BANDUNG, globalnetwork.id – Perusahaan logistik e-commerce, Ninja Xpress berharap layanan Ninja Cross Border yang diperluas dengan cakupan lebih dari 40 negara tujuan di luar Malaysia dan Singapura bisa dimanfaatkan pelaku usaha terutama di Jawa Barat.
Menurut VP Head of National Sales Ninja Xpress, M Yan Mallino, melalui peluncuran layanan terbaru bertajuk “From Indonesia to the World”, pihaknya ingin membuka akses yang lebih luas bagi pelaku UMKM Indonesia untuk menjangkau pasar global tanpa hambatan yang kompleks.
Dengan ekspansi ke lebih dari 40 negara tujuan, termasuk kawasan Timur Tengah seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, berbagai negara di Eropa,hingga Amerika, mereka berharap hal itu bisa menghadirkan peluang baru bagi UMKM untuk memperluas jangkauan bisnisnya ke pasar internasional.
“Jawa Barat kami pilih sebagai titik awal karena kekuatan ekosistem UMKM-nya yang besar, kuat, dan kompetitif. Kami percaya, dengan dukungan logistik yang tepat, pelaku UMKM lokal dapat berkembang lebih cepat dan membawa produk Indonesia ke lebih banyak negara di dunia,” ujarnya dalam keterangannya, Minggu 3 Mei 2026.
Ekspansi tersebut, jelas Yan, hadir di saat Jawa Barat memperkuat posisinya sebagai salah satu mesin ekspor utama Indonesia. Pada Januari 2026, nilai ekspor Jawa Barat tercatat mencapai USD 3,14 miliar.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat sendiri menegaskan pentingnya diversifikasi pasar ekspor dan penguatan daya saing produk lokal untuk menjaga stabilitas kinerja perdagangan di tengah ketidakpastian global.
Segendang sepenarian dengan itu, Bank
Indonesia juga menegaskan bahwa akselerasi UMKM go global menjadi bagian penting dari
penguatan ekonomi nasional. Sebagai salah satu kontributor ekspor terbesar nasional, Jawa Barat memiliki posisi strategis dalam peta perdagangan Indonesia.
Ninja Cross Border disebutnya merupakan solusi logistik yang dirancang untuk membantu UMKM menembus pasar lintas negara tanpa kompleksitas yang besar. Layanannya dirancang untuk menyederhanakan proses ekspor bagi
pelaku usaha dari berbagai skala, mulai dari UMKM hingga brand yang sedang berkembang
melalui sistem logistik yang efisien, transparan, dan mudah diakses.
“Jangkauan diperluas guna seiring dengan meningkatnya kebutuhan pasar global, sekaligus membuka peluang lebih besar bagi UMKM Indonesia untuk menjangkau konsumen internasional,” katanya.
Layanan tersebut, ujar Yan, menggabungkan efisiensi biaya dengan standar layanan premium, sehingga pelaku usaha dapat melakukan pengiriman lintas negara tanpa kompleksitas operasional yang tinggi. Dalam layanannya, mereka berkolaborasi dengan lincah.id sehingga pelaku usaha cukup mendaftarkan diri untuk memulai pengiriman dengan akses ke pasar internasional. (**)




