Globalnetwork.id — Kementerian UMKM mencatat penerbitan 17,6 juta Nomor Induk Berusaha (NIB) dan pembiayaan sekitar Rp 1.500 triliun bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah selama dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyampaikan capaian tersebut di kantornya pada Kamis (22/10/2026), sebagai bagian dari upaya memperluas akses permodalan dan memperkuat ekonomi kerakyatan.

Menurut Maman, dari total pembiayaan tersebut, sekitar Rp 290 triliun hingga Rp 300 triliun disalurkan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sementara itu, pembiayaan non-KUR mencapai sekitar Rp 1.200 triliun.

Maman menjelaskan bahwa kedua skema tersebut memiliki perbedaan dalam pembiayaan. KUR memperoleh subsidi bunga dari pemerintah, sedangkan pembiayaan non-KUR menggunakan kredit perbankan dengan bunga normal.

Ia menyebut pemerintah juga mengarahkan penyaluran KUR agar lebih banyak mendukung sektor produksi. Target yang diberikan kepada pemerintah mencapai sekitar 65 persen dari total alokasi KUR, dengan realisasi sebesar 65,9 persen atau senilai Rp 170,9 triliun.

Ekonomi Kerakyatan

Dalam keterangannya, Maman mengaitkan berbagai program penguatan UMKM dengan arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai pembangunan ekonomi yang berorientasi pada ekonomi kerakyatan

.”Kita telah berhasil mendorong pembiayaan kepada sektor UMKM sebesar kurang lebih Rp 1.500 triliun dan sekarang di 2026 sudah di angka segitu,” kata Menteri UMKM Maman Abdurrahman.

Ia merinci komposisi pembiayaan yang telah disalurkan kepada pelaku usaha, termasuk dana melalui KUR dan pembiayaan perbankan di luar skema tersebut

.”Dari angka Rp 1.500 triliun itu di dalamnya ada kurang lebih Rp 290 triliun yaitu untuk kur. Jadi sekitar Rp 290 sampai Rp 300 triliun itu untuk kur, sisanya Rp 1.200 triliun itu yang non-kur,” lanjut Maman Abdurrahman.

Menurut Maman, program pemerintah tidak hanya berfokus pada pendanaan, tetapi juga peningkatan kapasitas usaha, pendampingan, pemasaran, serta pengurusan legalitas dan sertifikasi.

Upaya tersebut diarahkan untuk mengurangi kesenjangan antara pelaku usaha besar dan UMKM.

Ia mengatakan Presiden Prabowo Subianto menempatkan ekonomi kerakyatan sebagai narasi utama dalam pelaksanaan program kementerian.

”Pak Presiden selalu menekankan kepada kami, para pembantu beliau, saya dan Pak Wamen yang bersama dengan jajaran deputi, dengan satu narasi besar, yaitu ekonomi kerakyatan,” ujar Maman Abdurrahman.Dalam pelaksanaannya, pemerintah berupaya memperluas akses modal agar pelaku usaha dapat mengembangkan skala bisnis.

Peningkatan kapasitas dan akses terhadap fasilitas pendukung menjadi bagian dari program tersebut.

“Ini adalah bagian dari upaya pemerintah memperluas akses permodalan dan mendorong UMKM naik kelas selama,” lanjut Maman Abdurrahman.Selain akses pembiayaan, pemerintah mendorong penerbitan dokumen legalitas dan sertifikasi untuk memperkuat daya saing UMKM.

Hingga Oktober 2026, jumlah sertifikat halal yang diterbitkan mencapai 4,4 juta, sedangkan sertifikasi merek tercatat sekitar 63.820 dan SNI BINA UMK sebanyak 1,08 juta.

Maman menyampaikan capaian sertifikasi tersebut sebagai bagian dari penguatan legalitas produk dan usaha yang dijalankan pemerintah.

“Terkait sertifikasi halal itu sudah sebanyak 4,4 juta sertifikasi halal yang kita penerbitkan. Dan terkait merek sudah kurang lebih sekitar 63.820 penerbitan sertifikasi merek per bulan ini. Lalu SNI BINA UMK sebanyak 1,08 juta,” ujar Maman Abdurrahman.

Layanan Terintegrasi SAPA UMKM

Kementerian UMKM juga mengembangkan layanan terintegrasi bernama Sapa UMKM. Sistem ini disiapkan untuk menghubungkan pelaku usaha dengan berbagai layanan dan kebijakan pemerintah.Maman mengatakan pemerintah mendorong pemanfaatan sistem tersebut agar pelayanan kepada UMKM dapat diakses melalui satu platform.

“Kita sekarang sudah membangun Sapa UMKM dan hampir semua pelayanan, semua kebijakan yang kita implementasikan, kita dorong semuanya lewat sistem yang memang sudah kita bangun, yaitu Sapa UMKM,” kata Maman Abdurrahman.

Untuk mendukung pembinaan usaha secara berkelanjutan, pemerintah turut memetakan sekitar 757 inkubator atau lembaga inkubasi.

Lembaga tersebut berasal dari perguruan tinggi maupun institusi di luar kampus dan disiapkan untuk membantu pendampingan UMKM.

