adjusted Return. Semakin tinggi angka sharpe ratio, semakin bagus.
Standar Normal. Setelah itu digunakan perhitungan yang dinormalisasi dengan standar normal dan dikalikan bobot, yakni untuk pertumbuhan NAB (memiliki bobot 60 persen) dan sharpe ratio (bobotnya 40 persen).
Nilai Total. Ini merupakan nilai dari penjumlahan nilai pertumbuhan NAB dan nilai sharpe ratio. Ranking atau peringkat unitlink kemudian disusun berdasar nilai total ini. Fund unitlink yang memiliki nilai total terbesar, menduduki peringkat teratas diikuti dengan yang memiliki nilai lebih kecil berada pada peringkat di bawahnya. (jef)




