Memutar Keran Kehidupan: Kolaborasi Air Bersih Mengubah Nasib Puluhan Ribu Warga Sangatta
Globalnetwork.id — Bagi Wahyudi, seorang petugas kebersihan di Kota Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, air bersih dulunya adalah sebuah kemewahan yang mahal.
Setiap hari, keluarganya harus berkompromi dengan air sumur yang kuning, berbau, dan sama sekali tidak layak konsumsi. Untuk kebutuhan minum dan memasak, ia terpaksa merogoh kocek hingga Rp210.000 per bulan hanya untuk membeli air tandon.
“Penghasilan saya pas-pasan, tidak sanggup sebenarnya menutupi biaya itu,” kenang Wahyudi.
Cerita serupa datang dari Minten Setyowati di Teluk Lingga. Sebagai ibu rumah tangga yang menyambi usaha laundry kecil-kecilan, bunyi mesin cuci di dapurnya sering kali membawa kecemasan ketimbang rezeki. Setiap bulannya, ia harus menghabiskan lebih dari Rp300.000 untuk air tandon agar usahanya tetap berjalan.
Namun, kecemasan itu perlahan sirna. Kehidupan puluhan ribu warga Sangatta kini menjadi jauh lebih ringan setelah layanan air bersih dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kudungga mulai mengalir ke rumah-rumah mereka. Bagi Minten, kehadiran air bersih ini langsung memotong biaya pengeluaran airnya hingga 50 persen. “Sekarang tidak perlu lagi menunggu tandon datang. Tinggal putar keran, air langsung keluar,” ujarnya lega.
Dampak Masif untuk Kota Sangatta
Manfaat instan yang dirasakan Wahyudi dan Minten adalah potret kecil dari dampak masif kehadiran IPA Kudungga. Dengan kapasitas pengolahan mencapai 100 liter per detik, fasilitas ini menyumbang hampir seperempat (23,3 persen) dari total produksi air bersih di Sangatta yang mencapai 430 liter per detik.
Saat ini, lebih dari sepertiga sambungan rumah di Sangatta dilayani oleh jaringan ini. Tercatat ada sekitar 6.967 sambungan rumah—atau setara dengan 48.000 jiwa—yang telah merasakan langsung manfaatnya.
Distribusi air bersih ini telah menjangkau delapan titik vital kota, mulai dari kawasan pemukiman warga di Kampung Tator dan Jalan Duyung, pusat pemerintahan di Bukit Pelangi, hingga fasilitas umum seperti RSUD Kudungga dan Pelabuhan Kudungga.
Kolaborasi Lintas Sektor dan Jaminan Keamanan
Akses air bersih yang kini dinikmati warga merupakan buah dari proyek kolaborasi jangka panjang. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur membangun fisik instalasi, sementara Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Tuah Benua bertindak sebagai operator yang mengelola dan mendistribusikan air ke masyarakat.
Untuk sumber air bakunya sendiri, program ini mengoptimalkan pemanfaatan Telaga Kenyamukan, sebuah area pascatambang (Pit Jupiter) milik PT Kaltim Prima Coal (KPC), anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Air baku tersebut dialirkan melalui pipa sepanjang 3,5 kilometer langsung menuju IPA Kudungga.
Meski bersumber dari kawasan pascatambang, aspek keamanan dan kesehatan masyarakat menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar. Sebelum dialirkan ke pipa-pipa rumah tangga, air tersebut telah melewati proses pengolahan yang ketat dan diuji secara berkala oleh lembaga independen bersertifikat Komite Akreditasi Nasional (KAN). Hasil pengujian memastikan air tersebut bebas dari kandungan logam berat berbahaya, memenuhi standar baku mutu Departemen Kesehatan RI, dan sepenuhnya aman untuk digunakan masyarakat.
Melalui sinergi yang tepat sasaran ini, Kutai Timur tidak hanya berhasil menyelesaikan salah satu tantangan kebutuhan dasar warganya, tetapi juga bergerak nyata dalam mendukung target pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals) No. 6 terkait penyediaan air bersih dan sanitasi yang layak. Bagi warga Sangatta, mengalirnya air dari IPA Kudungga adalah bukti bahwa kolaborasi yang baik bisa melahirkan solusi nyata yang meringankan beban hidup sehari-hari.**




