JAKARTA, globalnetwork.id – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA kembali menduduki peringkat pertama emiten dengan nilai kapitalisasi pasar alias market cap terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
BCA merebut kembali posisinya sebagai pemegang market cap terbesar dari PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang turun ke peringkat kedua.
Berdasarkan data BEI per penutupan 17 Maret 2026, market cap BBCA tertinggi di angka Rp 827 triliun. Sedangkan, market cap BREN melemah menjadi Rp 776 triliun.
Meski tak tembus Rp 1.000 triliun, market cap BBCA masih di atas lantaran saham BREN yang telah anjlok 40,21% dalam periode tahun berjalan alias year to date (ytd) dan berdampak hingga -144,36 poin ke IHSG pada periode sama.
Sedangkan saham BBCA hanya turun 16,10% ytd. Tapi dampak ke IHSG -123,17 poin.
Per penutupan 17 Maret, saham BBCA ada di angka Rp 6.775 per saham. Adapun saham BREN di posisi Rp 5.800.
Setelah BBCA dan BREN, emiten dengan market cap terbesar selanjutnya adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 522 triliun, PT DCI Indonesia Tbk (DCII) Rp 498 triliun, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) Rp 474 triliun.
Kemudian, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp 443 triliun, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 437 triliun, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) Rp 422 triliun, PT Amman Mineral International Tbk (AMMN) Rp 336 triliun, dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 302 triliun.
Secara keseluruhan nilai kapitalisasi pasar alias market cap di Bursa Efek Indonesia (BEI) Rp 12,5 ribu triliun. (jef)










