Badung, Globalnetwork.id – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus mendorong penguatan kemitraan antara pengusaha UMKM Indonesia dan perusahaan global.
Tujuannya memperluas akses pasar, meningkatkan kapasitas usaha, serta membuka peluang masuk ke rantai pasok regional dan internasional.
Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Hubungan Antar Lembaga Kementerian UMKM, Sudaryano Rahmalifman Lamangkona, menyampaikan itu pada lokakarya “Innovate to Scale: Mendorong Pertumbuhan UKM Indonesia dengan Inovasi Digital” di Kabupaten Badung, Bali, Jumat (5/6).
Ia mengapresiasi program pairing antara pengusaha UMKM dan perusahaan-perusahaan anggota USABC, termasuk Apple Developer Academy dan PepsiCo.
Kegiatan tersebut diselenggarakan US-ASEAN Business Council (USABC) dan menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat kapasitas usaha sekaligus memperluas jejaring kemitraan.
“Yang kita butuhkan bukan hanya pelatihan, tetapi kolaborasi yang berkelanjutan. Kemitraan antara UMKM dan perusahaan besar dapat menjadi jembatan untuk memperkuat kapasitas usaha sekaligus membuka akses ke pasar yang lebih luas,” ujar Sudaryano.
Selain itu kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi menjadi salah satu kunci agar UMKM dapat tumbuh lebih cepat, lebih efisien, dan mampu menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang.
Sudaryano berharap kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan mitra internasional bisa mempercepat lahirnya UMKM yang produktif, inovatif, dan mampu menjadi bagian dari rantai nilai regional maupun global.
“Dengan inovasi, kolaborasi, dan transformasi digital yang inklusif, UMKM Indonesia dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi sekaligus wajah daya saing Indonesia di pasar dunia,” kata Sudaryano. **




