Globalnetwork.id (BANDUNG) – Program Inkubasi Bisnis Koperasi Tahun 2026 yang dijalankan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi bersama Pusat Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan (PIBI) IKOPIN mulai menunjukkan perkembangan positif.

Melalui pendampingan terstruktur, sejumlah koperasi peserta program mengalami kemajuan dalam penguatan kelembagaan, pengelolaan keuangan, pengembangan usaha, hingga pemanfaatan teknologi digital.

Perkembangan tersebut menjadi salah satu fokus peninjauan dan evaluasi Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi, Deva Rachman, ke PIBI IKOPIN dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Ganjarsabar bersama dengan (Kementerian PPN/Bappenas).

Kunjungan ini dilakukan untuk melihat secara langsung pelaksanaan sekaligus mengevaluasi progres Program Inkubasi Bisnis Koperasi Tahun 2026 yang merupakan bentuk kemitraan LPDB Koperasi dengan PIBI IKOPIN.

Dalam kesempatan tersebut, Deva menegaskan bahwa program inkubasi tidak boleh hanya berorientasi pada penyelesaian kegiatan secara administratif. Lebih dari itu, program harus mampu menghasilkan perubahan nyata pada kapasitas dan kemandirian koperasi, sehingga ke depan dapat tumbuh secara berkelanjutan serta memiliki kesiapan untuk mengakses pembiayaan.

Menurut Deva, salah satu hal penting dalam pelaksanaan inkubasi adalah memastikan pendampingan disesuaikan dengan potensi dan karakteristik masing-masing koperasi. Setiap daerah memiliki peluang usaha yang berbeda, sehingga pengembangan koperasi perlu bertumpu pada potensi ekonomi lokal, bukan sekadar mengikuti pola usaha yang seragam.

“Program inkubasi ini harus mampu menangkap potensi lokal dari masing-masing koperasi. Kita ingin koperasi tidak hanya mendapatkan pendampingan, tetapi benar-benar berkembang, memiliki usaha yang berjalan, tata kelola yang baik, dan pada akhirnya siap mengakses pembiayaan LPDB Koperasi untuk memperbesar skala usahanya,” ujar Deva.

Pemantauan dan Evaluasi Berkelanjutan 

Ia menambahkan, proses inkubasi juga harus diikuti dengan pemantauan dan evaluasi secara berkelanjutan. Dengan demikian, perkembangan koperasi dapat diketahui secara terukur dan berbagai tantangan yang muncul selama pendampingan dapat segera ditindaklanjuti.

Dalam pelaksanaannya, Program Inkubasi Bisnis Koperasi Tahun 2026 melalui kemitraan dengan PIBI IKOPIN melibatkan 16 koperasi tenant yang berada di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sumedang. Jumlah tersebut terdiri atas 14 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan dua koperasi reguler.

Para tenant mendapatkan pendampingan pada tiga kelompok bidang usaha, yakni perdagangan dan sembako sebanyak 12 koperasi, pertanian dan agribisnis sebanyak tiga koperasi, serta peternakan sebanyak satu koperasi.

Program yang dimulai pada Mei 2026 ini mencakup penguatan kelembagaan dan legalitas, tata kelola usaha, pengelolaan keuangan, digitalisasi, serta fasilitasi akses pembiayaan dan kemitraan. Pendampingan dilakukan melalui coaching, mentoring, asistensi, monitoring, dan evaluasi sesuai kebutuhan masing-masing koperasi.

Hasil monitoring per 18 Oktober 2026 menunjukkan rata-rata capaian Objective and Key Results (OKR) atau indikator kinerja utama 16 koperasi meningkat dari 78,94 persen pada 18 September 2026 menjadi 84,81 persen. Artinya, terdapat peningkatan sebesar 5,88 poin persentase dalam kurun waktu satu bulan.

Dari total 16 koperasi, delapan koperasi telah mencapai OKR minimal 90 persen, dua koperasi berada pada rentang 85–89 persen, empat koperasi mencapai 70–84 persen, sementara dua koperasi lainnya masih berada di bawah 70 persen. Secara keseluruhan, sembilan koperasi mengalami peningkatan capaian dan tujuh koperasi berada pada posisi tetap.

Salah satu contoh perkembangan tersebut terlihat pada KDMP Ganjarsabar. Ketua KDMP Ganjarsabar, Purnama, menyampaikan bahwa pendampingan PIBI IKOPIN memberikan perubahan terhadap pengelolaan administrasi dan tata kelola koperasi yang sebelumnya belum tertata dengan baik.

