Jakarta, Globalnetwork.id. – PT Pindad (persero) memperkuat kapasitas produksi rantis (kendaraan taktis) Maung dan berbagai produk strategis lainnya.
Ini menyusul perjanjian kredit dengan PT Bank Tabungan Negara (BTN) persero senilai Rp 1,5 triliun .
Direktur Utama Pindad Prof. Sigit Puji Santosa mengatakan dukungan pembiayaan dari BTN akan memperkuat kapasitas produksi Pindad dalam memenuhi berbagai kebutuhan hankamnas.
Dukungan tersebut akan memperkuat kemampuan kami dalam menjalankan berbagai proyek strategis nasional.
Mulai dari produksi kendaraan operasional Maung MV3, amunisi, hingga berbagai produk pertahanan dan keamanan lainnya yang dibutuhkan negara
Ia menambahkan, sinergi antara industri pertahanan dan sektor perbankan nasional menjadi faktor penting dalam mendorong kemandirian industri strategis Indonesia.
Juga sekaligus meningkatkan daya saing produk dalam negeri di pasar global.
Kolaborasi ini menjadi bukti penguatan industri pertahanan membutuhkan dukungan lintas sektor.
” Kami berharap kerja sama dengan BTN dapat terus berkembang untuk mendukung ekspansi bisnis Pindad ,” tutur Sigit.
Baca Juga : BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi
Kendaraan taktis (rantis) ringan buatan Pindad yang punya banyak versi, Maung, sudah memproduksi 3.200 unit, menurut pernyataan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
“Maung telah ada sejak Bapak Prabowo menjadi Menteri Pertahanan dan saat ini produksinya di Pindad telah mencapai 3.200 unit,” kata Teddy dalam siaran resmi, Kamis (7/5).
Maung merupakan rantis sejak 2018, saat itu namanya adalah Bima M-31. Kemudian Menhan saat itu Prabowo melanjutkannya saat menjabat menteri pertahanan pada 2019-2024.**



