Globalnetwork.id , JAKARTA – Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Syariah Muamalat sebagai pelopor industri dana pensiun syariah pertama di Indonesia terus melakukan terobosan yang mendorong peningkatan literasi dan inklusi dana pensiun syariah di Indonesia bekerja sama dengan Asosiasi Dana Pensiun Lembaga Keuangan (ADPLK).

Mengambil momentum perayaan Bulan Dana Pensiun Indonesia (BDPI) 2026, DPLK Syariah Muamalat dan ADPLK menyelenggarakan “Seminar Nasional Dana Pensiun Syariah 2026” dengan mengusung tema “Sinergi Ekosistem Syariah untuk Mendorong Literasi dan Inklusi Dana Pensiun Syariah”.

Seminar yang berlangsung pada 10 September 2026 bertempat di Muamalat Tower Jakarta tersebut turut didukung oleh DPLK BNI dan DPLK Pertalife Insurance sebagai DPLK yang menyediakan paket investasi syariah.

Kegiatan ini juga menggandeng para pemangku kepentingan ekonomi dan keuangan syariah, yaitu Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), dan Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).

Forum diskusi pada sesi pagi kegiatan ini juga diikuti oleh sejumlah lembaga keuangan syariah dari sektor perbankan, asuransi, dan manajer investasi, termasuk PT Bank Muamalat Indonesia Tbk sebagai pendiri DPLK Syariah Muamalat, serta institusi lainnya di sektor formal.

Dalam sambutannya, Direktur Utama PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Imam Teguh Saptono mengatakan, keuangan syariah hadir untuk satu tujuan, yaitu kemaslahatan, yang tercermin dari adanya maqashid syariah.

“Bank Muamalat lahir dari gerakan umat, bukan hanya hadir saat nasabah bertransaksi, tetapi relevan ketika mereka bertumbuh, bekerja, berkeluarga, menyiapkan hari tua, dan meninggalkan legacy.

Bank Muamalat mengubah customer relationship menjadi life relationship. Ini dibuktikan oleh Bank Muamalat dengan mendirikan DPLK Syariah Muamalat dan anak usaha yang lain, yaitu Baitulmal Muamalat sebagai lembaga amil zakat nasional dan Muamalat Institute sebagai pusat pendidikan ekonomi syariah di Indonesia,” ujarnya.

Terobosan Baru

Sementara itu, Ketua Umum ADPLK Tondy Suradiredja dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan terobosan baru bagi industri dana pensiun di Indonesia.

“Tidak hanya menggandeng sektor formal, ADPLK yang didukung oleh OJK juga mendorong literasi dan inklusi dana pensiun syariah ke sektor informal, diawali penandatanganan nota kesepahaman dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) dalam penyelenggaraan Program Pensiun Berdasarkan Prinsip Syariah untuk Penggiat Masjid pada awal 2026.

ADPLK bersama DPLK Syariah Muamalat didukung oleh DPLK BNI dan DPLK Pertalife Insurance akan mengawali literasi dan inklusi dana pensiun syariah di sektor informal dengan melakukan sosialisasi kepada para pengurus DMI, pengurus masjid se-Jabodetabek, dan pelaku sektor informal lainnya pada hari ini.

Saya juga mengucapkan selamat milad kepada DPLK Syariah Muamalat yang telah 29 tahun menjadi pemain utama dana pensiun syariah di Indonesia,” pungkasnya.

Pada kegiatan tersebut, hadir juga memberikan sambutan Anggota Badan Pelaksana BPKH Sulistyowati yang turut mengapresiasi kegiatan yang merupakan terobosan baru di bidang dana pensiun.

OJK memberikan dukungan penuh melalui keynote speech oleh Kepala Departemen Pengawasan, Penjaminan, Dana Pensiun dan Pengawasan Khusus Asep Iskandar yang memaparkan kerangka regulasi dan arah simplifikasi pendaftaran bagi pekerja informal.

Tidak ketinggalan Sekretaris Jenderal MES Ari Permana dalam keynote speech-nya mewakili MES juga menyampaikan apresiasi dan menyatakan kesiapan MES dalam mendukung literasi dan inklusi dana pensiun syariah.

Dorong literasi dan inklusi dana pensiun syariah 

Sesi diskusi panel diisi oleh para pemangku kepentingan utama ekonomi syariah.

Direktur Pengembangan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Dyah Kristina Puguh memaparkan kerangka regulasi dan simplifikasi kemudahan pendaftaran bagi pekerja informal, penguatan mekanisme perlindungan konsumen dan transparansi dana, serta pemantauan keberhasilan inklusi.

