Bogor, Globalnetwork.id – Dalam diskusi bersama jurnalis dan ekonom di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor (20/3), Presiden Prabowo Subianto mempersoalkan impor kopi dan cokelat meskipun Indonesia memiliki bahan baku terbaik.

Indonesia merupakan produsen utama kakao dan kopi dunia, dengan produksi kakao sekitar 600 ribu ton dan kopi 700–800 ribu ton per tahun. Namun demikian, industri dalam negeri masih bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan bahan baku dengan standar kualitas, volume, dan kontinuitas yang konsisten.

Founder dan CEO Supply Chain Indonesia (SCI), Setijadi, menjelaskan hal itu menunjukkan paradoks dalam struktur industri nasional. Persoalan utama bukan pada produksi, melainkan pada rantai pasok yang belum terintegrasi dan sistem logistik yang belum efisien. Produksi yang didominasi petani kecil menyebabkan pasokan tersebar dan kualitas tidak seragam, sehingga sulit memenuhi kebutuhan industri dalam skala besar.

Di sisi hilir, kapasitas industri pengolahan kakao nasional telah mencapai sekitar 739 ribu ton per tahun, namun realisasi produksi baru sekitar 422 ribu ton atau hanya 50-60 persen dari kapasitas. Pada saat yang sama, impor kakao masih mencapai sekitar 157 ribu ton dengan nilai sekitar USD1,1 miliar per tahun, yang menunjukkan bahwa industri dalam negeri belum sepenuhnya mampu mengandalkan pasokan domestik.

Dari perspektif logistik, tantangan utama terletak pada sistem pascapanen dan distribusi. Proses fermentasi, pengeringan, penyimpanan, dan pengumpulan hasil produksi belum terstandardisasi, sementara biaya distribusi domestik dalam beberapa kasus masih lebih tinggi dibandingkan impor. Kondisi ini membuat bahan baku impor lebih kompetitif dari sisi kualitas dan kepastian pasokan.

Perbaikan logistik dan rantai pasok dapat membuka potensi nilai ekonomi yang signifikan. Substitusi impor sebesar 25 persen berpotensi menghemat devisa sekitar USD275 juta, dan hingga USD550 juta jika mencapai 50 persen. Selain itu, peningkatan utilisasi industri hingga 75 persen dapat menghasilkan tambahan nilai ekonomi lebih dari USD1 miliar per tahun.

*Rekomendasi Perbaikan*
SCI memberikan lima rekomendasi untuk peningkatan daya saing komoditas coklat yang secara umum juga sangat penting untuk komoditas lainnya.

Pertama, hilirisasi didorong melalui pengembangan industri pengolahan berbasis bahan baku domestik dengan insentif investasi, kemudahan perizinan, serta pengembangan klaster industri di dekat sentra produksi untuk memperkuat integrasi hulu-hilir.

Kedua, penguatan logistik dan rantai pasok dilakukan melalui integrasi dari hulu ke hilir, termasuk agregasi petani, peningkatan peran offtaker, dan standardisasi kualitas.

Ketiga, perbaikan yang difokuskan pada sistem pascapanen seperti fermentasi, pengeringan, dan gudang, serta peningkatan konektivitas multimoda dan efisiensi distribusi.

Keempat, kementerian/lembaga dan pemerintah daerah setempat untuk meningkatkan integrasi kelembagaan serta menyelaraskan kebijakan dan program dalam pengembangan ekosistem hilirisasi, termasuk dukungan regulasi, infrastruktur, dan peningkatan kapasitas rantai pasok.