“Setelah mendapatkan inkubasi dari PIBI IKOPIN, administrasi koperasi kami sekarang jauh lebih rapi. Kami juga sudah menggunakan aplikasi untuk membantu pengelolaan komoditas dan pencatatan keuangan, mulai dari arus kas, jurnal, neraca, hingga perhitungan hasil usaha. Ini sangat membantu kami dalam mengelola koperasi,” ungkap Purnama.

Tidak hanya dari sisi administrasi dan keuangan, pendampingan juga membantu KDMP Ganjarsabar dalam penguatan manajemen serta membangun hubungan usaha dengan distributor. Ke depan, koperasi tersebut berharap dapat mengembangkan skala usahanya melalui dukungan akses pembiayaan dari LPDB Koperasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Bappenas Apresiasi

Sementara itu, Direktur Koperasi dan UMKM Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia (Kementerian PPN/Bappenas) Mahatmi Parwitasari Saronto, mengapresiasi kolaborasi LPDB Koperasi dan PIBI IKOPIN dalam memperkuat kapasitas koperasi melalui pendampingan langsung di lapangan.

Menurutnya, pengembangan koperasi perlu diarahkan agar mampu mengoptimalkan potensi ekonomi daerah dan memperkuat aktivitas produksi. Koperasi diharapkan tidak hanya berperan sebagai distributor atau penyalur barang, tetapi juga mampu mengembangkan kegiatan usaha produktif yang mendorong perputaran ekonomi lokal.

“Kami mendorong agar koperasi dapat mengembangkan usaha berdasarkan potensi yang ada di daerahnya. Tidak hanya menjadi distributor atau penyalur, tetapi juga bagaimana koperasi bisa bergerak di sektor produksi sehingga memberikan nilai tambah dan mendorong berkembangnya ekonomi lokal,” jelas Mahatmi.

Ia juga menekankan pentingnya evaluasi terhadap hasil intervensi program, termasuk melihat dampaknya terhadap perkembangan usaha dan peningkatan omzet koperasi. Hasil pendampingan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bersama untuk penyempurnaan program ke depan.

Direktur PIBI IKOPIN, Deddy Supriyadi, menjelaskan bahwa pengembangan koperasi yang sehat, mandiri, dan berkelanjutan membutuhkan proses pendampingan yang menyeluruh. Penguatan koperasi tidak cukup hanya melalui pemenuhan dokumen kelembagaan, tetapi juga harus menyentuh aspek sumber daya manusia, tata kelola, manajemen usaha, serta kemampuan menangkap peluang pasar.

“Keberhasilan inkubasi bukan hanya diukur dari terlaksananya kegiatan, tetapi sejauh mana koperasi mengalami peningkatan, menjadi lebih baik, lebih sehat, dan mampu memberikan manfaat bagi anggota maupun masyarakat. Karena itu, pendampingan harus berkelanjutan dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing koperasi,” ujar Deddy.

IKOPIN Sambut Baik

Rektor Universitas Koperasi Indonesia (IKOPIN), Prof. Yudi Azis, turut menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, sinergi antara LPDB Koperasi, perguruan tinggi, dan pemerintah menjadi ruang penting untuk memperkuat koperasi melalui pendekatan berbasis data dan kondisi nyata di lapangan. Hasil evaluasi juga diharapkan dapat menghasilkan pembelajaran serta rekomendasi bagi pengembangan koperasi secara lebih luas.

Melalui kemitraan ini, LPDB Koperasi berharap program inkubasi dapat menjadi salah satu instrumen penguatan kapasitas koperasi sebelum memasuki tahap pengembangan usaha dan akses pembiayaan. Koperasi yang memiliki kelembagaan lebih tertata, pencatatan keuangan yang akuntabel, serta model bisnis yang jelas diharapkan memiliki fondasi lebih kuat untuk tumbuh dan berkembang.

LPDB Koperasi sebagai satuan kerja di bawah Kementerian Koperasi terus mendorong penguatan ekosistem koperasi melalui penyaluran dana bergulir, baik konvensional maupun syariah, yang didukung dengan peningkatan kapasitas dan kesiapan usaha koperasi.

