Bali , Globalnetwork.id— Menteri Koperasi Ferry Juliantono, menegaskan, koperasi merupakan ujung tombak dalam melakukan transformasi ekonomi pancasila. Sistem ekonomi gotong royong paling sesuai dengan jiwa dan konstitusi UUD 1945, khususnya Pasal 33.
“Bapak Presiden Prabowo Subianto telah menyampaikan keinginan kuat melakukan transformasi ekonomi kembali ke Ekonomi Pancasila,” ujar Menkop Ferry pada acara Peluncuran Koperasi Nasional Laskar Juang Indonesia dan Malam Budaya Hari Lahir Bung Karno di Pitaloka Sanur, Bali, Jumat malam (5/6/2026).
Menkop mengakui tantangan di lapangan tidak ringan. Salah satu adalah maraknya gempuran produk impor, mulai dari kain hingga pakaian bekas.
Menkop mendorong Koperasi Nasional Laskar Juang Indonesia berkolaborasi aktif dengan Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) guna membangun ekosistem produksi yang mandiri.
“Saya mendorong Koperasi Laskar Juang untuk menginisiasi pembukaan lahan perkebunan kapas sendiri, pabrik tekstil, hingga garmen. Kita harus mampu memproduksi bahan baku secara mandiri melalui badan usaha koperasi,” jelas Menkop.
Anggota Komisi XIII DPR RI sekaligus Ketua Koperasi Nasional Laskar Juang Indonesia, Rieke Diah Pitaloka, menyatakan koperasi bukan sekadar tempat mencari keuntungan finansial belaka.
“Koperasi ini lahir bukan untuk memperkaya segelintir orang, melainkan untuk memperkuat rakyat,” kata Rieke.
Koperasi harus hadir mengorganisir petani, nelayan, UMKM, hingga generasi muda agar memiliki daya tawar tinggi di tengah dominasi modal besar.
“Target utama kita adalah memutus ketergantungan luar negeri. Kita harus memproduksi, mengolah, dan menguasai rantai nilai ekonomi sendiri,” tegasnya.
Baca Juga : Kemenkop Perkuat Transformasi Pertambangan Berbasis Koperasi di NTB
Ketua BPD APPMI Bali terpilih, Kadek Wira Dika siap membawa wastra tradisional khas Pulau Dewata menembus pasar mode internasional.
“Bali memikul tanggung jawab besar mengangkat kearifan Wastra lokal, seperti endek, tenun, dan songket agar semakin mendunia,” ungkap Kadek Wira. **




