Jakarta, Globalnetwork.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) memutuskan untuk membagikan dividen tunai tahun buku 2025 dengan nilai total mencapai Rp52,1 triliun. Keputusan tersebut disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 yang digelar di Menara BRILiaN, Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Jumlah dividen tersebut setara dengan Rp346,00 per lembar saham, atau mencerminkan dividend payout ratio sekitar 92% dari total laba bersih konsolidasian tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp56,65 triliun. Nilai ini sudah termasuk dividen interim sebesar Rp137 per saham yang telah dibayarkan perseroan pada 15 Januari 2026 lalu.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyatakan bahwa pembagian dividen jumbo ini merupakan apresiasi bagi pemegang saham atas kinerja solid perseroan yang tetap tumbuh positif di segmen UMKM dan akselerasi digital. “Ini adalah wujud komitmen kami dalam memberikan return optimal bagi pemegang saham yang didukung oleh fundamental bisnis yang kuat dan risiko yang terjaga,” ujar Hery.
Restrukturisasi Saham
Salah satu poin krusial dalam RUPST kali ini adalah perubahan Anggaran Dasar terkait klasifikasi saham. Sesuai amanat UU No. 16 Tahun 2025, Rapat menyetujui perubahan Saham Seri B milik Negara RI melalui BP BUMN menjadi Saham Seri A Dwiwarna.
Langkah ini mempertegas posisi BRI dalam ekosistem Danantara, di mana kontribusi dividen ini akan menjadi bagian penting dari dukungan BRI terhadap pembangunan nasional dan transformasi ekonomi berbasis inklusi keuangan.
Agenda Strategis 2026–2030
Selain pembagian laba, RUPST BRI juga menetapkan beberapa agenda penting lainnya:
Pengesahan Laporan Tahunan: Menyetujui laporan keuangan 2025 dan memberikan pelunasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de charge) kepada jajaran direksi dan komisaris.
Pendelegasian RJPP: Memberikan kewenangan untuk persetujuan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2026–2030.
Obligasi Berwawasan Sosial: Melaporkan realisasi penggunaan dana obligasi sosial tahap I (2025) dan tahap II (2026) sesuai ketentuan POJK.
Hery Gunardi menambahkan bahwa dengan disetujuinya tujuh agenda rapat hari ini, BRI siap melangkah lebih pruden pada tahun 2026.
“Kami optimistis transisi ke dalam ekosistem Danantara akan semakin memperkuat daya saing BRI sebagai bank dengan core business UMKM terbesar, sekaligus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” pungkasnya.**




