Jakarta, globalnetwork.id – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyampaikan pemerintah saat ini tengah membahas langkah mitigasi atas kenaikan harga plastik yang dipicu oleh lonjakan biaya bahan baku akibat ketidakpastian pasokan global, termasuk dampak konflik di Timur Tengah.

Ia menegaskan kondisi tersebut telah berdampak pada pelaku UMKM sehingga pemerintah menyiapkan langkah untuk menjaga keberlangsungan usaha kecil dan menengah. Saat ditemui di Kantor Kementerian UMKM, Jakarta, Senin (6/4/2026) lalu, Maman mengakui sejumlah pelaku UMKM telah menyampaikan keluhan terkait naiknya harga plastik untuk kemasan produk.

“Sudah ada aspirasi yang masuk. Kebutuhan plastik untuk bungkus produk memang naik. Tapi kami akan siapkan mitigasinya,” kata Maman.

Ia mengatakan Kementerian UMKM akan berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan untuk menentukan langkah yang tepat dalam mengatasi dampak kenaikan bahan baku plastik. Terkait detail langkah yang akan diambil, Maman menilai masih terlalu dini untuk dijelaskan sebelum pembahasan teknis selesai.

Harga plastik di dalam negeri dilaporkan melonjak 30–80 persen menyusul memanasnya konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran. Gejolak tersebut mengganggu pasokan bahan baku utama plastik dan mendorong kenaikan harga di pasar domestik.

Gangguan distribusi nafta, yakni turunan minyak bumi, serta lonjakan harga minyak global disebut sebagai pemicu utama kenaikan tersebut. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bagi pelaku UMKM yang bergantung pada plastik sebagai bahan kemasan produk.

Komisi VI DPR RI, yang membidangi antara lain sektor perdagangan, koperasi, dan UMKM, mendesak pemerintah untuk segera melakukan intervensi pasar guna melindungi UMKM dari dampak kenaikan harga plastik. Anggota Komisi VI DPR RI Firnando Ganinduto meminta Kementerian Perdagangan mengambil langkah strategis guna mengendalikan harga dan memastikan ketersediaan bahan baku di dalam negeri.

“Pemerintah perlu segera melakukan stabilisasi melalui pengawasan distribusi bahan baku serta penguatan industri petrokimia nasional agar ketergantungan terhadap pasokan global bisa dikurangi,” ujar Firnando dalam keterangan pers, Senin.

Industri Plastik Diversifikasi Sumber Bahan Baku
Merespons kenaikan harga plastik, Asosiasi Industri Olefin Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas) mengupayakan diversifikasi sumber bahan baku, seperti nafta, guna menjaga keberlanjutan produksi di tengah tekanan global.

Sekretaris Jenderal Inaplas Fajar Budiono dalam keterangannya yang telah dikonfirmasi di Jakarta, Senin, mengungkapkan pelaku usaha terus mencermati arah pasar, terutama terkait pasokan bahan baku utama. Menurut dia, struktur bahan baku sektor ini yang masih bergantung pada impor memperbesar kerentanan terhadap gejolak eksternal.

“Untuk nafta, kebutuhan mencapai 3 juta ton per tahun dan 100 persen impor. Untuk bahan baku plastik seperti PE (polyethylene), PP (polypropylene), PET (polyethylene terephthalate), PS (polystyrene), dan PVC (polyvinyl chloride) serta lainnya sekitar 8 juta ton, dengan 50 persen masih impor,” katanya.

Menurutnya, gangguan distribusi sedikit saja dapat langsung memengaruhi rantai produksi. Untuk mengantisipasi risiko tersebut, pelaku industri mulai membuka opsi penggunaan bahan baku alternatif. “Nol persen bea masuk LPG sebagai bahan baku alternatif pasokan gas,” kata Fajar.

Langkah diversifikasi ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas pasokan di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Selain itu, ketersediaan energi bahkan disebutnya lebih mendesak dibandingkan relaksasi kebijakan fiskal.

Di sisi lain, situasi global yang tidak menentu juga mendorong banyak negara memperketat pengamanan pasokan. Menurut dia, lonjakan permintaan di sejumlah kawasan menjadi sinyal meningkatnya kekhawatiran terhadap ketersediaan bahan baku di pasar internasional.

