Globalnetwork.id,JAKARTA- Direktur Consumer and Commercial Landing Hirwandi Gafar mengatakan, BTN menyiapkan dukungan pembiayaan melalui skema Kredit Pengembang Perumahan (KPP), selain skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Skema KPP ditujukan untuk mendorong pengembang, khususnya developer kecil dan startup developer di daerah, agar lebih siap dalam menyiapkan lahan dan proyek perumahan.Hingga kini, BTN telah bekerja sama dengan lebih dari 10.000 mitra developer di seluruh Indonesia.
“Lebih dari 10 ribu mitra kita di seluruh Indonesia, kita siapin untuk mereka mulai dari mempersiapkan lahan, mempersiapkan proyek, supaya target 210 ribu berjalan. Karena kami melihat segmen pekerja informal sebagai potensi pasar baru bagi rumah subsidi,” ujar Hirwandi, disela BTN Expo 2026 di Jakarta,Sabtu (31/1)
Ia menjelaskan, melalui KPP dan penyempurnaan mekanisme pembiayaan, BTN berupaya memperluas akses KPR subsidi bagi kelompok informal yang sebelumnya relatif sulit menjangkau pembiayaan perumahan.
“Dengan KPP, demand ini justru untuk para pekerja informal kita dorong untuk bisa mereka affordable juga mendapatkan KPR subsidi. Dan juga untuk mendukung usaha mereka juga,” tuturnya.
BTN memproyeksikan pertumbuhan pembiayaan rumah subsidi di 2026 bisa di atas 10%, dengan target penyaluran sekitar 210.000 unit, mencakup 140.000 unit konvensional dan 73.000 unit syariah. BTN juga mempermudah proses KPR menjadi 3 hari dan memperluas akses bagi pekerja informal, memperkuat perannya dalam sektor pembiayaan hunian.(jef)