Adapun Direktur Eksekutif KNEKS Sholahudin Al Aiyub menyampaikan pemetaan arah pengembangan dana pensiun syariah dalam Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2025-2029.

Ketua Komite IKNB MES Adi Pramana memaparkan peran serta dari MES untuk peningkatan literasi dan inklusi dana pensiun syariah bagi sektor informal.

Sedangkan Koordinator DSN-MUI Asep Supyadillah menekankan kepastian terkait landasan fiqhiyah dan operasional produk pensiun syariah. Seluruh pemangku kepentingan tersebut sepakat untuk mendorong sinergi ekosistem syariah untuk mendorong literasi dan inklusi dana pensiun syariah.

Memasuki sesi siang, seminar ini dihadiri oleh pengurus DMI, pengurus masjid se-Jabodetabek, dan pengurus asosiasi dan lembaga sektor informal lainnya.

Sekretaris Jenderal DMI Rahmat Hidayat turut mengapresiasi inisiatif ini. “Dengan adanya nota kesepahaman antara ADPLK dan DMI dalam penyelenggaraan Program Pensiun Berdasarkan Prinsip Syariah

“untuk Penggiat Masjid, saya menghimbau para penggiat masjid untuk mempersiapkan masa pensiun yang berkah dengan dana pensiun yang dikelola secara syariah ini,” jelasnya.

Seminar juga menyasar perluasan literasi dan inklusi keuangan syariah ke sektor informal melalui pemberdayaan ekosistem masjid dengan peluncuran Program Sertifikasi Pengelolaan Keuangan Masjid dan Penggiatnya.

Kegiatan ini turut dimeriahkan dengan talkshow interaktif bersama pakar dan praktisi ekonomi syariah, yaitu Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University Irfan Syauqi Beik dan Executive Director DPLK Syariah Muamalat Aznovri Kurniawan. Irfan menekankan tentang pentingnya perencanaan hari tua sebagai bentuk ikhtiar yang sejalan dengan maqashid syariah. Sedangkan Aznovri memaparkan struktur teknis produk, kemudahan iuran, serta simulasi proyeksi manfaat. Dengan panduan step-by-step ini, para pengurus masjid dan sektor informal dibekali kemampuan untuk langsung mendaftarkan anggotanya secara mandiri.

Baca juga : Jumlah Perusahaan dan Individu Peserta DPLK Syariah Muamalat Terus Meningkat

Executive Director DPLK Syariah Muamalat Aznovri Kurniawan mengatakan, langkah strategis ini dilakukan bertepatan dengan pencanangan Bulan Dana Pensiun Indonesia (BDPI) dan milad DPLK Syariah Muamalat yang ke-29.

“Sebagai DPLK Syariah pertama di Indonesia yang telah berusia 29 tahun, kami berkomitmen untuk terus melakukan kegiatan yang meningkatkan literasi dan inklusi dana pensiun syariah di Indonesia. Insya Allah kegiatan ini sangat bermanfaat, yang pada akhirnya akan membantu masyarakat Indonesia mempersiapkan masa pensiun yang mapan, tenang, dan penuh berkah,” imbuhnya.

Ia menambahkan, patut disyukuri semakin banyak perusahaan dan masyarakat umum yang mempercayakan pengelolaan dana pensiun kepada DPLK Syariah Muamalat, amanah yang insya Allah terus dijaga dengan baik. Masyarakat kini semakin mudah dalam mengecek saldo, melihat riwayat transaksi, hingga membuka rekening DPLK melalui aplikasi mobile banking Muamalat DIN dan situs resmi DPLK Syariah Muamalat yaitu https://www.dplksyariahmuamalat.co.id. **

Asosiasi DPLK dan DPLK Syariah Muamalat, Inisiasi Sinergi Ekosistem Syariah bagi Sektor Informal