Menurut dia, pelaku industri bersama pemerintah saat ini telah membuka komunikasi dengan berbagai negara alternatif sebagai sumber pasokan baru, meski konsekuensi logistik menjadi tantangan tersendiri. “Sudah mulai komunikasi dengan Asia Tengah, Afrika, dan Amerika. Yang jelas lead time lebih lama, paling cepat sekitar 50 hari. Semua negara sedang berusaha untuk mengamankan feedstock,” jelas Fajar.

Sementara itu, Strategic Research Manager di Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet menilai durasi konflik menjadi faktor penentu utama dalam membaca arah dampaknya.

“Kalau kita melihat konflik Timur Tengah ini dalam kerangka skenario, kuncinya sebenarnya ada pada durasi. Selama konflik masih berkaitan dengan tujuan strategis seperti tekanan politik atau perubahan rezim, maka kecil kemungkinan selesai dalam waktu cepat. Artinya, yang kita hadapi bukan lagi sekadar gejolak jangka pendek, tetapi tekanan yang bisa berubah menjadi lebih struktural,” ujarnya.

Meski demikian, dalam fase awal ini pemerintah dinilai masih memiliki ruang untuk merespons melalui kebijakan yang fleksibel, baik dari sisi fiskal maupun stabilitas nilai tukar. Namun, tantangan akan berubah signifikan jika konflik berlangsung lebih lama, misalnya hingga enam bulan atau lebih.

Dalam menghadapi situasi tersebut, Yusuf menekankan pentingnya respons kebijakan yang tidak hanya reaktif, tetapi juga adaptif terhadap skenario jangka panjang. “Dalam jangka pendek, yang paling mendesak adalah insentif fiskal yang targeted, seperti subsidi energi untuk industri kecil dan menengah yang paling rentan, insentif pajak bagi perusahaan yang berinvestasi dalam efisiensi energi, serta akses pembiayaan yang lebih longgar agar arus kas tetap terjaga,” jelas Yusuf.

Terkait opsi kebijakan impor energi, ia melihat adanya ruang untuk langkah darurat, namun tetap perlu kehati-hatian agar tidak berdampak pada sektor hulu domestik. Dalam jangka panjang, tantangan yang lebih besar justru menurutnya terletak pada struktur pemenuhan bahan baku yang masih bergantung pada impor, khususnya di sektor kimia.

Oleh karena itu, strategi hilirisasi dan integrasi industri dinilai menjadi kunci untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional. “Pengembangan petrokimia berbasis gas domestik, hilirisasi sawit ke oleokimia, serta pemanfaatan mineral untuk industri kimia lanjutan menjadi kunci. Di saat yang sama, pembangunan kawasan industri yang terintegrasi juga penting agar tercipta efisiensi dan daya saing yang lebih kuat dibanding produk impor,” ujarnya.

Kenaikan harga plastik juga membuat Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menggunakan plastik sebagai salah satu komponen dagangnya, menjerit. Hal tersebut seperti yang dialami pedagang es di Pasar Pagi Kota Cirebon. Naiknya harga plastik membuat keuntungan mereka menjadi terkikis. Kenaikan harga plastik tidak diiringi dengan naiknya harga jual dagangan mereka.
“Pembeli pada protes, gak mau harga (minuman) es naik,” ujar pedagang es bernama Aeni.

Ia mengatakan, sejak harga gelas plastik/cup mengalami kenaikan, ia sempat menaikkan harga jual minuman esnya menjadi Rp 6 ribu per cup, atau naik Rp 1.000. Namun, karena diprotes pembeli, ia terpaksa kembali pada harga lama, yakni Rp 5 ribu per cup.

“Ya mau gimana lagi. Apalagi (dagangan) juga sepi,” tuturnya.

Aeni mengungkapkan, harga jual dagangan yang tidak ikut naik akhirnya membuat keuntungannya terkikis. Pasalnya, modal yang harus dikeluarkannya semakin besar.

