Globalnetwork.id –Presiden Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam yang juga Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono, , mengajak alumni Jami’ah Islamiyah Madinah memperkuat ekonomi umat melalui pengembangan koperasi pesantren dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Ajakan tersebut disampaikan Ferry saat memberikan sambutan pada Silaturahmi Nasional IV PAJIM (Perkumpulan Alumni Jami’ah Islamiyah Madinah) Tahun 2026 di Jakarta, Minggu (1/11).
Turut hadir Wakil Ketua MPR RI Muhammad Hidayat Nur Wahid, Ketua MUI Bidang Ukhuwah Muhammad Zaitun Rasmin, Ketua Umum PAJIM Bachtiar Nasir, Ketua Dewan Pembina PAJIM Muhammad Nasir Zein, dan Ketua Pelaksana Silatnas IV PAJIM 2026 Ahmad Husein Dahlan.
“Seluruh elemen umat Islam perlu bersatu memperkuat ekonomi kerakyatan melalui koperasi. Penguatan ini didorong melalui pengembangan koperasi pesantren dan peran alumni Madinah dalam melahirkan pengusaha muslim baru, sekaligus memperkuat dakwah ekonomi dan kepedulian terhadap lingkungan,” kata Menkop.
Dalam kesempatan itu, Menkop Ferry mengajak PAJIM mengembangkan koperasi di lingkungan pesantren. Ia menilai, sejumlah koperasi pesantren di Jawa Timur dan Jawa Barat telah berkembang dan berpotensi menjadi model pengembangan ekonomi pesantren di daerah lain.
Sebagai Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Ferry Juliantono juga mendorong perluasan akses permodalan bagi alumni yang ingin mengembangkan usaha melalui kolaborasi dengan perbankan syariah. “Peningkatan literasi ekonomi syariah perlu diikuti penguatan sektor usaha riil dan lahirnya lebih banyak wirausaha Muslim di berbagai daerah,” kata Menkop.
Menkop Ferry berharap alumni Madinah dapat mengambil peran lebih besar dalam membangun kemandirian ekonomi umat melalui koperasi, kewirausahaan, dan pengembangan usaha berbasis pesantren.
Ia juga mengingatkan bahwa pengembangan ekonomi harus berjalan seiring dengan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
“Melalui sinergi pemerintah, pesantren, organisasi keagamaan, dan jaringan alumni, koperasi diharapkan semakin berperan dalam memperkuat ekonomi kerakyatan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menekankan pentingnya peran alumni Madinah dalam menjaga nilai-nilai keagamaan dan mengawal kebijakan pendidikan nasional. Menurutnya, pendidikan harus tetap memberikan ruang bagi penguatan keimanan dan ketakwaan sesuai amanat konstitusi.
Hidayat mendorong realisasi Dana Abadi Pesantren secara adil dan proporsional. “Alumni Madinah turut mengawal kebijakan tersebut serta berkontribusi dalam bidang pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat,” paparnya. *




