Globalnetwork.id , SURABAYA – Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya menggelar kuliah umum strategis di Gedung Arctic Auditorium pada Selasa (23/6).
Acara bertajuk “Sinergi Regulator, Industri dan Diplomasi Maritim Dalam Mewujudkan Pelayaran yang Aman, Berkelanjutan dan Berdaya Saing Global”.
Ini menjadi momentum penting karena berhasil mengkolaborasikan tiga institusi pendidikan maritim besar di Surabaya, yakni Poltekpel Surabaya, Akademi Angkatan Laut (AAL), dan Universitas Hang Tuah (UHT).
Kehadiran ratusan taruna dan dosen dari berbagai institusi tersebut mendapat sambutan hangat Direktur Politeknik Pelayaran Surabaya, Moejiono.
Ia menegaskan bahwa sinergi antarlembaga ini merupakan langkah nyata untuk memperkuat ekosistem pendidikan maritim di Jawa Timur.
Menurutnya, tanggung jawab menyiapkan generasi maritim yang unggul, berkarakter, disiplin, dan adaptif tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri.
Sehingga ruang belajar bersama seperti ini menjadi sangat krusial bagi masa depan bangsa.
Para peserta mendapat wawasan mendalam dari tiga sudut pandang yang berbeda.
Pertama, Subagiyo, selaku Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Keselamatan Transportasi.
Kedua, Agustinus Terry Letsoin selaku General Manager May Maritime Services SDN BHD, dan Atase Perhubungan KBRI Kuala Lumpur, Sindu Rahayu.
Tidak sekadar menjadi wadah bertukar pikiran, acara ini juga melahirkan MoU antara Poltekpel Surabaya dan May Maritime Services SDN BHD.
Kerja sama internasional ini akan mampu membuka gerbang yang lebih luas bagi para taruna untuk magang dan menembus pasar kerja global.
Pada akhir kegiatan, Poltekpel Surabaya juga memberikan beasiswa kepada empat taruna berprestasi sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan potensi mereka.
Melalui rangkaian sinergi lintas sektor ini, Poltekpel Surabaya mempertegas komitmennya dalam mengawal lahirnya SDM maritim Indonesia yang profesional, berintegritas.**




