Jakarta, Globalnetwork.id — PT Donggi-Senoro LNG (DSLNG) menargetkan produksi gas alam cair (LNG) mencapai kisaran 2,1 juta hingga 2,105 juta ton pada tahun ini. Target tersebut sejalan dengan upaya menjaga kinerja operasional di tengah dinamika kebutuhan pasar global dan domestik.
Corporate Communication Manager DSLNG, Adhika Paramanandana, menyampaikan bahwa perusahaan juga memperkirakan jumlah pengapalan (kargo) LNG mencapai sekitar 40 kargo sepanjang tahun berjalan, meski realisasi masih bergantung pada permintaan pasar.
Naik Peringkat Raih PROPER Hijau 2026, Langkah Nyata DSLNG Perkuat Kinerja Lingkungan
“Target produksi kami tahun ini berada di kisaran 2,1 sampai 2,105 juta ton, dengan estimasi sekitar 40 kargo. Namun, jumlah pastinya akan mengikuti permintaan,” ujarnya dalam agenda halal bihalal di Jakarta Jumat (10/4/2026).
Menurutnya, hingga saat ini DSLNG masih menjalankan kontrak jangka panjang yang berlaku sampai 2027. Setelah periode tersebut, arah distribusi LNG, termasuk kemungkinan peningkatan porsi untuk kebutuhan domestik, masih dalam tahap komunikasi dengan pemerintah.
“Kontrak jangka panjang kami masih berjalan sampai 2027. Setelah itu, kami akan melihat bagaimana kebutuhan pemerintah Indonesia. Sampai sekarang belum ada keputusan, masih dalam komunikasi,” jelasnya.
Relations & Communications Senior Manager PT. Donggi Senoro LNG, Aji Wihardandi menambahkan, di luar kewajiban kontrak jangka panjang, perusahaan juga membuka peluang pengiriman kargo tambahan (spot cargo). Alokasi kargo ini dapat diarahkan ke pasar domestik apabila terdapat permintaan dari pemerintah.
“Kami tetap mengupayakan adanya spot cargo di luar kontrak jangka panjang. Itu bisa dialokasikan untuk kebutuhan nasional jika memang diminta,” kata Aji.
Namun demikian, DSLNG belum dapat memastikan besaran alokasi LNG untuk pasar dalam negeri pada tahun ini. Hal tersebut masih menunggu kejelasan permintaan yang umumnya ditetapkan dalam periode tertentu.
“Kami belum bisa menyampaikan angka untuk domestik tahun ini, karena biasanya ada mekanisme tertentu. Jadi masih menunggu perkembangan lebih lanjut,” tambahnya.
Di tengah ketidakpastian global, “perusahaan menyatakan akan tetap menjaga fleksibilitas distribusi LNG, sambil menyesuaikan dengan kebijakan energi nasional dan dinamika pasar internasional,” tutup Aji. (jef)