Related Posts

news-1701

yakinjp

yakinjp

maujp

MAUJP

MAUJP

MAUJP

article 48666670301

article 48666670302

article 48666670303

article 48666670304

article 48666670305

article 48666670306

article 48666670307

article 48666670308

article 48666670309

article 48666670310

article 48666670311

article 48666670312

article 48666670313

article 48666670314

article 48666670315

article 48666670316

article 48666670317

article 48666670318

article 48666670319

article 48666670320

article 48666670321

article 48666670322

article 48666670323

article 48666670324

article 48666670325

article 48666670326

article 48666670327

article 48666670328

article 48666670329

article 48666670330

article 48666670331

article 48666670332

article 48666670333

article 48666670334

article 48666670335

article 48666670336

article 48666670337

article 48666670338

article 48666670339

article 48666670340

article 48666670341

article 48666670342

article 48666670343

article 48666670344

article 48666670345

article 48666670346

article 48666670347

article 48666670348

article 48666670349

article 48666670350

article 48666670351

article 48666670352

article 48666670353

article 48666670354

article 48666670355

article 48666670356

article 48666670357

article 48666670358

article 48666670359

article 48666670360

noticias 000000031

noticias 000000032

noticias 000000033

noticias 000000034

noticias 000000035

noticias 000000036

noticias 000000037

noticias 000000038

noticias 000000039

noticias 000000040

noticias 000000041

noticias 000000042

noticias 000000043

noticias 000000044

noticias 000000045

noticias 000000046

noticias 000000047

noticias 000000048

noticias 000000049

noticias 000000050

noticias 000000051

noticias 000000052

noticias 000000053

noticias 000000054

noticias 000000055

noticias 000000056

noticias 000000057

noticias 000000058

noticias 000000059

noticias 000000060

noticias 000000061

noticias 000000062

noticias 000000063

noticias 000000064

noticias 000000065

noticias 000000066

noticias 000000067

noticias 000000068

noticias 000000069

noticias 000000070

noticias 000000071

noticias 000000072

noticias 000000073

noticias 000000074

noticias 000000075

noticias 000000076

noticias 000000077

noticias 000000078

noticias 000000079

noticias 000000080

noticias 000000081

noticias 000000082

noticias 000000083

noticias 000000084

noticias 000000085

noticias 000000086

noticias 000000087

noticias 000000088

noticias 000000089

noticias 000000090

noticias 000000091

noticias 000000092

noticias 000000093

noticias 000000094

noticias 000000095

noticias 000000096

noticias 000000097

noticias 000000098

noticias 000000099

noticias 000000100

noticias 000000101

noticias 000000102

noticias 000000103

noticias 000000104

noticias 000000105

noticias 000000106

noticias 000000107

noticias 000000108

noticias 000000109

noticias 000000110

noticias 000000111

noticias 000000112

noticias 000000113

noticias 000000114

noticias 000000115

noticias 000000116

noticias 000000117

noticias 000000118

noticias 000000119

noticias 000000120

komunitas praya menyoroti perubahan pembahasan putaran gratis mahjong ways

selong tren diskusi mahjong wins tengah munculnya game digital baru

kreator konten tanjung mengangkat cerita perkembangan mahjong ways media sosial

sumbawa besar membahas tiga elemen visual mahjong wins 3 ubin emas naga scatter

komunitas digital semarang menelaah pengaruh animasi terhadap identitas game mahjong modern

yogyakarta menjadi sorotan diskusi perpaduan tradisi asia teknologi game

pengamat surabaya mengulas perubahan gaya ilustrasi seri mahjong digital

makassar membahas peran komunitas online menyebarkan tren konten mahjong

medan hingga palembang perbedaan perspektif penggemar terhadap visual mahjong ways

denpasar menyoroti perkembangan narasi budaya asia desain game mahjong kontemporer

sweet bonanza kabupaten pangkajene kepulauan mengenal mekanisme fitur putaran gratis

gates of olympus kabupaten muara enim perpaduan kisah mitologi teknologi animasi modern

lucky neko kota langsa cara simbol tradisional menyesuaikan diri selera generasi digital

wild bandito mahjong ways kabupaten garut perbandingan dua karakter visual berbeda

warga kabupaten lebak mengkaji cara membedakan klaim permainan informasi memiliki bukti

mahjong wins kota tanjungbalai menelaah fungsi simbol membentuk pengalaman visual

mengapa efek cahaya sering muncul fitur bonus pengamatan kabupaten tapanuli utara

lucky neko kabupaten hulu sungai selatan kombinasi karakter animasi ornamen bernuansa emas

gates of olympus kabupaten aceh besar memahami konsep peluang tanpa bergantung ramalan

sweet bonanza kota gorontalo menelusuri peran desain ceria membentuk identitas game

wild bandito kabupaten halmahera utara eksplorasi tema petualangan format interaktif

mahjong pgsoft kabupaten musi banyuasin perubahan pengalaman pengguna saat bermain melalui layar ponsel