Maman menjelaskan bahwa lembaga inkubasi diharapkan dapat memperluas jangkauan pembinaan pemerintah kepada pelaku usaha di berbagai daerah.

”Dari total kurang lebih 757 inkubator ataupun lembaga-lembaga inkubasi tujuannya, akan kita hidupkan sebagai perpanjang tanganan pemerintah dalam rangka untuk melakukan pembinaan yang berkesinambungan dan berkelanjutan kepada UMKM di tanah air kita,” tegas Maman,.**

Dua Tahun Capaian Kementerian UMKM : Catatkan Penerbitan 17,6 Juta NIB dan Penyaluran Pembiayaan Rp 1.500 Triliun

Related Posts

news-1701

yakinjp

yakinjp

maujp

MAUJP

MAUJP

MAUJP

article 48666670301

article 48666670302

article 48666670303

article 48666670304

article 48666670305

article 48666670306

article 48666670307

article 48666670308

article 48666670309

article 48666670310

article 48666670311

article 48666670312

article 48666670313

article 48666670314

article 48666670315

article 48666670316

article 48666670317

article 48666670318

article 48666670319

article 48666670320

article 48666670321

article 48666670322

article 48666670323

article 48666670324

article 48666670325

article 48666670326

article 48666670327

article 48666670328

article 48666670329

article 48666670330

article 48666670331

article 48666670332

article 48666670333

article 48666670334

article 48666670335

article 48666670336

article 48666670337

article 48666670338

article 48666670339

article 48666670340

article 48666670341

article 48666670342

article 48666670343

article 48666670344

article 48666670345

article 48666670346

article 48666670347

article 48666670348

article 48666670349

article 48666670350

article 48666670351

article 48666670352

article 48666670353

article 48666670354

article 48666670355

article 48666670356

article 48666670357

article 48666670358

article 48666670359

article 48666670360

noticias 000000031

noticias 000000032

noticias 000000033

noticias 000000034

noticias 000000035

noticias 000000036

noticias 000000037

noticias 000000038

noticias 000000039

noticias 000000040

noticias 000000041

noticias 000000042

noticias 000000043

noticias 000000044

noticias 000000045

noticias 000000046

noticias 000000047

noticias 000000048

noticias 000000049

noticias 000000050

noticias 000000051

noticias 000000052

noticias 000000053

noticias 000000054

noticias 000000055

noticias 000000056

noticias 000000057

noticias 000000058

noticias 000000059

noticias 000000060

noticias 000000061

noticias 000000062

noticias 000000063

noticias 000000064

noticias 000000065

noticias 000000066

noticias 000000067

noticias 000000068

noticias 000000069

noticias 000000070

noticias 000000071

noticias 000000072

noticias 000000073

noticias 000000074

noticias 000000075

noticias 000000076

noticias 000000077

noticias 000000078

noticias 000000079

noticias 000000080

noticias 000000081

noticias 000000082

noticias 000000083

noticias 000000084

noticias 000000085

noticias 000000086

noticias 000000087

noticias 000000088

noticias 000000089

noticias 000000090

noticias 000000091

noticias 000000092

noticias 000000093

noticias 000000094

noticias 000000095

noticias 000000096

noticias 000000097

noticias 000000098

noticias 000000099

noticias 000000100

noticias 000000101

noticias 000000102

noticias 000000103

noticias 000000104

noticias 000000105

noticias 000000106

noticias 000000107

noticias 000000108

noticias 000000109

noticias 000000110

noticias 000000111

noticias 000000112

noticias 000000113

noticias 000000114

noticias 000000115

noticias 000000116

noticias 000000117

noticias 000000118

noticias 000000119

noticias 000000120

komunitas praya menyoroti perubahan pembahasan putaran gratis mahjong ways

selong tren diskusi mahjong wins tengah munculnya game digital baru

kreator konten tanjung mengangkat cerita perkembangan mahjong ways media sosial

sumbawa besar membahas tiga elemen visual mahjong wins 3 ubin emas naga scatter

komunitas digital semarang menelaah pengaruh animasi terhadap identitas game mahjong modern

yogyakarta menjadi sorotan diskusi perpaduan tradisi asia teknologi game

pengamat surabaya mengulas perubahan gaya ilustrasi seri mahjong digital

makassar membahas peran komunitas online menyebarkan tren konten mahjong

medan hingga palembang perbedaan perspektif penggemar terhadap visual mahjong ways

denpasar menyoroti perkembangan narasi budaya asia desain game mahjong kontemporer

sweet bonanza kabupaten pangkajene kepulauan mengenal mekanisme fitur putaran gratis

gates of olympus kabupaten muara enim perpaduan kisah mitologi teknologi animasi modern

lucky neko kota langsa cara simbol tradisional menyesuaikan diri selera generasi digital

wild bandito mahjong ways kabupaten garut perbandingan dua karakter visual berbeda

warga kabupaten lebak mengkaji cara membedakan klaim permainan informasi memiliki bukti

mahjong wins kota tanjungbalai menelaah fungsi simbol membentuk pengalaman visual