Sementara itu, seorang pembeli es, Husen, mengaku kaget harga es yang biasa dibelinya tiba-tiba mengalami kenaikan. Ia pun keberatan dan menolak harga yang lebih mahal. “Ya kan kita sebagai pembeli tahunya harga es Rp 5 ribu per cup. Kalau harganya naik, ya keberatan lah,” katanya.(jef)

Harga Plastik Meroket, Pelaku UMKM Tercekik, Pemerintah Siapkan Langkah Mitigasi

Related Posts

news-1701

yakinjp

yakinjp

maujp

TOTOMACAU

sabung ayam online

sabung ayam online

sabung ayam online

sabung ayam online

article 88888880

article 88888881

article 88888882

article 88888883

article 88888884

article 88888885

article 88888886

article 88888887

article 88888888

article 88888889

article 88888890

article 88888891

article 88888892

article 88888893

article 88888894

article 88888895

article 88888896

article 88888897

article 88888898

article 88888899

article 88888900

article 88888901

article 88888902

article 88888903

article 88888904

article 88888905

article 88888906

article 88888907

article 88888908

article 88888909

article 88888910

article 88888911

article 88888912

article 88888913

article 88888914

article 88888915

article 88888916

article 88888917

article 88888918

article 88888919

article 88888920

article 88888921

article 88888922

article 88888923

article 88888924

article 88888925

article 88888926

article 88888927

article 88888928

article 88888929

article 88888930

article 88888931

article 88888932

article 88888933

article 88888934

article 88888935

article 88888936

article 88888937

article 88888938

article 88888939

article 88888940

article 88888941

article 88888942

article 88888943

article 88888944

article 88888945

article 88888946

article 88888947

article 88888948

article 88888949

article 88888950

article 88888951

article 88888952

article 88888953

article 88888954

article 88888955

article 88888956

article 88888957

article 88888958

article 88888959

article 22220471

article 22220472

article 22220473

article 22220474

article 22220475

article 22220476

article 22220477

article 22220478

article 22220479

article 22220480

article 22220481

article 22220482

article 22220483

article 22220484

article 22220485

article 22220486

article 22220487

article 22220488

article 22220489

article 22220490

article 22220491

article 22220492

article 22220493

article 22220494

article 22220495

article 22220496

article 22220497

article 22220498

article 22220499

article 22220500

article 22220501

article 22220502

article 22220503

article 22220504

article 22220505

article 22220506

article 22220507

article 22220508

article 22220509

article 22220510

article 10000566

article 10000567

article 10000568

article 10000569

article 10000570

article 10000571

article 10000572

article 10000573

article 10000574

article 10000575

article 10000576

article 10000577

article 10000578

article 10000579

article 10000580

article 10000581

article 10000582

article 10000583

article 10000584

article 10000585

article 10000586

article 10000587

article 10000588

article 10000589

article 10000590

article 10000591

article 10000592

article 10000593

article 10000594

article 10000595

article 10000596

article 10000597

article 10000598

article 10000599

article 10000600

article 10000601

article 10000602

article 10000603

article 10000604

article 10000605

article 10000606

article 10000607

article 10000608

article 10000609

article 10000610

article 10000611

article 10000612

article 10000613

article 10000614

article 10000615

artikel 000000135

artikel 000000136

artikel 000000137

artikel 000000138

artikel 000000139

artikel 000000140

artikel 000000141

artikel 000000142

artikel 000000143

artikel 000000144

artikel 000000145

artikel 000000146

artikel 000000147

artikel 000000148

artikel 000000149

artikel 000000150

artikel 000000151

artikel 000000152

artikel 000000153

artikel 000000154

artikel 000000155

artikel 000000156

artikel 000000157

artikel 000000158

artikel 000000159

artikel 000000160

artikel 000000161

artikel 000000162

artikel 000000163

artikel 000000164

artikel 000000165

artikel 000000166

artikel 000000167

artikel 000000168

artikel 000000169

artikel 000000170

artikel 000000171

artikel 000000172

artikel 000000173

artikel 000000174

artikel 000000175

article 2000591

article 2000592

article 2000593

article 2000594

article 2000595

article 2000596

article 2000597

article 2000598

article 2000599

article 2000600

article 2000601

article 2000602

article 2000603

article 2000604

article 2000605

article 2000606

article 2000607

article 2000608

article 2000609

article 2000610

article 2000611

article 2000612

article 2000613

article 2000614

article 2000615

article 2000616

article 2000617

