Bank NTB (Nusa Tenggara Barat) Syariah Kembali Jadi Penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) setelah sempat vakum selama 7 tahun
Globalnetwork.id – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus memperluas akses pembiayaan bagi pengusaha UMKM melalui penguatan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Komitmen tersebut melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pembiayaan (PKP) KUR antara Kementerian UMKM dan Bank NTB Syariah di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (19/6).
Penandatanganan ini sekaligus menandai kembalinya Bank NTB Syariah sebagai penyalur KUR setelah vakum selama tujuh tahun.
Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Usaha Mikro sekaligus Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Riza Damanik, mengatakan bergabungnya kembali Bank NTB Syariah merupakan langkah strategis untuk memperluas jangkauan pembiayaan bagi pengusaha UMKM.
“Alhamdulillah, Bank NTB Syariah kembali sebagai penyalur KUR dan menjadi lembaga penyalur KUR ke-43 secara nasional pada 2026,” ujar Riza.
Kehadiran kembali Bank NTB Syariah akan dapat memperluas akses pembiayaan bagi UMKM sekaligus memperkuat perekonomian daerah,” kata Riza.
Riza menegaskan pemerintah terus mendorong agar penyaluran KUR semakin mengarah kepada sektor produktif yang berdampak terhadap penciptaan lapangan kerjam
“Sektor pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, industri pengolahan pangan, hingga ekonomi kreatif merupakan sektor-sektor yang perlu terus diperkuat.,” katanya.
Baca Juga : Menkop Apresiasi Kopdit Obor Mas NTT sebagai Penyalur KUR Beraset Rp1,5 Triliun
Ketika pembiayaan masuk ke sektor produksi, lapangan kerja akan bertambah dan nilai tambah ekonomi yang dihasilkan daerah juga semakin besar.
Menurut Riza, pembiayaan merupakan salah satu pilar penting dalam ekosistem pemberdayaan UMKM.
Selain akses permodalan, pengusaha UMKM juga memerlukan egalitas usaha, perluasan akses pasar dan digitalisasi, penguatan kemitraan dan rantai pasok.
“Pembiayaan adalah pemicu. Namun keberhasilan UMKM baru terasa ketika ekosistem yang kuat mendukung, sehingga produktivitas meningkat, memberikan dampak nyata masyarakat,” ujarnya.**