Kelima, pelaku usaha dan penyedia jasa logistik mengembangkan kemitraan melalui contract farming, memperkuat peran agregator, serta memanfaatkan digitalisasi untuk mengintegrasikan pasokan-permintaan. (jef)

IMPOR KAKAO USD1,1 MILIAR DI TENGAH PRODUKSI 600 RIBU TON: PRABOWO SOROTI, SCI NILAI MASALAH PADA RANTAI PASOK

Related Posts

No Content Available
content-ciaa-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

judi bola online

sabung ayam online

judi bola online

slot mahjong ways

slot mahjong

sabung ayam online

judi bola

live casino

sabung ayam online

judi bola

live casino

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

article 138000526

article 138000527

article 138000528

article 138000529

article 138000530

article 138000531

article 138000532

article 138000533

article 138000534

article 138000535

article 138000536

article 138000537

article 138000538

article 138000539

article 138000540

article 138000541

article 138000542

article 138000543

article 138000544

article 138000545

article 138000546

article 138000547

article 138000548

article 138000549

article 138000550

article 138000551

article 138000552

article 138000553

article 138000554

article 138000555

article 138000556

article 138000557

article 138000558

article 138000559

article 138000560

article 138000561

article 138000562

article 138000563

article 138000564

article 138000565

article 138000566

article 138000567

article 138000568

article 138000569

article 138000570

article 138000571

article 138000572

article 138000573

article 138000574

article 138000575

article 138000576

article 138000577

article 138000578

article 138000579

article 138000580

article 138000581

article 138000582

article 138000583

article 138000584

article 138000585

article 158000416

article 158000417

article 158000418

article 158000419

article 158000420

article 158000421

article 158000422

article 158000423

article 158000424

article 158000425

article 158000426

article 158000427

article 158000428

article 158000429

article 158000430

article 158000431

article 158000432

article 158000433

article 158000434

article 158000435

article 158000436

article 158000437

article 158000438

article 158000439

article 158000440

article 208000436

article 208000437

article 208000438

article 208000439

article 208000440

article 208000441

article 208000442

article 208000443

article 208000444

article 208000445

article 208000446

article 208000447

article 208000448

article 208000449

article 208000450

article 208000451

article 208000452

article 208000453

article 208000454

article 208000455

article 208000456

article 208000457

article 208000458

article 208000459

article 208000460

article 208000461

article 208000462

article 208000463

article 208000464

article 208000465

article 208000466

article 208000467

article 208000468

article 208000469

article 208000470

208000436

208000437

208000438

208000439

208000440

208000441

208000442

208000443

208000444

208000445

208000446

208000447

208000448

208000449

208000450

208000451

208000452

208000453

208000454

208000455

article 228000286

article 228000287

article 228000288

article 228000289

article 228000290

article 228000291

article 228000292

article 228000293

article 228000294

article 228000295

article 228000296

article 228000297

article 228000298

article 228000299

article 228000300

article 228000301

article 228000302

article 228000303

article 228000304

article 228000305

article 228000306

article 228000307

article 228000308

article 228000309

article 228000310

article 228000311

article 228000312

article 228000313

article 228000314

article 228000315

article 238000281

article 238000282

article 238000283

article 238000284

article 238000285

article 238000286

article 238000287

article 238000288

article 238000289

article 238000290

article 238000291

article 238000292

article 238000293

article 238000294

article 238000295

article 238000296

article 238000297

article 238000298

article 238000299

article 238000300

sumbar-238000256

sumbar-238000257

sumbar-238000258

sumbar-238000259

sumbar-238000260

sumbar-238000261

sumbar-238000262

sumbar-238000263

sumbar-238000264

sumbar-238000265

sumbar-238000266

sumbar-238000267

sumbar-238000268

sumbar-238000269

sumbar-238000270

sumbar-238000271

sumbar-238000272

sumbar-238000273

sumbar-238000274

sumbar-238000275

sumbar-238000276

sumbar-238000277

sumbar-238000278

sumbar-238000279

sumbar-238000280

sumbar-238000281

sumbar-238000282

sumbar-238000283

sumbar-238000284

sumbar-238000285

sumbar-238000286

sumbar-238000287

sumbar-238000288

sumbar-238000289

sumbar-238000290

content-ciaa-1701