Dengan demikian, keberhasilan inkubasi tidak berhenti pada selesainya masa pendampingan, melainkan menjadi titik awal bagi koperasi untuk tumbuh lebih mandiri, memperluas kegiatan usaha, meningkatkan manfaat ekonomi bagi anggota, serta berkontribusi terhadap penguatan ekonomi masyarakat di daerah.**

Perkuat Kapasitas Koperasi, LPDB Koperasi Lakukan Monitoring Program Inkubasi 2026

Related Posts

news-1701

yakinjp

yakinjp

maujp

MAUJP

MAUJP

MAUJP

article 48666670301

article 48666670302

article 48666670303

article 48666670304

article 48666670305

article 48666670306

article 48666670307

article 48666670308

article 48666670309

article 48666670310

article 48666670311

article 48666670312

article 48666670313

article 48666670314

article 48666670315

article 48666670316

article 48666670317

article 48666670318

article 48666670319

article 48666670320

article 48666670321

article 48666670322

article 48666670323

article 48666670324

article 48666670325

article 48666670326

article 48666670327

article 48666670328

article 48666670329

article 48666670330

article 48666670331

article 48666670332

article 48666670333

article 48666670334

article 48666670335

article 48666670336

article 48666670337

article 48666670338

article 48666670339

article 48666670340

article 48666670341

article 48666670342

article 48666670343

article 48666670344

article 48666670345

article 48666670346

article 48666670347

article 48666670348

article 48666670349

article 48666670350

article 48666670351

article 48666670352

article 48666670353

article 48666670354

article 48666670355

article 48666670356

article 48666670357

article 48666670358

article 48666670359

article 48666670360

noticias 000000031

noticias 000000032

noticias 000000033

noticias 000000034

noticias 000000035

noticias 000000036

noticias 000000037

noticias 000000038

noticias 000000039

noticias 000000040

noticias 000000041

noticias 000000042

noticias 000000043

noticias 000000044

noticias 000000045

noticias 000000046

noticias 000000047

noticias 000000048

noticias 000000049

noticias 000000050

noticias 000000051

noticias 000000052

noticias 000000053

noticias 000000054

noticias 000000055

noticias 000000056

noticias 000000057

noticias 000000058

noticias 000000059

noticias 000000060

noticias 000000061

noticias 000000062

noticias 000000063

noticias 000000064

noticias 000000065

noticias 000000066

noticias 000000067

noticias 000000068

noticias 000000069

noticias 000000070

noticias 000000071

noticias 000000072

noticias 000000073

noticias 000000074

noticias 000000075

noticias 000000076

noticias 000000077

noticias 000000078

noticias 000000079

noticias 000000080

noticias 000000081

noticias 000000082

noticias 000000083

noticias 000000084

noticias 000000085

noticias 000000086

noticias 000000087

noticias 000000088

noticias 000000089

noticias 000000090

noticias 000000091

noticias 000000092

noticias 000000093

noticias 000000094

noticias 000000095

noticias 000000096

noticias 000000097

noticias 000000098

noticias 000000099

noticias 000000100

noticias 000000101

noticias 000000102

noticias 000000103

noticias 000000104

noticias 000000105

noticias 000000106

noticias 000000107

noticias 000000108

noticias 000000109

noticias 000000110

noticias 000000111

noticias 000000112

noticias 000000113

noticias 000000114

noticias 000000115

noticias 000000116

noticias 000000117

noticias 000000118

noticias 000000119

noticias 000000120

komunitas praya menyoroti perubahan pembahasan putaran gratis mahjong ways

selong tren diskusi mahjong wins tengah munculnya game digital baru

kreator konten tanjung mengangkat cerita perkembangan mahjong ways media sosial

sumbawa besar membahas tiga elemen visual mahjong wins 3 ubin emas naga scatter

komunitas digital semarang menelaah pengaruh animasi terhadap identitas game mahjong modern

yogyakarta menjadi sorotan diskusi perpaduan tradisi asia teknologi game

pengamat surabaya mengulas perubahan gaya ilustrasi seri mahjong digital

makassar membahas peran komunitas online menyebarkan tren konten mahjong

medan hingga palembang perbedaan perspektif penggemar terhadap visual mahjong ways

denpasar menyoroti perkembangan narasi budaya asia desain game mahjong kontemporer

sweet bonanza kabupaten pangkajene kepulauan mengenal mekanisme fitur putaran gratis

gates of olympus kabupaten muara enim perpaduan kisah mitologi teknologi animasi modern

lucky neko kota langsa cara simbol tradisional menyesuaikan diri selera generasi digital

wild bandito mahjong ways kabupaten garut perbandingan dua karakter visual berbeda

warga kabupaten lebak mengkaji cara membedakan klaim permainan informasi memiliki bukti

mahjong wins kota tanjungbalai menelaah fungsi simbol membentuk pengalaman visual

mengapa efek cahaya sering muncul fitur bonus pengamatan kabupaten tapanuli utara

lucky neko kabupaten hulu sungai selatan kombinasi karakter animasi ornamen bernuansa emas

gates of olympus kabupaten aceh besar memahami konsep peluang tanpa bergantung ramalan

sweet bonanza kota gorontalo menelusuri peran desain ceria membentuk identitas game