article 2000618

article 2000619

article 2000620

article 2000621

article 2000622

article 2000623

article 2000624

article 2000625

article 2000626

article 2000627

article 2000628

article 2000629

article 2000630

article 5500386

article 5500387

article 5500388

article 5500389

article 5500390

article 5500391

article 5500392

article 5500393

article 5500394

article 5500395

article 5500396

article 5500397

article 5500398

article 5500399

article 5500400

article 5500401

article 5500402

article 5500403

article 5500404

article 5500405

article 5500406

article 5500407

article 5500408

article 5500409

article 5500410

article 5500411

article 5500412

article 5500413

article 5500414

article 5500415

article 5500416

article 5500417

article 5500418

article 5500419

article 5500420

article 5500421

article 5500422

article 5500423

article 5500424

article 5500425

article 5500426

article 5500427

article 5500428

article 5500429

article 5500430

article 5500431

article 5500432

article 5500433

article 5500434

article 5500435

article 5500436

article 5500437

article 5500438

article 5500439

article 5500440

article 5500441

article 5500442

article 5500443

article 5500444

article 5500445

article 5500446

article 5500447

article 5500448

article 5500449

article 5500450

article 5500451

article 5500452

article 5500453

article 5500454

article 5500455

article 838000838

article 838000839

article 838000840

article 838000841

article 838000842

article 838000843

article 838000844

article 838000845

article 838000846

article 838000847

article 838000848

article 838000849

article 838000850

article 838000851

article 838000852

article 838000853

article 838000854

article 838000855

article 838000856

article 838000857

article 838000858

article 838000859

article 838000860

article 838000861

article 838000862

article 838000863

article 838000864

article 838000865

article 838000866

article 838000867

article 838000868

article 838000869

article 838000870

article 838000871

article 838000872

article 838000873

article 838000874

article 838000875

article 838000876

article 838000877

article 838000878

article 838000879

article 838000880

article 838000881

article 838000882

article 838000883

article 838000884

article 838000885

article 838000886

article 838000887

article 838000888

article 838000889

article 838000890

article 838000891

article 838000892

article 838000893

article 838000894

article 838000895

article 838000896

article 838000897

article 838000898

article 838000899

article 838000900

article 838000901

article 838000902

article 9998000751

article 9998000752

article 9998000753

article 9998000754

article 9998000755

article 9998000756

article 9998000757

article 9998000758

article 9998000759

article 9998000760

article 9998000761

article 9998000762

article 9998000763

article 9998000764

article 9998000765

article 9998000766

article 9998000767

article 9998000768

article 9998000769

article 9998000770

article 9998000771

article 9998000772

article 9998000773

article 9998000774

article 9998000775

article 9998000776

article 9998000777

article 9998000778

article 9998000779

article 9998000780

article 9998000781

article 9998000782

article 9998000783

article 9998000784

article 9998000785

article 9998000786

article 9998000787

article 9998000788

article 9998000789

article 9998000790

article 9998000791

article 9998000792

article 9998000793

article 9998000794

article 9998000795

article 9998000796

article 9998000797

article 9998000798

article 9998000799

article 9998000800

article 9998000801

article 9998000802

article 9998000803

article 9998000804

article 9998000805

article 9998000806

article 9998000807

article 9998000808

article 9998000809

article 9998000810

article 9998000811

article 9998000812

article 9998000813

article 9998000814

article 9998000815

article 66666669901

article 66666669902

article 66666669903

article 66666669904

article 66666669905

article 66666669906

article 66666669907

article 66666669908

article 66666669909

article 66666669910

article 66666669911

article 66666669912

article 66666669913

article 66666669914

article 66666669915

article 66666669916

article 66666669917

article 66666669918

article 66666669919

article 66666669920

article 66666669921

article 66666669922

article 66666669923

article 66666669924

article 66666669925

article 66666669926

article 66666669927

article 66666669928

article 66666669929

article 66666669930

article 66666669931

article 66666669932

article 66666669933

article 66666669934

article 66666669935

article 66666669936

article 66666669937

article 66666669938

article 66666669939

article 66666669940

news-1701