Bawa Visi Negara Kepulauan, Denon Prawiraatmadja Dorong Indonesia Jadi Salah Satu Pusat Implementasi eVTOL (Electric Vertical Take-off and Landing)
GLOBALNETWORK.ID , SHANGHAI — Indonesia memiliki peluang menjadi salah satu negara terdepan dalam implementasi eVTOL, karena kebutuhan konektivitasnya berbeda dari kebanyakan negara lain.
Denon Prawiraatmadja, Chairman INACA dan Founder serta CEO Whitesky Group menegaskan hal itu dalam rangkaian forum Advanced Air Mobility di Shanghai, China, pada 22 Juli 2026.
Menurutnya, eVTOL tidak seharusnya hanya sebagai taksi udara untuk mobilitas masyarakat di kota-kota besar. Bagi Indonesia, teknologi ini bisa menjadi bagian dari solusi konektivitas negara kepulauan.
“Indonesia mempunyai peluang menjadi salah satu negara paling maju dalam implementasi eVTOL. Bukan hanya untuk mobilitas perkotaan, mendukung konektivitas antar pulau jarak pendek, wilayah terpencil, kawasan industri, dan pusat pertumbuhan ekonomi baru,” ujar Denon Prawiraatmadja.
Karakter geografis Indonesia menuntut pendekatan transportasi yang berbeda dari negara dengan jaringan jalan dan kereta yang telah terhubung menyeluruh.
Pusat produksi, kawasan industri, destinasi pariwisata, dan wilayah sumber daya alam tersebar di berbagai pulau.
sebagian membutuhkan perjalanan darat berjam-jam dari bandara atau pusat kota terdekat.
Moda Pelengkap
Dalam kondisi ini, eVTOL dapat sebagai moda pelengkap untuk akses dari dan menuju bandara, perjalanan antarpulau jarak pendek, layanan darurat, konektivitas pariwisata, serta mobilitas menuju pusat-pusat pertumbuhan baru.
“Bagi Indonesia, eVTOL bukan sekadar produk teknologi. Ukuran keberhasilannya adalah apakah teknologi ini mampu memperpendek waktu perjalanan, membuka akses baru, dan menciptakan nilai ekonomi,” kata Denon Prawiraatmadja.
Meski demikian, ia menegaskan ambisi tersebut tidak boleh mengesampingkan prinsip dasar industri penerbangan.
Keselamatan, sertifikasi, kompetensi operator, sistem pemeliharaan, dan kesiapan infrastruktur harus dipenuhi sebelum eVTOL dapat dioperasikan secara komersial.
“Teknologinya boleh berkembang, tetapi prinsip penerbangan tetap sama. Keselamatan harus menjadi fondasi utama sebelum kita berbicara mengenai skala operasi dan jumlah armada,” tegas Denon Prawiraatmadja.
Melalui Whitesky Group, ia mendorong agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar tujuan bagi produsen eVTOL global.
tetapi juga ikut membangun model operasi, infrastruktur, pembiayaan, dan ekosistem yang sesuai dengan kebutuhan negara kepulauan.
Layanan eVTOL juga perlu terhubung dengan bandara, transportasi darat, kawasan bisnis, dan platform digital agar perjalanan penumpang dapat berlangsung secara terintegrasi dari titik awal hingga tujuan akhir. **




