Jakarta, Globalnetwork.id – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi meluncurkan program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026, sebuah inisiatif strategis yang tidak hanya memudahkan masyarakat dalam berkurban, tetapi juga mendorong penguatan ekonomi peternak kecil di berbagai daerah. Program ini menghadirkan kemudahan layanan melalui integrasi kanal digital dan jaringan ritel, sehingga masyarakat dapat menunaikan ibadah kurban secara praktis, cepat, dan aman.
Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menegaskan bahwa kurban memiliki peran penting tidak hanya sebagai ibadah, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat. “Potensi kurban nasional sangat besar. Ini bukan sekadar ibadah, tetapi juga kekuatan ekonomi yang mampu mendorong pemerataan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Data menunjukkan, potensi ekonomi kurban di Indonesia pada 2025 mencapai sekitar Rp34,85 triliun. Namun, realisasi yang tercatat baru menyentuh angka sekitar Rp21,1 triliun, terdiri dari pengelolaan BAZNAS dan lembaga zakat sebesar Rp2,3 triliun, serta partisipasi masyarakat dan organisasi lainnya.
Untuk tahun 2026, BAZNAS menargetkan pengelolaan kurban mencapai: 1 juta ekor domba/kambing Nilai sekitar Rp2,5 triliun Target ini mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat, ketersediaan ternak, serta kapasitas distribusi nasional.
Keunggulan utama program ini terletak pada dampak berlapis yang dihasilkan. Hewan kurban tidak hanya disalurkan kepada masyarakat membutuhkan, tetapi juga berasal dari program pemberdayaan peternak kecil melalui Balai Ternak BAZNAS. Para peternak mendapatkan: Bantuan ternak Pendampingan budidaya
Dengan demikian, setiap kurban yang ditunaikan turut membantu meningkatkan kesejahteraan peternak di daerah. (jef)




