Globalnetwork.id , MALUKU TENGAH — Dinamika lapangan terkait pengelolaan lahan kembali bergulir di kawasan Tananahu, Maluku Tengah.
Menyikapi ketegangan yang terjadi pada Senin (22/6/2026), PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Regional 8 bersama Pemerintah Negeri dan Otoritas Adat Tananahu sepakat bergerak bersama untuk meredam situasi dan mengedepankan ruang dialog.
Sebagai komitmen terhadap keterbukaan informasi yang berimbang, PTPN I bersama tokoh masyarakat setempat mengimbau semua pihak mendudukkan perkara secara jernih dan objektif.
Perusahaan menjelaskan bahwa kehadiran tim PTPN I di lokasi tersebut merupakan bagian dari agenda operasional rutin di atas wilayah kerja perusahaan yang sah secara hukum.
Namun, akibat situasi lapangan yang berkembang sangat dinamis, terjadi perbedaan pandangan yang memicu benturan fisik.
hingga mengakibatkan adanya korban luka, termasuk dari pihak internal PTPN I yang saat ini telah mendapatkan perawatan medis.
Benturan fisik di lapangan sempat pecah ketika tim operasional perusahaan melakukan aktivitas berkala di atas area kerja yang sah secara hukum.
Aktivitas tersebut merupakan bagian dari langkah awal program strategis nasional berupa hilirisasi komoditas kelapa dalam dan pala.
Adanya perbedaan pandangan dalam tata kelola lahan ini memicu kesalahpahaman yang berujung pada kerugian materiil serta jatuhnya korban luka.
Kepala Bagian Sekretariat dan Hukum PTPN I (Persero) Regional 8, Hamsah, menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut.
Menurutnya, benturan fisik telah merusak sejumlah fasilitas kerja perusahaan serta rumah dinas karyawan pimpinan di Unit Kebun Awaya.
Ia menambahkan bahwa penanganan penertiban sosial sepenuhnya diserahkan kepada pihak berwajib, seraya menegaskan pintu komunikasi tetap terbuka lebar.
Merespons situasi tersebut, Camat Teluk Elpaputih, Agnes Jeane Manuhutu, meminta warga di wilayahnya untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang simpang siur.
Baca Juga : SDN Malabar II, SR Tertua Jawa Barat di PTPN I (Persero )Kebun Malabar Kabupaten Bandung
“Kita harus melihat ke depan. Kehadiran proyek hilirisasi di wilayah kita ini sebenarnya memiliki potensi besar untuk menggerakkan roda ekonomi masyarakat setempat,” ujar Agnes.
Hamsah PTPN I (Persero) Regional 8 menegaskan komitmennya untuk selalu mengedepankan pendekatan humanis.
Membuka ruang dialog, dan kerja sama erat dengan pemerintah daerah, tokoh adat, serta aparat penegak hukum demi terciptanya solusi yang adil, aman, dan damai bagi semua pihak. (*)