mengapa efek cahaya sering muncul fitur bonus pengamatan kabupaten tapanuli utara

lucky neko kabupaten hulu sungai selatan kombinasi karakter animasi ornamen bernuansa emas

gates of olympus kabupaten aceh besar memahami konsep peluang tanpa bergantung ramalan

sweet bonanza kota gorontalo menelusuri peran desain ceria membentuk identitas game

wild bandito kabupaten halmahera utara eksplorasi tema petualangan format interaktif

mahjong pgsoft kabupaten musi banyuasin perubahan pengalaman pengguna saat bermain melalui layar ponsel

princess starlight kota palangka raya mengulas fungsi cahaya elemen penceritaan

lucky neko sweet bonanza perbedaan pendekatan warna membangun identitas desain

warga kabupaten ende menelusuri pengaruh cerita budaya terhadap pembentukan karakter game digital

mengapa pemain lebih mudah mengingat kemenangan besar penjelasan bias ingatan kota madiun

bukan hanya hiburan warga kabupaten bekasi membahas pentingnya memahami batas pengeluaran digital

mahjong ways kabupaten magetan contoh memahami fenomena ilusi pola hasil acak

gates of olympus kota pagar alam menguraikan kesalahpahaman prediksi hasil permainan

warga kabupaten flores timur mengamati pengaruh notifikasi terhadap perhatian pengguna ponsel

sweet bonanza kota sukabumi membahas perbedaan ekspektasi pengguna peluang

wild bandito mahjong wins mengapa perbedaan desain bisa menarik kelompok pengguna beragam

lucky neko kabupaten tanah laut mengkaji simbol keberuntungan perspektif lintas budaya

literasi digital kabupaten sumbawa memahami rtp agar tidak terjebak penafsiran keliru

princess starlight kota tegal menelaah kontribusi tokoh pengalaman hiburan interaktif

article 88666670351

article 88666670352

article 88666670353

article 88666670354

article 88666670355

article 88666670356

article 88666670357

article 88666670358

article 88666670359

article 88666670360

article 88666670361

article 88666670362

article 88666670363

article 88666670364

article 88666670365

article 88666670366

article 88666670367

article 88666670368

article 88666670369

article 88666670370

informasi terbaru kabupaten belu 00000021

informasi terbaru kabupaten belu 00000022

informasi terbaru kabupaten belu 00000023

informasi terbaru kabupaten belu 00000024

informasi terbaru kabupaten belu 00000025

informasi terbaru kabupaten belu 00000026

informasi terbaru kabupaten belu 00000027

informasi terbaru kabupaten belu 00000028

informasi terbaru kabupaten belu 00000029

informasi terbaru kabupaten belu 00000030

informasi terbaru kabupaten belu 00000031

informasi terbaru kabupaten belu 00000032

informasi terbaru kabupaten belu 00000033

informasi terbaru kabupaten belu 00000034

informasi terbaru kabupaten belu 00000035

informasi terbaru kabupaten belu 00000036

informasi terbaru kabupaten belu 00000037

informasi terbaru kabupaten belu 00000038

informasi terbaru kabupaten belu 00000039

informasi terbaru kabupaten belu 00000040

informasi terbaru kabupaten belu 00000041

informasi terbaru kabupaten belu 00000042

informasi terbaru kabupaten belu 00000043

informasi terbaru kabupaten belu 00000044

informasi terbaru kabupaten belu 00000045

informasi terbaru kabupaten belu 00000046

informasi terbaru kabupaten belu 00000047

informasi terbaru kabupaten belu 00000048

informasi terbaru kabupaten belu 00000049

informasi terbaru kabupaten belu 00000050

informasi terbaru kabupaten belu 00000051

informasi terbaru kabupaten belu 00000052

informasi terbaru kabupaten belu 00000053

informasi terbaru kabupaten belu 00000054

informasi terbaru kabupaten belu 00000055

informasi terbaru kabupaten belu 00000056

informasi terbaru kabupaten belu 00000057

informasi terbaru kabupaten belu 00000058

informasi terbaru kabupaten belu 00000059

informasi terbaru kabupaten belu 00000060

informasi terbaru kabupaten belu 00000061

informasi terbaru kabupaten belu 00000062

informasi terbaru kabupaten belu 00000063

informasi terbaru kabupaten belu 00000064

informasi terbaru kabupaten belu 00000065

informasi terbaru kabupaten belu 00000066

informasi terbaru kabupaten belu 00000067

informasi terbaru kabupaten belu 00000068

informasi terbaru kabupaten belu 00000069

informasi terbaru kabupaten belu 00000070

informasi terbaru kabupaten belu 00000071

informasi terbaru kabupaten belu 00000072

informasi terbaru kabupaten belu 00000073

informasi terbaru kabupaten belu 00000074

informasi terbaru kabupaten belu 00000075

informasi terbaru kabupaten belu 00000076

informasi terbaru kabupaten belu 00000077

informasi terbaru kabupaten belu 00000078

informasi terbaru kabupaten belu 00000079

informasi terbaru kabupaten belu 00000080

news-1701