Batam,Globalnetwork.id – Setiap periode Angkutan Lebaran selalu diiringi lonjakan mobilitas masyarakat di berbagai moda transportasi, termasuk layanan penyeberangan. Mengantisipasi dinamika tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan kesiapan operasional di seluruh wilayah layanan, termasuk optimalisasi layanan di Pelabuhan Telaga Punggur, Batam, yang menjadi salah satu simpul penting transportasi penyeberangan di Kepulauan Riau.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo menegaskan bahwa periode mudik merupakan momentum krusial bagi perusahaan untuk memastikan layanan penyeberangan berjalan lancar, aman, dan andal bagi masyarakat.
“Angkutan Lebaran merupakan periode dengan mobilitas masyarakat yang sangat tinggi. Karena itu, kesiapan operasional menjadi kunci utama dalam menjaga kelancaran arus penyeberangan. ASDP memastikan armada kapal, fasilitas pelabuhan, hingga sistem digital berjalan optimal untuk melayani masyarakat yang melakukan perjalanan mudik,” ujar Heru.
Pada Angkutan Lebaran tahun ini, pergerakan di Pelabuhan Telaga Punggur diproyeksikan mencapai 64.483 penumpang dan 18.210 kendaraan, meningkat sekitar 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Tingginya mobilitas tersebut tidak terlepas dari posisi strategis Pelabuhan Telaga Punggur yang melayani sejumlah lintasan vital di kawasan Kepulauan Riau dan Sumatera. Beberapa di antaranya adalah rute Tanjung Uban – Mengkapan serta Telaga Punggur – Kuala Tungkal, yang menjadi jalur penting penghubung mobilitas masyarakat maupun distribusi logistik antarwilayah.
Untuk lintasan Tanjung Uban – Mengkapan, ASDP Cabang Batam mengoperasikan KMP Lome dan KMP Wira Loewisa. KMP Lome memiliki kapasitas hingga 220 penumpang dan 19 unit kendaraan campuran, sementara KMP Wira Loewisa mampu mengangkut hingga 400 penumpang dan 40 kendaraan campuran. Kedua kapal tersebut melayani rute ini dengan estimasi waktu pelayaran sekitar 19 jam.
Sementara itu, pada lintasan Telaga Punggur – Kuala Tungkal, layanan penyeberangan dilayani oleh KMP Sembilang dan KMP Satria Pratama, masing-masing berkapasitas 180 penumpang dan 19 kendaraan campuran dengan estimasi waktu tempuh sekitar 17 jam.
Selain kesiapan armada, ASDP juga memperkuat fasilitas layanan di pelabuhan guna memastikan kenyamanan pengguna jasa. Berbagai fasilitas pendukung telah disiapkan, mulai dari bufferzone, tollgate, vending machine tiket, klinik kesehatan, layanan pelanggan, ruang tunggu yang nyaman, hingga fasilitas ibadah.
*Hindari Calo*
Untuk mengantisipasi puncak arus kendaraan, ASDP juga menyiapkan operasi kapal dengan kuota armada terbanyak pada periode H-2 dan H+2 Lebaran, yang diperkirakan terjadi pada 19 dan 24 Maret 2026.
General Manager ASDP Cabang Batam, Reno Yulianto, mengimbau masyarakat untuk membeli tiket hanya melalui kanal resmi Ferizy, baik melalui aplikasi maupun website www.ferizy.com, serta menghindari pembelian melalui pihak tidak resmi atau jasa calo.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak membeli tiket melalui jasa calo karena berpotensi menimbulkan praktik pungutan liar yang merugikan pengguna jasa, baik dari sisi harga yang tidak wajar maupun ketidakpastian validitas tiket. Pembelian melalui kanal resmi Ferizy menjamin harga sesuai ketentuan serta memberikan perlindungan hak bagi penumpang selama perjalanan,” ujar Reno.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik, menghindari perjalanan pada periode puncak kepadatan, datang ke pelabuhan sesuai jadwal keberangkatan, serta memastikan data identitas yang diinput pada tiket telah sesuai dengan identitas diri.
Melalui kesiapan operasional yang matang serta dukungan kedisiplinan pengguna jasa, ASDP optimistis layanan penyeberangan selama Angkutan Lebaran 2026 dapat berjalan lancar dan menghadirkan perjalanan mudik yang aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat.(jef)