princess starlight kota palangka raya mengulas fungsi cahaya elemen penceritaan

lucky neko sweet bonanza perbedaan pendekatan warna membangun identitas desain

warga kabupaten ende menelusuri pengaruh cerita budaya terhadap pembentukan karakter game digital

mengapa pemain lebih mudah mengingat kemenangan besar penjelasan bias ingatan kota madiun

bukan hanya hiburan warga kabupaten bekasi membahas pentingnya memahami batas pengeluaran digital

mahjong ways kabupaten magetan contoh memahami fenomena ilusi pola hasil acak

gates of olympus kota pagar alam menguraikan kesalahpahaman prediksi hasil permainan

warga kabupaten flores timur mengamati pengaruh notifikasi terhadap perhatian pengguna ponsel

sweet bonanza kota sukabumi membahas perbedaan ekspektasi pengguna peluang

wild bandito mahjong wins mengapa perbedaan desain bisa menarik kelompok pengguna beragam

lucky neko kabupaten tanah laut mengkaji simbol keberuntungan perspektif lintas budaya

literasi digital kabupaten sumbawa memahami rtp agar tidak terjebak penafsiran keliru

princess starlight kota tegal menelaah kontribusi tokoh pengalaman hiburan interaktif

article 88666670351

article 88666670352

article 88666670353

article 88666670354

article 88666670355

article 88666670356

article 88666670357

article 88666670358

article 88666670359

article 88666670360

article 88666670361

article 88666670362

article 88666670363

article 88666670364

article 88666670365

article 88666670366

article 88666670367

article 88666670368

article 88666670369

article 88666670370

informasi terbaru kabupaten belu 00000021

informasi terbaru kabupaten belu 00000022

informasi terbaru kabupaten belu 00000023

informasi terbaru kabupaten belu 00000024

informasi terbaru kabupaten belu 00000025

informasi terbaru kabupaten belu 00000026

informasi terbaru kabupaten belu 00000027

informasi terbaru kabupaten belu 00000028

informasi terbaru kabupaten belu 00000029

informasi terbaru kabupaten belu 00000030

informasi terbaru kabupaten belu 00000031

informasi terbaru kabupaten belu 00000032

informasi terbaru kabupaten belu 00000033

informasi terbaru kabupaten belu 00000034

informasi terbaru kabupaten belu 00000035

informasi terbaru kabupaten belu 00000036

informasi terbaru kabupaten belu 00000037

informasi terbaru kabupaten belu 00000038

informasi terbaru kabupaten belu 00000039

informasi terbaru kabupaten belu 00000040

informasi terbaru kabupaten belu 00000041

informasi terbaru kabupaten belu 00000042

informasi terbaru kabupaten belu 00000043

informasi terbaru kabupaten belu 00000044

informasi terbaru kabupaten belu 00000045

informasi terbaru kabupaten belu 00000046

informasi terbaru kabupaten belu 00000047

informasi terbaru kabupaten belu 00000048

informasi terbaru kabupaten belu 00000049

informasi terbaru kabupaten belu 00000050

informasi terbaru kabupaten belu 00000051

informasi terbaru kabupaten belu 00000052

informasi terbaru kabupaten belu 00000053

informasi terbaru kabupaten belu 00000054

informasi terbaru kabupaten belu 00000055

informasi terbaru kabupaten belu 00000056

informasi terbaru kabupaten belu 00000057

informasi terbaru kabupaten belu 00000058

informasi terbaru kabupaten belu 00000059

informasi terbaru kabupaten belu 00000060

informasi terbaru kabupaten belu 00000061

informasi terbaru kabupaten belu 00000062

informasi terbaru kabupaten belu 00000063

informasi terbaru kabupaten belu 00000064

informasi terbaru kabupaten belu 00000065

informasi terbaru kabupaten belu 00000066

informasi terbaru kabupaten belu 00000067

informasi terbaru kabupaten belu 00000068

informasi terbaru kabupaten belu 00000069

informasi terbaru kabupaten belu 00000070

informasi terbaru kabupaten belu 00000071

informasi terbaru kabupaten belu 00000072

informasi terbaru kabupaten belu 00000073

informasi terbaru kabupaten belu 00000074

informasi terbaru kabupaten belu 00000075

informasi terbaru kabupaten belu 00000076

informasi terbaru kabupaten belu 00000077

informasi terbaru kabupaten belu 00000078

informasi terbaru kabupaten belu 00000079

informasi terbaru kabupaten belu 00000080

news-1701