Jakarta, Globalnetwork.id – Dalam rangka meningkatkan kolaborasi dan kerja sama berbagai pihak dalam pengembangan Indonesia _Mass Transit Project_ yang akan dilakukan di wilayah Mebidang dan Cekungan Bandung, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan menyelenggarakan kegiatan _Market Sounding_ Sistem Manajemen Transportasi Cerdas atau _Intelligent Transport System_ (ITS) di Kantor Pusat Kemenhub, Selasa (10/1).
“Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pendalaman dan klarifikasi terhadap berbagai masukan yang telah diterima sebelumnya, sekaligus memastikan bahwa rancangan sistem ITS benar-benar siap diimplementasikan, baik dari sisi teknologi, integrasi antar subsistem, maupun kesiapan operasional,” ungkap Direktur Angkutan Jalan, Muiz Thohir saat membacakan sambutannya.
Ia menuturkan Pemerintah membuka ruang partisipasi yang luas bagi sektor swasta untuk mendukung pembangunan ITS _Bus Rapid Transit_ (BRT) melalui solusi yang inovatif, berkelanjutan, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Adapun, Sistem Manajemen Transportasi Cerdas merupakan proses teknologi informasi, elektronika, dan telekomunikasi yang terintegrasi untuk mendukung perencanaan, pembangunan, pengoperasian, dan pengawasan layanan transportasi jalan yang efektif dan efisien.
Sistem ini tentunya mendukung dan meningkatkan pelayanan angkutan publik dalam menciptakan keamanan, keselamatan dan kenyamanan bagi pengguna angkutan publik serta pengguna jalan lainnya.
“Proyek ini merupakan upaya strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan transportasi publik perkotaan melalui sistem yang andal, terintegrasi, dan berdaya angkut tinggi di wilayah Mebidang dan Cekungan Bandung.
Muiz menambahkan dalam pengembangan BRT, Sistem Manajemen Transportasi Cerdas memiliki peran yang sangat penting. ITS bukan sekadar
penerapan teknologi, tetapi merupakan sistem pendukung utama operasional BRT yang memastikan layanan berjalan efektif, terukur, dan berkelanjutan.
ITS mendukung pengendalian operasi, pengelolaan armada, sistem pembayaran, penyediaan informasi perjalanan secara _real-time_ kepada penumpang, serta pengambilan keputusan berbasis data.
“Kami berharap implementasi ITS pada proyek BRT di Mebidang dan Cekungan Bandung dapat menjadi contoh penerapan sistem transportasi perkotaan yang modern, terintegrasi, dan berbasis data di Indonesia,” pungkasnya.
Turut hadir pada kegiatan ini sebagai narasumber Vice President Intelligent Transportation System Indonesia Prof. Ir. Resdiansyah, Deputy Team Leader Project Management Consultant Pandit Pranggana, sebagai moderator Deputy VP for Transportation – Township Integration ITS Indonesia Silvia Halim, serta dihadiri oleh berbagai _stakeholders_ dan calon investor Sistem Manajemen Transportasi Cerdas BRT. (jef)