wild bandito kabupaten halmahera utara eksplorasi tema petualangan format interaktif

mahjong pgsoft kabupaten musi banyuasin perubahan pengalaman pengguna saat bermain melalui layar ponsel

princess starlight kota palangka raya mengulas fungsi cahaya elemen penceritaan

lucky neko sweet bonanza perbedaan pendekatan warna membangun identitas desain

warga kabupaten ende menelusuri pengaruh cerita budaya terhadap pembentukan karakter game digital

mengapa pemain lebih mudah mengingat kemenangan besar penjelasan bias ingatan kota madiun

bukan hanya hiburan warga kabupaten bekasi membahas pentingnya memahami batas pengeluaran digital

mahjong ways kabupaten magetan contoh memahami fenomena ilusi pola hasil acak

gates of olympus kota pagar alam menguraikan kesalahpahaman prediksi hasil permainan

warga kabupaten flores timur mengamati pengaruh notifikasi terhadap perhatian pengguna ponsel

sweet bonanza kota sukabumi membahas perbedaan ekspektasi pengguna peluang

wild bandito mahjong wins mengapa perbedaan desain bisa menarik kelompok pengguna beragam

lucky neko kabupaten tanah laut mengkaji simbol keberuntungan perspektif lintas budaya

literasi digital kabupaten sumbawa memahami rtp agar tidak terjebak penafsiran keliru

princess starlight kota tegal menelaah kontribusi tokoh pengalaman hiburan interaktif

article 88666670351

article 88666670352

article 88666670353

article 88666670354

article 88666670355

article 88666670356

article 88666670357

article 88666670358

article 88666670359

article 88666670360

article 88666670361

article 88666670362

article 88666670363

article 88666670364

article 88666670365

article 88666670366

article 88666670367

article 88666670368

article 88666670369

article 88666670370

informasi terbaru kabupaten belu 00000021

informasi terbaru kabupaten belu 00000022

informasi terbaru kabupaten belu 00000023

informasi terbaru kabupaten belu 00000024

informasi terbaru kabupaten belu 00000025

informasi terbaru kabupaten belu 00000026

informasi terbaru kabupaten belu 00000027

informasi terbaru kabupaten belu 00000028

informasi terbaru kabupaten belu 00000029

informasi terbaru kabupaten belu 00000030

informasi terbaru kabupaten belu 00000031

informasi terbaru kabupaten belu 00000032

informasi terbaru kabupaten belu 00000033

informasi terbaru kabupaten belu 00000034

informasi terbaru kabupaten belu 00000035

informasi terbaru kabupaten belu 00000036

informasi terbaru kabupaten belu 00000037

informasi terbaru kabupaten belu 00000038

informasi terbaru kabupaten belu 00000039

informasi terbaru kabupaten belu 00000040

informasi terbaru kabupaten belu 00000041

informasi terbaru kabupaten belu 00000042

informasi terbaru kabupaten belu 00000043

informasi terbaru kabupaten belu 00000044

informasi terbaru kabupaten belu 00000045

informasi terbaru kabupaten belu 00000046

informasi terbaru kabupaten belu 00000047

informasi terbaru kabupaten belu 00000048

informasi terbaru kabupaten belu 00000049

informasi terbaru kabupaten belu 00000050

informasi terbaru kabupaten belu 00000051

informasi terbaru kabupaten belu 00000052

informasi terbaru kabupaten belu 00000053

informasi terbaru kabupaten belu 00000054

informasi terbaru kabupaten belu 00000055

informasi terbaru kabupaten belu 00000056

informasi terbaru kabupaten belu 00000057

informasi terbaru kabupaten belu 00000058

informasi terbaru kabupaten belu 00000059

informasi terbaru kabupaten belu 00000060

informasi terbaru kabupaten belu 00000061

informasi terbaru kabupaten belu 00000062

informasi terbaru kabupaten belu 00000063

informasi terbaru kabupaten belu 00000064

informasi terbaru kabupaten belu 00000065

informasi terbaru kabupaten belu 00000066

informasi terbaru kabupaten belu 00000067

informasi terbaru kabupaten belu 00000068

informasi terbaru kabupaten belu 00000069

informasi terbaru kabupaten belu 00000070

informasi terbaru kabupaten belu 00000071

informasi terbaru kabupaten belu 00000072

informasi terbaru kabupaten belu 00000073

informasi terbaru kabupaten belu 00000074

informasi terbaru kabupaten belu 00000075

informasi terbaru kabupaten belu 00000076

informasi terbaru kabupaten belu 00000077

informasi terbaru kabupaten belu 00000078

informasi terbaru kabupaten belu 00000079

informasi terbaru kabupaten belu 00000080

news-1701