Bandung, globalnetwork.id – OJK Jawa Barat menyebut bahwa secara peringkat, Jawa Barat menempati posisi kedua secara nasional dalam penyaluran kredit UMKM dengan total mencapai Rp186 Triliun.
Hanya saja, secara kinerja, mereka mendapati kondisi bahwa jumlah rekening UMKM mengalami penurunan. Angkanya mencapai 5 persen.
Menurut Kepala OJK Jawa Barat, Darwisman, dengan total UMKM sekitar 15 juta pelaku, kondisi tersebut tentu merupakan tantangan. “Gak mau ambil kredit lagi, usahanya mungkin turun atau tak disetujui banknya,” tandasnya di Bandung, Rabu 1 April 2026.
Total jumlah rekeningnya sendiri mencakup 3.500.128 UMKM. Angka tersebut mengalami penurunan sebanyak 190.747 rekening atau sekitar 5,17 persen secara year-on-year (yoy).
Pihaknya sendiri tentu mendorong UMKM bisa memanfaatkan fasilitas tersebut guna melakukan pengembangan usahanya. Terlebih, penyaluran kredit tersebut masih terkonsentrasi di sejumlah daerah.
Dalam catatan OJK, wilayah penyaluran kredit UMKM tertinggi hanya mencakup lima kabupaten dan kota seperti Kota Bandung sebesar Rp25,05 triliun yang tersebar di 218.500 rekening, Kabupaten Bekasi: Rp16,80 triliun (196.814 rekening), Kabupaten Bogor Rp15,45 Triliun (304.192 rekening), kemudian Kabupaten Bandung Rp13,54 triliun (286.407 rekening) dan Kota Bekasi Rp12,41 triliun (130.457 rekening).
Baja juga:
Sejumlah program pendukung UMKM, jelasnya, sudah disiapkan di antaranya stimulus pemerintah dengan melanjutkan kebijakan insentif PPh final 0,5% untuk UMKM pada tahun 2026 guna menjaga stabilitas ekonomi.
Kemudian pihaknya dalam tiga bulan terakhir melakukan edukasi keuangan sebanyak 415 kegiatan yang menyasar segmen UMKM sebagai salah satu prioritas literasi keuangan.
Sebagai ikhtiar, pengembangan ekonomi berbasis potensi daerah, pihaknya juga mendorong sinergi di antara pemangku kepentingan untuk memperluas akses pembiayaan dan pendampingan UMKM di tiap kabupaten dan kota.
“Bagaimana kredit kepada UMKM itu menjadi menjadi PR kami. Kredit UMKM posisi Januari 2026 itu, totalnya kan Rp 1483 triliun tapi Jawa Barat sekitar Rp 186 triliun, sekitar 12,5% terhadap nasional sehingga kita menjadi penerima kredit UMKM nomor 2 setelah Jawa Timur, padahal penduduk Jawa Barat lebih besar dari Jawa Timur, dan UMKM mungkin juga lebih banyak,” tandas Darwisman menyoal potensi pasar yang luas.(jef)




