Jadikan Bandara Kertajati Majalengka sebagai Basis Industri Dirgantara, PTDI Siap Produksi 80 Pesawat CN235 dan 30 N219
Globalnetwork.id , JAKARTA – PT Dirgantara Indonesia (PTDI) menjadikan Bandara Kertajati Majalengka sebagai tempat peningkatan produksi pesawat 80 unit CN235 dan 30 unit pesawat N219.
Penandatanganan Nota Kesepahaman oleh Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan dan Pelaksana Tugas Direktur PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BJIB) (Perseroda) Ronald H. Sinaga di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Jakarta, Rabu, 16 Juli 2026.
Turut menyaksikan, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Wakil Menteri Perhubungan Suntana, serta Bupati Majalengka Eman Suherman.
AHY mengatakan, kerja sama tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah menjadikan Kertajati sebagai salah satu pusat industri dirgantara nasional.
“Pemerintah juga mendorong lahirnya ekosistem industri dirgantara yang terintegrasi. Tinggal bagaimana kita menciptakan pasarnya,” ujar AHY.
Dalam tahap awal, PTDI dan BIJB akan mengoptimalkan fasilitas yang telah tersedia untuk mendukung uji terbang berbagai produk PTDI.
Produk tersebut meliputi pesawat sayap tetap (fixed wing), helikopter (rotary wing), hingga pesawat tanpa awak (UAS).
Pengembangan kawasan industri ini juga menjadi bagian dari strategi PTDI dalam memperkuat layanan kedirgantaraan secara menyeluruh.
Mulai dari pengujian, sertifikasi, pemeliharaan, dukungan purna jual, hingga layanan sepanjang siklus operasional pesawat.
Pusat Industri Dirgantara
Dirut PTDI Gita Amperiawan, saat membacakan sambutan Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), menyatakan optimistis Kertajati akan berkembang menjadi pusat industri dirgantara nasional.
“Kami sangat yakin di Kertajati ini bisa dibangun suatu industri kedirgantaraan nasional yang tangguh,” katanya.
Di sana ada manufaktur, ada MRO, ada aerostructure, dan tentunya ini akan menjadi suatu kolaborasi antara industri, pemerintah dan global partner.
Baca Juga : PTDI dan PT ANI Jalin Kerja Sama Strategis untuk Perkuat Ekosistem MRO Nasional
Pengembangan kawasan industri di Bandara Kertajati juga menjadi langkah strategis PTDI untuk meningkatkan kapasitas produksi perusahaan.
Hal itu sejalan dengan penugasan pengadaan 80 unit pesawat CN235 dan 30 unit pesawat N219.
Selain mendukung peningkatan kapasitas produksi, kawasan industri tersebut dapat mempercepat komersialisasi.
Juga memperkuat kesiapan sarana dan prasarana produksi PTDI dalam memenuhi kebutuhan industri kedirgantaraan nasional.
Kertajati tidak hanya menjadi gerbang transportasi udara , tetapi juga berkembang sebagai pusat manufaktur dan layanan industri dirgantara. **




