Jakarta, Globalnetwork.id – Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Muhammad Masyhud, menyampaikan , pemerintah mendorong Badan Usaha Pelabuhan meningkatkan kapasitas dan layanan peti kemas.
“Salah satu langkahnya adalah penerbitan rekomendasi teknis penetapan terminal peti kemas dari fasilitas yang sebelumnya berstatus multipurpose, ‘” jelasnya. Selanjutnya, terminal tersebut menjadi terminal peti kemas.
Pada periode 2025 hingga April 2026, ada 12 lokasi terminal termasuk Pelabuhan Banten dan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang sebagai terminal peti kemas.
Baca Juga : Arus Peti Kemas Internasional Tumbuh 11%, Sinyal Positif bagi Ekonomi Indonesia
Pemerintah juga telah menetapkan standar kinerja pelayanan operasional, termasuk kinerja bongkar muat peti kemas dan kinerja peralatan.
Evaluasi terhadap standar tersebut secara berkala untuk memastikan kualitas layanan tetap terjaga. juga melalui penguatan pembangunan dan modernisasi infrastruktur pelabuhan nasional.
Pada periode 2025–2026, pemerintah bersama BUMN kepelabuhanan dan dukungan APBN mendorong peningkatan kapasitas pelabuhan eksisting .
Pelaksanaannya melalui pengembangan terminal peti kemas, pendalaman alur pelayaran, peningkatan kapasitas tambatan dan lapangan penumpukan, modernisasi alat bongkar muat, serta percepatan digitalisasi layanan kepelabuhanan.
Lebih lanjut Dirjen Masyhud menjelaskan, dalam kurun waktu 2025 hingga 2026, pembangunan dan rehabilitasi fasilitas di 74 pelabuhan milik pemerintah di seluruh Indonesia.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat jaringan pelabuhan hub and spoke, mengembangkan pelabuhan pengumpul dan pengumpan di kawasan timur Indonesia.
Lalu mengintegrasikan pelabuhan dengan kawasan industri dan hilirisasi, serta memperkuat konektivitas logistik nasional.
Baca Juga : Perkuat Layanan Kepelabuhanan, Kemenhub Tandatangani Dua Perjanjian Konsesi Strategis dengan PT Pelindo
Penguatan infrastruktur tersebut juga untuk menopang pertumbuhan perdagangan intra-Asia dan agenda transformasi ekonomi nasional.
Dengan kapasitas dan kualitas layanan yang semakin baik, pelabuhan Indonesia akan mampu mengimbangi peningkatan arus peti kemas internasional maupun domestik yang terus tumbuh dalam beberapa tahun ke depan. **



