Operasional Penerbangan di Kualanamu Tetap Berjalan di Tengah Aktivitas Abu Vulkanik Gunung Sinabung

Globalnetwork.id, JAKARTA — Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), terus melakukan pemantauan dan koordinasi terhadap perkembangan aktivitas Gunung Sinabung di Provinsi Sumatera Utara serta potensi dampak sebaran abu vulkanik terhadap operasional penerbangan, khususnya di Bandar Udara Internasional Kualanamu.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menyampaikan bahwa operasional penerbangan di Bandar Udara Internasional Kualanamu berjalan normal (2/9)

“Hasil pemantauan pada hari ini (2/9) pukul 16.00 WIB, tidak terdeteksi adanya abu vulkanik di Bandar Udara Internasional Kualanamu hal ini dibuktikan dengan tidak ditemukenalinya abu vulkanik pada paper test. “Pemantauan abu vulkanik menggunakan paper test dilaksanakan di Bandar Udara Internasional Kualanamu pada pukul 08.00 hingga 16.00 WIB,” ujar Lukman.

Berdasarkan SIGMET (Significant Meteorological Information) yang bersumber dari Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin, pada tanggal 2 September 2026 terpantau aktivitas erupsi Gunung Sinabung dengan sebaran awan abu vulkanik yang teramati hingga ketinggian 14.000 kaki, bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan sekitar 5 knot, dengan intensitas yang diprakirakan tetap atau tidak mengalami perubahan signifikan.

Informasi SIGMET tersebut berlaku pada pukul 12.00 hingga 18.00 WIB tanggal 2 September 2026.

Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam pemantauan keselamatan penerbangan, khususnya terhadap kemungkinan perubahan arah dan kecepatan angin yang dapat memengaruhi pola pergerakan abu vulkanik serta berpotensi berdampak terhadap jalur penerbangan.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara memperoleh informasi perkembangan aktivitas Gunung berapi antara lain dari VAAC Darwin dan Forecaster Stasiun Meteorologi yang selanjutnya menjadi bahan dalam koordinasi dan pengambilan langkah mitigasi bersama penyelenggara bandar udara, maskapai penerbangan, serta pemangku kepentingan terkait.

Abu Vulkanik Tipis di Bandara

Berdasarkan hasil pemantauan,pada tanggal1 September 2026 terdeteksi adanya abu vulkanik tipis pada area parkir pesawat di Bandar Udara Internasional Kualanamu.

Sebagai langkah antisipasi operasional penerbangan di Bandar Udara Internasional Kualanamu sempat dilakukan penutupan pada hari Selasa (1/9) berdasarkan NOTAM A3250/26.

Operasional bandar udara kembali dibuka berdasarkan NOTAM A3254/26 NOTAMC A3251/26, dengan tetap memperhatikan hasil pemeriksaan kondisi aerodrome dan perkembangan informasi abu vulkanik.

Dampak dari penutupan Bandar Udara pada Selasa, (1/9), terdapat 45 penerbangan yang mengalami pembatalan penerbangan dan 6 penerbangan mengalami penjadwalan ulang (reschedule).

“Keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama. Setiap perkembangan aktivitas gunung Sinabung dan pergerakan abu vulkaniknya terus kami pantau secara berkala. Apabila terdapat perubahan kondisi yang berpotensi memengaruhi keselamatan penerbangan, langkah mitigasi akan segera dilakukan sesuai kebutuhan,” tegas Lukman.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara juga menyampaikan bahwa maskapai penerbangan memiliki kewenangan untuk melakukan evaluasi dan assessment terhadap operasional penerbangannya berdasarkan kondisi aktual, termasuk melakukan penyesuaian jadwal, penundaan, maupun pembatalan penerbangan apabila diperlukan untuk memastikan keselamatan penerbangan.**

Operasional Penerbangan di Kualanamu Tetap Berjalan di Tengah Aktivitas Abu Vulkanik Gunung Sinabung

Related Posts

404 Not Found

404

Not Found

The resource requested could not be found on this server!


Proudly powered by LiteSpeed Web Server

Please be advised that LiteSpeed Technologies Inc. is not a web hosting company and, as such, has no control over content found on this site.