JAKARTA, GLOBALNETWORK.ID — Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya menjaga dan mengoptimalkan potensi pasar domestik Indonesia yang sangat besar agar tidak didominasi oleh produk impor, sekaligus tetap mendorong penguatan produk unggulan pengusaha UMKM untuk menembus pasar ekspor.
Menteri Maman membuka Bazar Ramadhan bertajuk “Harmoni Ramadhan Bangkit Bersama UMKM: Menenun Tradisi Memperkuat Ekonomi UMKM” yang diinisiasi oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian UMKM bekerja sama dengan Epic Market Kriya Nusantara di Jakarta, Selasa (10/3).
“Tanpa mengesampingkan upaya mendorong produk unggulan UMKM menembus pasar ekspor, pasar domestik kita harus dijaga dengan baik. Dengan jumlah penduduk sekitar 250 juta orang, potensi pasar kita sangat besar. Jika tidak besar, tidak mungkin pasar domestik kita menjadi sasaran berbagai produk impor,” kata Menteri Maman.
Menteri Maman mengatakan, pemerintah terus memperkuat berbagai langkah strategis untuk menjaga potensi pasar domestik sekaligus melindungi pengusaha UMKM dari persaingan yang tidak sehat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menertibkan peredaran barang impor ilegal agar tidak mengganggu keberlangsungan usaha pengusaha UMKM di dalam negeri.
“Saya berharap seluruh pihak dapat fokus pada optimalisasi penggunaan produk lokal. Langkah ini penting untuk memperkuat posisi pengusaha UMKM dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk impor,” ujarnya.
Melalui penguatan konsumsi produk lokal, penataan pasar domestik, serta sinergi kebijakan lintas sektor, pemerintah berkomitmen memastikan pengusaha UMKM tidak hanya mampu bertahan di tengah dinamika ekonomi global, tetapi juga semakin berkembang sebagai pilar utama ketahanan ekonomi nasional.
“Saat ini pemerintah sedang melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk menciptakan ekosistem usaha yang sehat dan kompetitif. Dengan ekosistem yang kondusif, pengusaha UMKM diharapkan memiliki ruang yang lebih luas untuk tumbuh dan berkembang di pasar domestik,” kata Menteri Maman.
Sementara itu, Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kementerian UMKM Tina Astari menyampaikan bahwa kegiatan bazar yang telah memasuki tahun kedua penyelenggaraannya ini akan berlangsung hingga 12 Maret 2026.
Menurut Tina, bazar tersebut diikuti oleh lebih dari 100 pengusaha UMKM yang menampilkan beragam produk dari berbagai sektor, mulai dari kriya, kuliner, fesyen, hingga produk kreatif lainnya.
“Bazar Ramadhan ini tidak hanya menjadi ruang transaksi ekonomi, tetapi juga menjadi sarana memperkuat silaturahmi, kolaborasi, serta jejaring usaha. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pengusaha UMKM untuk terus meningkatkan kreativitas dan inovasi dalam mengembangkan produknya,” ujar Tina.
Ia berharap para pengusaha UMKM yang terlibat dalam kegiatan ini dapat semakin meningkatkan daya saing produknya, baik di pasar domestik maupun di pasar global.(jef)









