Globalnetwork.id, JAKARTA — Layanan angkutan perintis di seluruh wilayah Indonesia masih tetap beroperasi hingga akhir 2026.
Hal ini untuk menjaga konektivitas terutama di wilayah Terdepan, Terluar, Tertinggal, dan Terpencil (3TP).
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan menegaskan pemerintah terus berkomitmen menghadirkan layanan angkutan perintis.
Baik itu angkutan perintis jalan, angkutan perintis barang, maupun angkutan perintis penyeberangan untuk memperkuat konektivitas wilayah Terdepan, Terluar, Tertinggal, dan Terpencil (3TP).
“ Hal ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam menyediakan akses transportasi terjangkau bagi masyarakat, terutama masyarakat di wilayah 3TP,””
Kami memastikan semua layanan keperintisan tetap berjalan hingga akhir tahun,” tegas Aan di Jakarta, Minggu (19/7).
Aan menilai angkutan perintis berperan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, distribusi logistik, hingga membantu perputaran roda ekonomi di daerah.
Oleh karena itu, Ditjen Hubdat telah mengatur penetapan jaringan trayeknya melalui Keputusan Dirjen Hubdat Nomor KP-DRJD 5188 Tahun 2025 tentang Penetapan Jaringan Trayek Angkutan Orang untuk Penyelenggaraan Angkutan Jalan Perintis Tahun 2026.
313 Trayek di 32 Provinsi
“Pada tahun 2026 ini untuk angkutan jalan perintis, kami menyelenggarakan 313 trayek yang tersebar di 32 provinsi. Layanan angkutan jalan perintis dengan 640 unit bus dengan alokasi anggaran Rp161,2 miliar,” jelasnya.
Pemerintah juga menghadirkan layanan angkutan penyeberangan perintis untuk menghubungkan pulau-pulau serta wilayah yang belum memiliki layanan penyeberangan komersial guna tetap menjaga konektivitas masyarakat.
Ditjen Hubdat pun telah mengatur penetapan layanan angkutan penyeberangan perintis melalui Nomor: KP-DRJD 6697 Tahun 2025 tentang Penetapan Pelayanan Angkutan Penyeberangan Perintis TA 2026.
Angkutan penyeberangan perintis pada tahun 2026 ini melayani 265 lintasan di 24 provinsi. “Ada sekitar 101 kapal untuk menghubungkan dan memperkuat konektivitas antar pulau,” kata Aan.
Angkutan Perintis di NTT
Ditjen Hubdat menegaskan layanan tersebut tetap melayani masyarakat sesuai rencana operasional tahun 2026.
Layanan penyeberangan perintis di NTT masih tetap beroperasi hingga akhir tahun.
” Kami berkomitmen menjaga konektivitas masyarakat melalui angkutan perintis,” ucap Aan.
khusus untuk layanan angkutan penyeberangan Provinsi NTT, pagu anggaran penyelenggaraannya mencapai Rp27.999.545.000.
” Kami berharap konektivitas antar wilayah dapat semakin terjaga, mobilitas masyarakat tetap lancar serta aktivitas ekonomi daerah dapat terus berjalan,” tutup Aan. **




