Transformasi Danantara Perkuat Kinerja Bisnis InJourney Airports
GLOBALNETWORK.ID – PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports pada Semester I/2026 berhasil membukukan pendapatan usaha Rp10,23 triliun.
Hal ini merupakan keberhasilan Perusahaan dalam meningkatkan kinerjanya di tengah kondisi industri penerbangan yang menghadapi tantangan berat.
Pendorong utama peningkatan pendapatan InJourney Airports berasal dari keberhasilan pengelolaan bisnis non-aeronautika.
Hal ini merupakan dampak dari keberhasilan dalam melakukan beautifikasi di bandara-bandara utama.
termasuk penguatan konsep tenant mixing di area komersial bandara dalam memadukan berbagai tenant yang ada untuk menghadirkan shopping experience terbaik.
Terkait dengan tantangan dalam bisnis aeronautika, InJourney Airports beserta regulator dan para stakeholders bersinergi untuk meningkatkan pembukaan rute penerbangan internasional.
Salah satu upaya adalah mendukung Kementerian Perhubungan dalam pertemuan ASEAN-China Working Group on Regional Air Service Arrangements di Yogyakarta pada 7-9 Juli 2026 dan Routes Asia di Xi’an pada 14-16 April 2026.
Direktur Utama InJourney Airpots Mohammad Rizal Pahlevi mengatakan Danantara terus mendorong InJourney Airports untuk bertransformasi dan membangun portofolio bisnis.
“Berkat transformasi yang dijalankan di bawah Danantara, InJourney Airports tetap dapat menjaga pertumbuhan pendapatan di tengah tantangan global, khususnya peningkatan bisnis non-aeronautika,” ujar Mohammad Rizal Pahlevi.
Bisnis non-aeronautika
Salah satu transformasi adalah penguatan bisnis non-aeronautika melalui pengembangan area komersial dan alat produksi di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang dan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali sejak tahun lalu.
Di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta ada penataan area komersial untuk menghadirkan pengalaman berbelanja terbaik.
Sementara itu, Terminal 1C hadir dengan konsep shopping arcade yang terbuka bagi penumpang maupun masyarakat umum.
Konsep ini ada sistem pemeriksaan keamanan secara desentralisasi, sehingga area komersial dapat diakses sebelum memasuki area terbatas di gate keberangkatan.
Kemudian, area komersial di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dengan konsep single flow serta penyediaan gerai dengan merek-merek ternama.
Bandara I Gusti Ngurah Rai juga telah memperbaiki akses dari/ke dalam bandara dan menyediakan lebih banyak fasilitas pemeriksaan keamanan di security check point.
Pembaharuan ini memberikan waktu lebih bagi penumpang pesawat untuk mendapatkan pengalaman terbaik selama di dalam bandara I Gusti Ngurah Rai.
Adapun Bandara Sultan Hasanuddin Makassar sejak November 2025 telah membuka terminal baru yang ada area komersial modern.
Beroperasinya terminal baru ini menjadikan Bandara Sultan Hasanuddin memiliki kapasitas 15,5 juta penumpang/tahun.
Mohammad Rizal Pahlevi mengatakan kontribusi pendapatan non-aeronautika akan terus naik.
Saat ini kontribusi pendapatan non-aeronautika InJourney Airports mencapai sekitar 38% dari total pendapatan usaha.
“Kami akan terus memperkuat bisnis, baik aeronautika dan non-aeronautika, untuk mencapai struktur pendapatan yang semakin kuat,” jelas Mohammad Rizal Pahlevi.
Di sisi pembiayaan, Injournery Airports telah berhasil menata ulang struktur pembiayaan dari kreditur.
Dampak nyata dari penataan struktur pembiayaan ini adalah beban bunga pada Semester I/2026 turun 10% ketimbang dengan periode yang sama tahun lalu. **




