Tobelo Halmahera Utara, Globalnetwork.id – Kemenkop meluncurkan program kolaborasi strategis bersama akademisi melalui kegiatan bertajuk “Generasi Muda Penggerak Koperasi Masa Depan”. Agenda ini dirangkaikan dengan pembekalan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hein Namotemo (UNHENA) yang berlangsung di Tobelo, Jumat (17/4).
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi, Destry Anna Sari, serta dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Halmahera Utara dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Maluku Utara. Program ini dirancang untuk memperkuat peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) melalui keterlibatan aktif generasi muda dalam meningkatkan literasi koperasi di tingkat akar rumput.
Sebanyak 150 mahasiswa UNHENA disiapkan untuk diterjunkan ke berbagai desa di wilayah Kabupaten Halmahera Utara selama dua bulan ke depan. Para mahasiswa ini akan dibagi ke dalam 15 kelompok kerja yang masing-masing akan mendampingi dan melaksanakan program KKN di 15 KDKMP yang tersebar di wilayah tersebut.
“Tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas mahasiswa agar mampu mendorong literasi koperasi di tengah masyarakat. Kami ingin menciptakan sinergi yang kuat antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat desa,” ujar Destry.
Dalam sesi diskusi panel bertajuk “Kebijakan Pemerintah Daerah dalam Mendukung Literasi Perkoperasian pada Generasi Muda”, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Halmahera Utara memaparkan peta jalan dukungan pemerintah bagi pemuda. Sesi ini diperkuat dengan pemaparan dari dosen UNHENA mengenai peran strategis kampus dalam penguatan KDKMP, serta berbagi pengalaman praktis dari Ketua Koperasi Union Pembaruan GMIH mengenai peran koperasi sebagai wadah pemberdayaan ekonomi.
Keterlibatan mahasiswa diharapkan menjadi katalisator bagi warga desa untuk lebih memahami manfaat berkoperasi. Melalui pendampingan ini, mahasiswa tidak hanya berperan dalam meningkatkan literasi koperasi, tetapi juga mendampingi koperasi dalam mengidentifikasi dan mengembangkan potensi lokal menjadi unit usaha baru yang produktif dan berkelanjutan.
Dengan pengalaman tersebut, mahasiswa diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri serta memiliki jiwa kewirausahaan. Mereka tidak hanya dipersiapkan sebagai pencari kerja, tetapi juga sebagai penggerak dan pencipta lapangan kerja di tengah masyarakat.
Destry menyampaikan bahwa program ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang Kemenkop dalam memastikan koperasi tetap relevan bagi generasi muda. Dengan hadirnya mahasiswa di tengah KDKMP, diharapkan terjadi transformasi digital maupun manajerial yang dapat memberikan dampak nyata bagi pengembangan ekonomi desa yang berkelanjutan. (**)
Berita Terkait:
Wamenkop Ajak Warga Gayo Lues Aceh Bersatu Memajukan Kopdes Merah Putih
Menkop: KDKMP Jadi Instrumen Utama Mengubah Arah dan Kebijakan Ekonomi Berbasis Konstitusi




