Tobelo,Halmahera Utara,Globalnetwork.id – Kementerian Koperasi (Kemenkop) mengambil langkah strategis dalam memperkuat posisi Halmahera Utara sebagai sentra produksi kelapa nasional. Langkah ini diwujudkan melalui kegiatan bertajuk “Membangun Ekosistem Usaha dan Perluasan Pasar Koperasi” yang digelar di Tobelo, Jumat (17/4).
Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi (Kemenkop), Destry Anna Sari, membuka secara resmi agenda yang mempertemukan pemangku kepentingan kebijakan dengan pelaku usaha koperasi (KDKMP) setempat.
“Kegiatan ini bertujuan mengimplementasikan Peta Jalan Hilirisasi Kelapa 2025–2045 yang dicanangkan Bappenas, sekaligus menyelaraskan program daerah dengan Asta Cita nomor 5 mengenai peningkatan nilai tambah di dalam negeri melalui industrialisasi,” ucap Destry.
Dalam panel diskusi bertajuk “Kebijakan dan Strategi Pengembangan Hilirisasi Kelapa, beserta Skema Kemitraan”, Kepala Bappeda Halmahera Utara memaparkan besarnya potensi kelapa di wilayah tersebut. Pemerintah daerah telah menyiapkan roadmap hilirisasi jangka panjang serta rencana ekspansi ekspor guna memastikan komoditas kelapa memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal.
Selama ini, pemanfaatan kelapa di wilayah tersebut masih menyisakan tantangan lingkungan, di mana sabut kelapa kerap dimusnahkan dengan cara dibakar sehingga memicu polusi udara. Menanggapi hal tersebut, Ketua Asosiasi Sabut Kelapa yang juga Direktur PT Mahligai Indococo hadir memberikan solusi inovatif.
PT Mahligai Indococo memperkenalkan proses bisnis pengolahan sabut kelapa menjadi produk bernilai tambah seperti cocochip dan cocopeat. Inovasi ini disambut antusias oleh 100 perwakilan dari 50 KDKMP yang hadir, karena mampu mengubah limbah menjadi sumber pendapatan baru bagi petani dan koperasi.
Sebagai bentuk komitmen nyata dalam membangun ekosistem, Direktur PT Mahligai Indococo menyatakan akan mengundang lima orang perwakilan untuk mengikuti pelatihan intensif di pabrik mereka yang berlokasi di Lampung. Pelatihan ini diharapkan menjadi cikal bakal terbentuknya tenaga ahli yang akan menggerakkan ekosistem hilirisasi sabut kelapa langsung di Halmahera Utara. Hingga saat ini, tercatat tiga KDKMP telah menyatakan minat serius untuk segera berkolaborasi dan menindaklanjuti kemitraan ini.
Destry menegaskan Kemenkop akan terus mengawal proses kemitraan ini melalui hingga ekosistem usaha benar-benar terbentuk secara mandiri. “Upaya pengawalan ini krusial untuk memastikan bahwa hilirisasi tidak hanya berhenti pada konsep, tetapi memberikan manfaat nyata berupa peningkatan kesejahteraan bagi anggota koperasi dan masyarakat di sekitar sentra produksi,” ucap Destry.
Acara ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Halmahera Utara serta Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Maluku Utara, yang memberikan dukungan penuh terhadap sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan sektor swasta dalam memajukan ekonomi kerakyatan berbasis komoditas unggulan.(**)
Berita terkait:
Kemenkop Gandeng Mahasiswa UNHENA Jadi Penggerak Literasi Koperasi di Desa-Desa Halmahera Utara
Menkop: KDKMP Jadi Instrumen Utama Mengubah Arah dan Kebijakan Ekonomi Berbasis Konstitusi
Wamenkop Ajak Warga Gayo Lues Aceh Bersatu Memajukan Kopdes Merah Putih




