Globalnetwork.id — Dua Rumpun Kopi Menuju Cita Rasa Ekselen. Direktur Utama PTPN I (Persero) Teddy Yunirman Danas menjelaskan, pihaknya memfokuskan pengembangan kopi pada dua rumpun utama berdaya saing tinggi, yakni Kopi Arabika dan Kopi Robusta.
Untuk varietas Arabika, perusahaan mengandalkan jenis Andung Sari 2 K, Gayo, dan Kamasti yang memiliki potensi produktivitas hingga 850 Kg per hektare.
Sementara untuk Robusta, digunakan klone tangguh dengan sistem perakaran kuat dan percabangan lebat, yaitu BP 42, BP 409, BP 939, dan Tugusari 6 dengan potensi mencapai 1.000 Kg per hektare.
“Kedua rumpun ini dipilih secara ketat untuk menghasilkan profil komoditas yang memenuhi standar kualifikasi pasar dunia, yakni Citra Rasa Ekselen yang oleh para kurator kopi internasional,” jelas Teddy, dalam keterangannya Jum”at (12/6)
Lebih lanjut ia menguraikan, kekuatan utama komoditas kopi PTPN I (Persero) terletak pada integrasi rantai pasok yang solid antara perkebunan dan unit pengolahan modern di Banyuwangi, Jember, dan Banaran, yang meliputi pabrik Kaligua, Banaran, serta Java Kopi Gampit.
“Seluruh fasilitas pengolahan utama ini dikelola secara profesional melalui koordinasi wilayah regional.,” jelasnya.
Baca Juga : PTPN I (Persero) Perkuat Rantai Pasok Kopi Global
Java Coffee Estate
Di wilayah Jawa Timur, PTPN I Regional 5 mengelola unit pengolahan kopi robusta skala besar yang tersebar di lokasi strategis seperti Kebun Bangelan di Malang, Kebun Ngrangkah Pawon, Kebun Renteng, dan Kebun Silosanen.
Selain itu, Regional 5 juga mengendalikan kawasan perkebunan eksklusif dan infrastruktur pengolahan kopi premium terintegrasi melalui Java Coffee Estate (JCE) di lereng Gunung Ijen.
Bergerak ke Jawa Tengah, PTPN I Regional 3 mengoperasikan hilirisasi Kebun Banaran, serta mengelola fasilitas pengolahan komoditas kopi di Sukamangli, Ngobo, Getas, dan Jolong.
Dengan standar olah pabrik yang ketat, produk kopi dari integrasi hulu-hilir ini tidak hanya mampu merajai pasar domestik melalui merek premium seperti Banaran Coffee, tetapi juga berhasil mendominasi pasar ekspor utama ke negara-negara konsumen premium dunia seperti Jepang, Amerika Serikat, hingga Uni Eropa. **




